SARCASTIC is Back! Luncurkan “Basa Basi Busuk” dan Siapkan Album Mini

Sarcastic bukan nama baru di skena ‘bawah tanah’ Tanah Air. Sudah melanglang panggung demi panggung cadas sejak terbentuk di Jakarta pada 1996 silam, pernah terlibat di beberapa proyek album kompilasi seperti “A Tribute to Rotor” (2002) dan “Metalik Klinik 8” (2003), serta merilis album self-tittled pada 2004. Namun karena beberapa faktor, karir band ini sempat berhenti menggelinding.

Dimulai dari keterlibatan sang vokalis dan gitaris, Krisna Perdananto pada narkoba yang berujung pada hukuman penjara selama lebih dari tiga tahun, pada 2010 silam. Ditambah lagi, dua personel lainnya, yakni gitaris dan dramer lama mereka, Daniel Galih dan Rikky Galih harus pindah dan menetap di Yogyakarta. Akhirnya, Sarcastic baru bisa aktif lagi pada awal 2015 lalu.

Sebagai pemanasan, formasi sekarang yang diperkuat Krisna Perdananto, Bobby Lutflie (gitar), Wahyu Supriadi (bass) dan Muhammad Ikhyan Yusmansyah (dram) pun meluncurkan single “Perang” tahun lalu, serta yang terbaru bertajuk “Basa Basi Busuk”. Kedua single yang kental akan geberan thrash metal tersebut direncanakan bakal menjadi bagian dari album mini yang tengah mereka persiapkan saat ini, dan berharap bisa merilisnya dalam waktu dekat.

Rekaman “Basa Basi Busuk” sendiri digarap pada awal 2017 lalu, yang diproses di home recording milik Bobby Luthfie di basecamp Sarcastic, di daerah Kemanggisan Jakarta Barat. “Setelah lagu ‘Basa Basi Busuk’ di-share di media sosial, ternyata animo metalhead bagus, dan banyak yang suka,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Tema lirik yang dijejalkan di lagu itu sendiri menyoroti suhu politik di negeri ini, tentang janji-janji manis para pemimpin yang hanya omong kosong. “Saat kampanye mereka tebarkan berbagai macam janji, akhirnya, dimana saat mereka terpilih, banyak dari janji tersebut yang jadi busuk karena nggak direalisasikan.”

Cikal bakal kelahiran Sarcastic dimulai oleh dua saudara kembar, Daniel Galih (vokal/gitar) dan Rikky Galih (dram), yang lantas merekrut Krisna Perdananto (gitar) dan Maruli (bass). Mereka mengawalinya dengan membawakan lagu-lagu milik pahlawan thrash metal rakyat Jerman, Kreator. Namun ketika posisi vokal pindah ke Krisna, pengaruh dari band metal asal Brasil, Sepultura pun merasuki darah cadas mereka. Tapi mereka mengakui, inspirasi terus berkembang dan di antaranya datang dari band-band hebat lainnya seperti Machine Head, Soulfly dan bahkan dari local hero seperti Rotor dan Roxx.

Masalah klasik yang juga menerpa Sarcastic adalah proses gonta-ganti personel.  Sejak terbentuk, hingga hari ini, band ini tercatat antara lain sempat dihuni oleh Fredrick (Atomic), Opick (Grigger/Tengkorak) dan Deny (Tengkorak), sebelum merilis album debut via United Tribute. Setelah itu, perubahan formasi kembali berlanjut. Awal 2006, Yudi dari Whiplash bergabung, namun juga tak bertahan lama dan digantikan oleh Wahyu Supriadi dari Brain Popping. Pada 2009, Sarcastic pun vakum hingga Oktober 2013, saat dramer Muhammad Ikhyan Yusmansyah bergabung. Pada awal 2015, formasi terkini Sarcastic pun terbentuk setelah Bobby Lutfhie dari 13th Day Before Suicide direkrut menggantikan Daniel Galih yang akhirnya mengundurkan diri secara resmi pada akhir 2014. (MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts