Album Debut HELLFREEZED Bakal Dijejali Turunan Genre Metal

Setelah tertunda cukup lama, pasukan metalcore Jakarta Selatan, Hellfreezed akan kembali masuk studio rekaman pada Oktober 2017 mendatang untuk melanjutkan proses penggarapan album debut mereka. Sejauh ini, tujuh trek telah dieksekusi, dimana tiga di antaranya; “Warzone”, “Coretan Pemberontak” dan “Parade Malapetaka” telah dinobatkan sebagai single yang sudah bisa diintip via laman YouTube resmi band.

Hellfreezed mengungkapkan, barisan lirik yang bersemayam di dalam album yang akan dirilis awal tahun depan tersebut tidak terpaku pada satu tema. Mereka cenderung spontan mengikuti perkembangan keseharian yang terjadi. “Tapi, tidak jauh-jauh dari segi sosial dan politik. Karena kami tidak bisa lepas dari dua hal itu,” kata gitaris Yan Akbar Nugraha kepada MUSIKERAS.

Kendati genre metalcore dipilih sebagai landasan utama musik Hellfreezed, namun di setiap jengkal komposisi musik yang bersemayam di album ini memancar berbagai turunan genre metal dan elemen-elemen lain, termasuk jazz dan blues. Hal ini dilakukan Yan, Dhanu Arviansyah (vokal), Rifki Handani (dram), Agra Damia Saputra (bass) dan Yudis Monoarfa (gitar) demi untuk menyalurkan semburan latar belakang selera musik mereka yang berbeda-beda.

Hal tersebut bisa dilihat dari barisan idola yang menjejali daftar biodata band. Dari Trivium, As I Lay Dying, Killswitch Engage, Behemoth, Within Tempetation, Veil of Maya, Periphery, Architecs, Structures dan Animals As Leaders, hingga The Aristocrats, Dirty Loops dan Alter Bridge.

“Tapi sekarang kami juga mencoba untuk lebih menyerap karakter band-band senior yang ada di Indonesia. Dan itu nggak hanya band metal. Dari Burgerkill, Deadsquad, Seringai, Parau, Aftercoma, Jasad, Straight Out, Hellcrust, Revenge The Fate, Down for Life sampai Ligro. Dengan dimasukannya berbagai influes ini, kami benar-benar teliti mengemasnya,” tambah Yan.

Hellfreezed juga menegaskan, mereka tidak akan merilis single tambahan sebelum albumnya benar-benar diluncurkan. Kendati demikian, Yan belum bisa membocorkan jadwal perilisan serta judul album perdananya tersebut. “Biar surprise aja. Karena nanti kami akan merilis single lagi begitu album dirilis, sekalian dengan video teaser album!”

Geliat Hellfreezed bermula dari jamming iseng yang dilakukan Yan, Agra dan Yudis di UKM Musik Kastik Perbanas, membawakan lagu-lagu dari Metallica, Stone Sour dan Paramore, pada Januari 2014 silam. Karena jenuh, mereka lantas mengajak teman satu kampus, Rifki untuk  mengisi posisi dram. Setelah Dhanu, teman SMA Yan bergabung, mereka pun mulai sering memainkan lagu-lagu milik Lamb of God. Benang merah musik Hellfreezed sendiri bisa dibilang mengental di metalcore. Selain simpel, karena mereka ingin memasukkan berbagai elemen musik. Selain dari sub-genre metal, juga ada sentuhan jazz, blues dan genre lainnya. (Riki Noviana)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.