Rilis “Ruination”, OVER POWER Incar Distribusi Internasional

Format kaset dipilih oleh Over Power, unit grindcore asal Kediri, Jawa Timur, Indonesia untuk menyampaikan komposisi-komposisi berbahaya mereka yang termuat di album “Ruination”. Karya rekaman beramunisi 16 trek tersebut telah dirilis via label independen Stormfire Production sejak Maret 2018 lalu, dan antara lain melibatkan beberapa vokalis tamu seperti Innu (Killharmonic), Afril (Extreme Decay) dan Nugek (Menstrual Disconsumed).

Ketiga personel Over Power, yakni Ardy (vokal), Wahyu George (gitar) dan Digta (dram) menggarap rekaman “Ruination” sejak Juni 2017 hingga Februari 2018, termasuk proses mixing dan mastering yang dieksekusi oleh Nesu Productions. Direkam di berbagai tempat di Kediri, yakni di Bazbizbuz Studio untuk isian dram, lalu gitar dan bass di Peteng Studio serta vokal di Rotus Metal Central. Tapi khusus lagu bertajuk “Kehancuran Nyata”, eksekusi rekaman vokal dilakukan di Bogel Studio. Walau mengaku sempat terkendala pembagian waktu – mengingat ketiga personelnya punya pekerjaan masing-masing di luar band – namun keseluruhan proses mereka anggap lumayan lancar.

“Kami meluangkan waktu sesempat mungkin untuk merekamnya meskipun tidak sebentar. Juga proses mixing dan mastering terbilang cukup lama, karena kami menginginkan hasil yang maksimal,” ungkap Over Power kepada MUSIKERAS.

Lantas mengapa merilisnya dalam bentuk kaset? Over Power punya alasan tersendiri. Sebenarnya, sebelumnya mereka pernah ditawari oleh salah satu label untuk merilis album “Ruination” dalam format cakram padat atau CD. Namun setelah semua lagu sudah selesai direkam, tidak ada kejelasan dari label tersebut mengenai kepastian rilisnya. “Jadi, kami memutuskan untuk merilis album ini dalam format kaset terlebih dahulu dan ditangani oleh Stormfire Productions.”

Untungnya, tak lama sesudahnya datang kabar baik dari sebuah label asal Kanada bernama PRC Music. Label tersebut langsung menawari Over Power untuk merilis “Ruination” dalam format CD setelah pemilik label tersebut mendengarkan materinya di laman Bandcamp. Akhirnya kedua pihak menyepakati untuk merilis “Ruination” pada Maret 2019 mendatang. Memang agak lama karena padatnya antrian perilisan album di PRC Music. Konon di luar album milik Over Power, PRC Music juga akan merilis sebanyak kurang lebih 100 katalog dari band yang berbeda-beda.

Over Power sendiri terbentuk pada Februari 2012 silam, yang berawal dari nongkrong-nongkrong di sebuah warung kopi. Saat itu, formasi mereka dihuni Andre (gitar), Ari Fitra (dram), Midgard (gitar), Widodo (bass) dan Ardy (vokal). Sejak awal, mereka langsung memainkan grindcore dengan pengaruh terbesar datang dari Napalm Death, yang lantas terus berkembang lewat serapan tambahan dari band-band seperti Terrorizer, Morbid Angel, Misery Index hingga Dying Fetus. Sebelum diperkuat formasi sekarang, Over Power telah beberapa kali mengalami proses bongkar pasang formasi. 

Sepanjang karirnya, Over Power telah merilis album mini (EP) berjudul “Power Authority And Bloodshed” yang dirilis oleh Earblast Records (Malaysia) pada 20 Desember 2013. Lalu sempat terlibat di album split “3 Way Grindstruction Split” bersama Grind Division (Kediri) dan Gonorrhoea (Blitar) pada 4 Oktober 2015 yang dirilis dalam format kaset oleh Triple D Records dan Tarung Records, dan dalam format CD oleh Forget The Pain.Inc dan MatixKutu Records pada 19 Oktober 2015. Sekitar enam bulan kemudian, Over Power merilis album promo 2016 bertajuk “Undying Terror” yang sempat pula dirilis oleh Earblast Records. Selain itu, EP “Power Authority and Bloodshed” juga telah dirilis ulang oleh Congor Rebel (Bogor) dalam format kaset pita pada 7 Maret 2017. (Mdy/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *