Proyek Prog-Metal ILP Akhirnya ‘Pecah Telur’

Salah satu karya rekaman cadas yang paling ditunggu tahun ini, yakni proyek band berkontur progressive metal, ILP (Indra Lesmana Project) akhirnya menelurkan sebuah album mini (EP). Sejak 15 Mei 2018 lalu, jejak rekaman pemanasan bertajuk “Sacred Geometry” tersebut telah diluncurkan dalam format digital via inLineMusic.

Ya, kasak kusuk kelahiran ILP telah mengharu-biru ranah musik keras Tanah Air sejak pengumuman audisinya ditebar oleh produser dan kibordis senior Indra Lesmana di media sosial pada Desember tahun lalu. Indra Lesmana sendiri tentunya bukan nama asing di pentas musik Indonesia, apalagi di ranah jazz. Seorang ikon dan maestro yang telah mengenyam asam garam industri musik sejak awal ‘80an. Ia juga dikenal di panggung mainstream lewat beberapa album solo – baik dari genre pop maupun jazz – serta turut membesarkan grup Krakatau era fusion.

EP “Sacred Geometry” sendiri menyuguhkan rangkaian komposisi yang terbagi atas empat bagian, yakni “I. Awakening”, “II. Acknowledge”, “III. Ascension” dan “IV. Acceptation”. Semuanya dieksekusi oleh Indra dan bassis Shadu Shah, plus empat musisi hasil audisi, yakni Karis (gitar), Ray Syarif (gitar), Hata Arysatya (dram) dan Togar (vokal).

Menurut penuturan Indra kepada MUSIKERAS, ia dan Shadu menyeleksi sebanyak 250 musisi peserta audisi dari berbagai daerah di Indonesia. “Mereka yang ikut kebanyakan musisi-musisi rock yang berkualitas, yang jarang terlihat karena tidak mempunyai kesempatan.”

Lantas apa saja yang menjadi kriteria penyeleksian musisi tersebut, dan bagaimana proses penggarapan musik di EP “Sacred Geometry”? Simak ulasan lengkapnya di Majalah Digital MUSIKERAS edisi #18 yang bisa diunduh secara gratis di www.musikeras.com mulai awal Juni 2018 mendatang. (Mdy/MK03)

..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.
j-rocks
Read More

J-ROCKS: Pekik “Merdeka” yang Agresif

Jelang perayaan delapan dekade hari kemerdekaan Indonesia, J-Rocks menjadi salah satu band rock yang terlibat di proyek album kebangsaan “10 Windu Indonesia”.