Luminesce kembali mengajak para pendengarnya untuk meluapkan segala hal yang terpendam. Segala kegelisahan yang tak dapat diungkap serta beban emosional yang terlalu berat lewat lagu terbarunya.
Bagi unit melodic hardcore/metalcore yang berbasis di Jakarta ini, masih banyak perasaan dalam diri mereka yang masih terpendam dan ingin dilampiaskan menjadi satu atau banyak karya.
Di karya rilisan tunggal terbarunya yang bertajuk “Unsaid”, Luminesce ibarat mengekspresikan sebuah lukisan dari perasaan emosional yang tak dapat diungkapkan dan diekspresikan dalam bait-bait lagu.
Menjelaskan perasaan ketika seseorang telah sampai di titik terendahnya dan tidak sanggup menanggung beban emosionalnya sendiri.
Di karya terbarunya ini – setelah sebelumnya memuntahkan “Isolated” pada 11 November 2025 lalu – Luminesce masih mengombinasikan kegesitan melodic hardcore dengan energi metalcore yang segar, lalu dibalut karakter khas Luminesce sendiri.
Para personelnya; gitaris Farhan Mifazi dan Mohammed Farid Al Hafizh, bassis Kausar Rio, dramer Fitra Caesar Rikiza serta vokalis Yudra Arkan memulai proses kreatif penggarapan “Unsaid” pada pertengahan bulan puasa lalu.
Produksinya dieksekusi di dua tempat, yakni di Studio Cikini Icon 109 – yang tak lain merupakan kamar kos elit milik gitaris Hafizh serta juga studio rumahan milik sang dramer di kawasan Ciputat, Jakarta.
Selama proses produksi, mereka menghabiskan waktu selama satu setengah bulan. Termasuk pemolesan mixing dan mastering yang dilakukan secara mandiri.

Ambient Vibes
Kembali ke peracikan musiknya, secara garis besar Luminesce menerapkan elemen metalcore yang kuat, namun kali ini diimbuhi unsur-unsur baru, dimana mereka menyuntikkan pengaruh hardcore modern serta melodic hardcore.
“Bisa sangat terdengar jelas, terutama di bagian bagian chorus. Dan harapan kami itu bisa menjadi sebuah identitas serta warna baru dalam kancah musik nasional maupun internasional,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS.
Jika dibandingkan dengan karya lepas mereka sebelumnya, “Isolated”, target utama dari lagu “Unsaid” adalah agar pendengar bisa mendengarkan riff yang kompleks serta lick khas Luminesce, tapi masih bisa dinikmati oleh berbagai macam pendengar musik keras.
“Perbedaan yang sangat terasa adalah, lagu ‘Unsaid’ butuh effort lebih bagi semua personel untuk memainkannya ketika live dibanding ‘Isolated’.” Memiliki riff yang sedikit lebih kompleks, juga membawa ambient vibes yang lebih gelap.”
Beberapa sumber referensi yang sangat beragam dijadikan sebagai masukan ide bagi Luminesce saat penggarapan musiknya.
Di antaranya datang dari Jesse Doreen (Counterparts) dan Jesse Cash (ERRA) untuk isian gitar, serta beberapa band metalcore/post hardcore seperti Saosin.
Lalu di karakter vokal cenderung mengambil referensi dari Polaris dan Counterparts, Asking Alexandria, Architects hingga Landmvrks.
Sementara karakter bass dan dram menyerap gaya serta karakter modern dari band-band seperti Boundaries, Counterparts, Knocked Loose, Northlane, Polaris, Novelists dan Bring Me the Horizon.
Setelah merasa cukup mengenalkan formula dan karakter musiknya, para personel band bentukan 2024 lalu ini selanjutnya menyiapkan materi tambahan untuk kebutuhan sebuah album mini (EP).
Karya rekaman yang direncanakan bakal disesaki empat lagu tersebut ditargetkan bisa rilis mendekati akhir tahun atau awal 2027 mendatang. Sejauh ini penggarapannya sudah mencapai sekitar 30% dari keseluruhan tahapan produksi.
Video musik lagu “Unsaid” bisa disaksikan melalui tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)