TCWC (The Chance We Created) telah menahan diri dalam ruang kreativitas selama lebih dari satu tahun. Terhitung sejak merilis lagu “Enraged” pada 2 Mei 2025 lalu.
Namun kini, unit metalcore asal Surabaya, Jawa Timur tersebut akhirnya resmi menyudahi masa hiatus mereka, lewat sebuah lagu rilisan tunggal terbaru.
Diberi judul “GNCD”, dimana band bentukan 10 Juli 2023 lalu ini sekaligus menandai babak baru perjalanan kariernya, yang tak lagi diperkuat lima personel.
Kehilangan satu personel, membuat TCWC memilih mantap melangkah ke depan hanya dengan formasi berempat. Diperkuat oleh vokalis Catur Satria Dharma, bassis Masjidi Insak Ansori (Aan), dramer Tri Satya Arief Wardana (Treey) dan gitaris Arnovriansyah (Arno).
Kendati mengalami perampingan, tapi mereka menegaskan bahwa visi, misi dan distorsi khas yang melekat pada identitas TCWC tetap terjaga sepenuhnya. Bahkan kini hadir dengan energi yang jauh lebih solid.
“Alhamdulillah untuk adaptasi sangat cepat, dikarenakan memang dari awal pondasi terkuat kami berada di Arno dan Treey. Jadi kehilangan satu player gitaris dirasa tidak berpengaruh di warna musiknya,” ucap pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan.
Batas Agresi
Dari sisi musikal, “GNCD” menjadi ajang pembuktian bahwa TCWC belum kehilangan taringnya. Jika pada rilisan-rilisan terdahulu mereka nyaman bermain di wilayah penalaan senar (tuning) di Drop B, maka kali ini mereka sepakat menembus batas agresi yang lebih pekat.
Dibangun di atas tempo 148 BPM, lagu baru ini dipersenjatai dengan tuning yang jauh lebih rendah, yaitu di Drop F.
Pilihan ini sengaja diambil untuk mempertegas karakter riff gitar yang cadas, gelap, berat dan memberikan atmosfer intimidatif yang selaras dengan pesan di dalam lagunya.
Namun untuk mengejar target tata suara yang diinginkan, pihak TCWC mengakui ada tantangan dalam pengaturan frekuensi bunyi. Khususnya di pelarasan gitar dan bass.
“Tantangan terbesar gitar dan bass rawan saling bertabrakan karena berada di frekuensi yang sangat rendah.”
“Meski Drop F membuat karakter musik metal lebih berat dan jantan, tapi jika tidak dieksekusi dengan benar, rentan clarity dari gitar dan bass akan hilang, tenggelam seperti dengungan.”
Guna mendapatkan kualitas produksi yang maksimal, proses rekaman, mixing hingga mastering sepenuhnya dipercayakan kepada Rezroll Rcrds, yang sukses mengemas agresi Drop F mereka menjadi sebuah racikan audio yang jernih namun tetap bertenaga.
Proses penggarapan “GNCD” sendiri tidak berbeda dibanding saat meracik materi “Get It”, album mini (EP) sebelumnya yang diluncurkan pada 25 April 2025 lalu. Prosesnya cepat tanpa kendala.
“Jadi sebelum masuk dapur rekaman, kami sudah menyiapkan materi dua bulan sebelumnya, berupa aransemen gitar dan dram. Untuk penulisan lirik (dipercayakan) pada Catur. Hanya membutuhkan satu hari saja untuk membuatnya. Begitu juga nada reff-nya.”
“Karena menurut Catur, ketika instrumen yang dibuat dirasa sangat masuk di hati, proses membuat liriknya pun mudah dan cepat,” tutur band ini menegaskan.

Di balik aransemennya yang beringas, “GNCD” membawa sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani. Sebuah akronim yang menyamarkan kata ‘genocide’ agar tidak terkesan terlalu eksplisit, namun tetap membawa esensi ketegangan yang sama.
Di peracikan komposisi dan aransemennya, masing-masing personel datang dari latar belakang referensi yang berbeda-beda dan beragam.
“Tetapi kami selalu bikin materi secara spontan tanpa menuju referensi apa pun. Apalagi vokalis kami ini suka dengan musik pop dan tidak ada referensi band metal. Jadi kami spontan saja untuk pembuatan ‘GNCD’ ini.”
Tameng Agama
Di balik aransemennya yang beringas, “GNCD” membawa sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani. Sebuah akronim yang menyamarkan kata ‘genocide’ agar tidak terkesan terlalu eksplisit, namun tetap membawa esensi ketegangan yang sama.
Ide penulisan lirik ini juga diinisiasi oleh Catur, pada Mei 2026 lalu, yang lahir dari keresahan mendalam terhadap realitas sosial saat ini, dimana konflik, penindasan terhadap masyarakat sipil yang tak berdosa serta penyalahgunaan kekuasaan kerap terjadi.
Bagi TCWC, menyuarakan isu ini lewat musik adalah sebuah keharusan.
“Kami percaya satu suara kecil sekalipun bisa menjadi pemantik untuk membuka mata masyarakat. Jangan mau diadu domba oleh kepentingan politik yang menggunakan tameng agama,” seru mereka.
Lagu “GNCD” yang telah tersedia di berbagai gerai musik digital – juga video lirik di kanal YouTube – sejak 7 Agustus 2026 lalu ini juga diproyeksikan sebagai gerbang pembuka menuju perilisan EP terbaru mereka.
Kemungkinan EP tersebut bakal disesaki lima atau enam lagu, dan akan dilepas ke pendengar satu demi satu. Tapi sejauh ini, belum ditetapkan kapan tepatnya perilisannya. (@mudya_mustamin/MK01)