J-Rocks kembali menggaungkan karakter musiknya yang khas; modern, powerful dan penuh energi di lagu rilisan tunggal terbarunya, yang bertajuk “Merdeka”.
Lagu itu merefleksikan semangat kemerdekaan Indonesia, yang mengajak generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui karya, prestasi dan kontribusi nyata.
“Merdeka” sendiri merupakan salah satu lagu yang bakal termuat di album kompilasi berjudul “10 Windu Indonesia”.
Sebuah proyek yang melibatkan sejumlah musisi dan kreator Indonesia dengan pendekatan musik yang beragam. Tujuannya agar pesan kebangsaan dapat disampaikan melalui karya yang relevan dan dekat dengan generasi masa kini.
Memasuki delapan dekade perjalanan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, “Merdeka” dihadirkan bukan hanya sebagai pengingat terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Tetapi juga, sebagai refleksi mengenai bagaimana semangat kemerdekaan dapat terus diwujudkan di masa kini dan masa depan.
Bagi J-Rocks, lagu tersebut menjadi bentuk ekspresi sekaligus kontribusi melalui musik—bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan atau sejarah, tetapi dapat terus hidup melalui karya dan prestasi generasi Indonesia.
“Merdeka bukan sekadar cerita masa lalu. Merdeka adalah semangat yang harus terus hidup melalui karya dan prestasi,” seru mereka.

Neo-Classical
Dari sisi musikalitas, komposisi musik di “Merdeka” dibuat oleh vokalis dan gitaris J-Rocks, Iman Taufik Rachman. Sementara peracikan aransemennya, juga melibatkan gitaris Sony Ismail Robayani, bassis Swara Wima Yoga, dramer Anton Rudi Kelces serta bersama produser Pay Burman (BIP).
Mantan gitaris Slank itu pula yang pertama kali menawarkan J-Rocks untuk bergabung di proyek “10 Windu Indonesia”. “Tentu saat bang Pay ngajak, kami langsung excited,” seru Iman kepada MUSIKERAS, mewakili rekan-rekannya di band.
Dari situ, mereka lantas menerima materi tulisan tangan lirik dari produser eksekutif proyek “10 Windu Indonesia”, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Iman pun langsung kebayang harus seperti apa nuansa lagu dan musiknya.
“Harus yang ngerock dan agresif. Ada scream-nya, ada nuansa hardcore-nya, ada unsur breakdown…. Sound gitar harus yang agak berat dan ada unsur fuzz-nya juga,” urai Iman lagi, semangat.
Alasannya, lanjut Iman, karena saat itu ia membayangkan bagaimana perjuangan para pejuang dan kakek Iman yang kebetulan juga pejuang kemerdekaan saat itu.
“Para pejuang berjuang dengan darah dan air mata, dan pesan ini juga harus sampai untuk generasi sekarang supaya kita harus ingat bagaimana jaman dulu para pejuang begitu tulusnya berjuang untuk kemerdekaan.”
“Dan tentunya, kita sebagai generasi sekarang harus merasa malu kalau kita jadi orang yang nggak bener, dalam berbangsa dan bernegara sekarang ini.”
Bagi J-Rocks, ini pengalaman pertama kali mereka dalam membuat lagu yang dimulai dari lirik terlebih dahulu. Tapi untungnya, nada lagu dan tulisan lirik bisa benar-benar sesuai.
Proses diskusi, tukar pikiran serta jamming untuk mencari aransemen yang tepat dilakukan di studio milik Pay. Proses itu terbilang singkat, aransemen bisa rampung dalam sehari. Lalu dilanjutkan dengan proses rekaman yang juga berlangsung dalam satu hari.
Seperti yang sudah disinggung Iman di atas, konsep musik keseluruhan yang diterapkan cenderung agresif dengan menyuntikkan elemen grunge, hardcore serta nuansa khas J-Rocks tentunya.
“Juga ada (permainan) interlude di gitar yang sedikit berbau shred neo-classical. Kami juga masukkan unsur string orchestra supaya terasa lebih beda. Dan tentunya, sentuhan bang Pay sebagai produser pasti ada magic-nya… hahaha!”
Untuk mendapatkan karakter distorsi yang diinginkan, Iman mengaplikasikan fuzz sound di gitarnya. Sementara Sony menonjolkan hi-gain sound yang modern.
“Sementara di dram dan bass tentunya menyesuaikan dengan lagunya. Untuk part vokal ada scream panjang yang mungkin belum pernah ada di lagu-lagu J-Rocks sebelummya!”
Lagu “Merdeka” sudah tersedia di berbagai gerai musik digital, termasuk video musik resminya yang bisa ditonton via tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)