BURGERKILL: Napak Tilas “Beyond Coma and Despair”

Album penuh ketiga Burgerkill ini menjadi salah satu tonggak sejarah pergerakan musik cadas ‘bawah tanah’ di Indonesia, dan yang terbaik sepanjang masa.
burgerkill
Sampul Album “Beyond Coma and Despair”

Burgerkill baru saja mengakhiri kerjasamanya dengan label besar, Sony Music Entertainment Indonesia, saat menjelang perilisan album “Beyond Coma And Despair”.

Kontrak dihentikan pada November 2005 karena tidak tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak terkait materi untuk album baru.

Sebelumnya, unit cadas asal Bandung, Jawa Barat ini meluncurkan album penuh keduanya, “Berkarat” melalui label tersebut. Tepatnya pada 19 Desember 2003 silam.

Sementara album debut “Dua Sisi”, juga sempat dirilis ulang via Sony dua tahun kemudian. Berselang hampir lima tahun sejak diedarkan pertama kali pada 9 Juni 2000 via label independen Riotic Records.

(Baca selengkapnya tentang album “Dua Sisi” di tautan artikel ini)

Saat pengerjaan “Beyond Coma And Despair”, Burgerkill yang dibentuk pada 11 Mei 1995 ini diperkuat formasi gitaris Aries ‘Eben’ Tanto, vokalis Ivan ‘Scumbag’ Firmansyah, gitaris Agung ‘Hellfrog’ Ridho Widhiatmoko dan bassis Abdul Kandris aka Abah Andris.

Saat itu, dramer Toto Supriatin baru saja mengundurkan diri. Sehingga, tugas di balik perangkat dram diambil alih oleh Andris, yang juga sekaligus mengeksekusi isian bass di rekaman.

“Masa pengerjaan album ini lumayan memakan waktu yang cukup panjang. Kurang lebih empat tahun,” ujar Agung yang dihubungi MUSIKERAS.

Agung Hellfrog saat ini menjadi satu-satunya personel Burgerkill dari sesi rekaman “Beyond Coma And Despair” yang sampai sekarang masih mengawal grup kebanggaan para barudak metal Bandung ini.

Ivan Scumbag meninggal dunia pada 27 Juli 2006 saat baru berusia 28 tahun. Beberapa minggu menjelang perilisan album ketiga tersebut.

Lalu Eben, sang pendiri dan motor penggerak utama Burgerkill, berpulang ke pangkuan Ilahi pada 3 September 2021 di usia 46 tahun.

Sementara Abah Andris, telah mengundurkan diri dari formasi Burgerkill sejak 30 Mei 2016, setelah ikut berkontribusi di band tersebut selama lebih dari 16 tahun.

Piringan Hitam

Materi lagu-lagu di “Beyond Coma And Despair” mulai direkam pada awal Februari 2006 di Massive Studio, Bandung.

Menurut Agung, proses rekamannya menghabiskan jadwal lebih dari 100 shift. Mulai dari sesi rekaman hingga ke pemolesan mastering.

“Lagu-lagu yang ada di ‘Beyond’ semuanya baru. Benar-benar proses murni dan karya baru setelah (pengerjaan) album ‘Berkarat’. Dan saya terlibat dari proses pertama kali untuk semua karya,” urai Agung lagi memastikan.

Di album berdurasi total hampir 60 menit dengan dominasi musik yang mengombinasikan elemen hardcore dan metalcore awal, death metal serta groove metal tersebut, terbilang menghadirkan cukup banyak tantangan teknis.

Khususnya bagi Agung sendiri, ia merasa cukup kesulitan saat merekam isian bagian intro dan outro di lagu “Anjing Tanah”. Terbilang kompleks karena butuh penanganan khusus.

“Proses mic-ing perlu treatment khusus dan pencarian nada akhir komposisi tersebut dilakukan di studio secara spontan,” tuturnya, mengungkap alasan. 

Tapi dari keseluruhan lagu yang termuat di album “Beyond Coma And Despair”, Agung menyebut komposisi “Shadow of Sorrow” sebagai lagu terfavoritnya.

“Karena lagu itu menjadi salah satu anthem buat Burgerkill, dan part solonya juga menjadi salah satu identitas saya dalam bermain komposisi melodi.”

Selain para personel Burgerkill, sesi rekaman “Beyond Coma And Despair” juga melibatkan beberapa musisi tamu.

Khusus di lagu yang dijadikan judul album, ada alunan kibord dari Rara Utami serta gesekan biola dari Ardiles Septuaginta dan Nia Ranadhania Aladin. Isian Rara juga bisa didengarkan di lagu “Anjing Tanah”.

Album “Beyond Coma And Despair” yang diproduseri oleh Yayat Achdiyat dan Burgerkill ini, dirilis secara independen di Indonesia pada 16 Agustus 2006 via label Revolt! Records.

Lalu dua tahun kemudian, di tanggal dan bulan yang sama, dirilis ulang oleh Xenophobic Record untuk wilayah distribusi Australia.

Pada 18 September 2014, “Beyond Coma And Despair” dicetak ulang dalam jumlah terbatas. Kali ini dalam format piringan hitam (vinyl) dan diedarkan secara online melalui Chronic Rock Merch dan situs resmi label Demajors. Salah satu rilisan piringan hitam yang saat ini sudah terbilang langka di pasaran dan banyak diburu para kolektor.

Saat ini, album “Beyond Coma And Despair” masih bisa didengarkan di berbagai gerai digital. Termasuk di laman Bandcamp. (@mudya_mustamin/MK01)

Susunan lagu:

  1. Darah Hitam Kebencian
  2. We Will Bleed
  3. Shadow of Sorrow
  4. Laknat
  5. Angkuh
  6. Suffer to Death
  7. Anjing Tanah
  8. Last Escape
  9. Agony Remains Insane
  10. Atur Aku (Puppen cover)
  11. Beyond Coma and Despair
  12. Unblessing Life
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
j-rocks
Read More

J-ROCKS: Pekik “Merdeka” yang Agresif

Jelang perayaan delapan dekade hari kemerdekaan Indonesia, J-Rocks menjadi salah satu band rock yang terlibat di proyek album kebangsaan “10 Windu Indonesia”.
luminesce
Read More

LUMINESCE: Bauran Emosional Hardcore/Metalcore

Digerakkan perasaan emosional yang belum terlampiaskan sepenuhnya, Luminesce kembali rilis karya lagu baru yang sarat bauran melodic hardcore dan metalcore.