Kebutuhan untuk tampil orisinil akhirnya berhasil diwujudkan Jonkoppings, sebuah unit rock asal Pamulang, Tangerang Selatan. Setelah melepas single bertajuk “Hey Nona!”, mereka pun dengan bangga meluncurkan album penuh perdana yang diberi label, “Mandatory”. Di karya rekaman terbaru tersebut, Jonkoppings memadukan musik rock yang biasa mereka mainkan dengan beberapa memori akan musik dari era ‘90an yang telah menempel secara alami di telinga para personelnya.
Karena, Emir Oktarianto (gitar), Ulama Andika (gitar), Aldian Dimas Faturrachman (bass), Fajar Darmasto (vokal) dan Fachri Arjuna (dram) rata-rata dilahirkan pada era ‘90an sehingga secara tidak sadar musik-musik dari era tersebut turut memengaruhi kreativitas musikal mereka saat ini. Dan dibanding dua album mini (EP) yang telah mereka rilis sebelumnya, yakni “Cigarette” (2012) serta “Enigmatic Girl” (2016), Jonkoppings merasa lebih membuka pintu terhadap ide-ide dan gagasan baru yang berada di luar zona nyaman mereka.
“Kami banyak memanggil ulang memori melodi-melodi yang kami dengar saat masih kanak-kanak, yaitu sekitar tahun ‘95an. Kami banyak terinspirasi dari beberapa musik lokal pada era tersebut. Kami juga mendengarkan Sex Pistols, Weezer, Misfits, The Adams dan lain sebagainya. ‘Mandatory’ kami anggap merupakan kejujuran kami kepada pendengar. Kami mecoba untuk lebih jujur dan tidak memperdulikan kondisi skena musik sekitar meskipun tema lagu dari album ini banyak yang mengambil dari kehidupan sehari-hari. Kami membuat musik yang sesuai dengan keinginan kami. (Bahkan) Sejujurnya, referensi kami pada album ini lebih sedikit ketimbang karya kami sebelumnya, karena kami memang sengaja ingin mengeluarkan originalitas yang berasal dari basic genre kami dan juga pengalaman personal dari diri kami sendiri. Kami tidak mematok suatu referensi untuk diikuti, kami benar-benar melepaskan apa yang ingin kami mainkan. Dapat disimpulkan juga ‘Mandatory’ merupakan integrasi dari playlist harian kelima personel Jonkoppings,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan.
Lagu “Hey Nona!” sendiri yang dijadikan single pembuka, didasari oleh sebuah puisi berjudul “Puisi Nona”, karya Septian Adi S., rekan kuliah gitaris Jonkoppings. Lagu tersebut direkam di Teenpam Records, sebuah studio musik yang dikelola langsung oleh dramer Jonkoppings. Proses pembuatannya tidak memakan waktu yang begitu lama, hanya sekitar satu minggu untuk penggarapan teknis.
“Sebelumnya, lagu tersebut memang sudah kami rekam dalam format akustik lewat perekam suara di ponsel sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadikannya seperti sekarang. Pada awalnya kami hanya ingin menulis sebuah lagu dengan gaya yang berbeda, namun masih memiliki dasar dari karakter musik kami. Ibaratnya seperti Misfits yang mempunyai lagu ‘Saturday Night’. Kami juga ingin memiliki sebuah lagu yang dapat dinyanyikan banyak orang dan mudah dihafal.”
Selain “Hey Nona!”, Jonkoppings juga memasukkan lagu “Cigarette” dan ”Jalan Raya” dari EP “Cigarette”. Alasannya, karena kedua lagu tersebut mereka rasa mewakili identitas awal Jonkoppings. Namun di sisi lain, mereka juga merasa bahwa versi lama lagu tersebut masih belum mewakili identitas yang mereka inginkan saat ini. Oh ya, EP “Cigarette” dan “Enigmatic Girl” sendiri masih bisa didengarkan di kanal Soundcloud Jonkoppings secara gratis.
Jonkopping yang terbentuk pada 2011 silam diawali dari pertemanan Emir, Aldian, Fajar, Ulama serta dramer pertama mereka, Rommy Bayu Tirta di sebuah sekolah menengah pertama. Tak lama, mereka langsung mendapat kesempatan tampil di sebuah pentas seni sekolah mereka, yang lantas berlanjut ke acara-acara musik di sekolah lain hingga ke acara-acara musik lokal lainnya di seputaran Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan pada saat mereka SMA. Pada 2012, Jonkoppings tercatat pernah masuk nominasi Favorite New Comer 2012 di halaman situs ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Awards).
Pada awal Jonkoppings terbentuk, banyak inspirasi yang didapatkan saat merokok diam-diam di kamar mandi sekolah. Itulah salah satu alasan menggunakan ‘jonkoppings’ – sebuah nama merek korek api kayu asal Swedia – sebagai nama band. (Mdy/MK01)
.