Ini Ungkapan DREAM THEATER Seputar Album Barunya

Dream Theater mulai memanaskan mesinnya untuk menyambut perilisan album terbarunya. Telah dijadwalkan, unit progressive metal legendaris tersebut bakal melepas karya rekaman album gres bertajuk “Distance Over Time”, pada 22 Februari 2019 mendatang. Kali ini, tak lagi diedarkan via label Roadrunner Records, melainkan lewat InsideOut Music, label rekaman yang dikenal banyak menaungi band-band progressive seperti Kansas, Steve Hackett, Devin Townsend, Fates Warning, Kaipa, King’s X, Pain of Salvation, Riverside, Shadow Gallery, The Flower Kings, Transatlantic hingga Sons Of Apollo, band baru yang digerakkan dua mantan personel Dream Theater, yakni Mike Portnoy dan Derek Sherinian.

Untuk menyambut perilisan tersebut, pihak band yang masih dihuni formasi John Petrucci (gitar), John Myung (bass), James LaBrie (vokal), Jordan Rudess (kibord) dan Mike Mangini (dram) telah menayangkan tiga seri video yang berisi wawancara eksklusif, dimana para personel Dream Theater duduk bersama membahas banyak hal di balik penggarapan rekaman “Distance Over Time”. John Petrucci sendiri kembali menakhodai produksi album terbaru tersebut, yang juga dibantu oleh Ben Grosse (mixing) serta Tom Baker (mastering).

“Sebagai seorang produser,” beber John Petrucci, “Target utama saya adalah berusaha menciptakan sound terbaik Dream Theater dari yang pernah kami lakukan sebelumnya sehingga para pendengar kami bisa menyatu dengannya. Saya sungguh-sungguh ingin rekaman ini merefleksikan semangat, kesenangan serta gairah yang dilibatkan dalam prosesnya, agar orang-orang (yang mendengarkan) bisa merasakan kealamian, energi murni serta kepribadian band yang tertangkap saat menjalani proses rekaman di studio. Bagi saya, rasanya (target) itu tercapai dan saya berharap orang-orang pun merasakan yang sama.”

Para personel Dream Theater mulai menggarap materi “Distance Over Time” sejak Juni dan berlangsung hingga September 2018 lalu. Mereka bersama-sama mengarantina diri dan mengeksekusi segalanya di Yonderbarn, sebuah studio di kawasan Monticello, New York. “Rasanya seperti pergi berkemah di musim panas,” kenang James LaBrie.

Roda karir Dream Theater digulirkan pertama kali oleh John Petrucci, John Myung dan Mike Portnoy saat sama-sama menimba ilmu musik di Berklee College of Music, di Boston, Massachusetts, AS. Ketika memulainya pada 1985 silam, mereka mengibarkan nama Majesty, sebelum menggantinya menjadi Dream Theater tiga tahun kemudian. Dalam perjalanannya, sempat terjadi beberapa kali pergantian formasi. Sebelum formasi sekarang, Dream Theater pernah dihuni vokalis Chris Collins dan Charlie Dominici di era awal, lalu kibordis Kevin Moore (1985–1994) dan Derek Sherinian (1994–1999). Salah satu pendirinya, Mike Portnoy menarik diri pada 8 September 2010 dan digantikan oleh Mike Mangini yang pernah menghuni band rock Extreme. Sejauh ini, Dream Theater telah merilis 13 album studio, dengan angka penjualan keseluruhan mencapai lebih dari 8 juta keping di seluruh dunia.

Dream Theater tercatat tiga kali menggelar konser di Indonesia, diawali di Mata Elang International Stadium, Ancol pada 21 April 2012, lalu di Lapangan D Senayan pada 26 Oktober 2014 dan di panggung “Jogjarockarta Festival 2017” di Yogyakarta pada 28 dan 29 September 2017. (MK03)

Kredit foto: Mark Maryanovich

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
evanescence
Read More

EVANESCENCE: Hanya Gelar Konser di Malaysia

Dalam rangkaian tur dunianya, Evanescence bakal gelar konser secara eksklusif di Kuala Lumpur, Malaysia. Satu-satunya negara yang terpilih untuk Asia Tenggara.
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.