Hanya Dua Personel, SADGHOST Terus Melaju

Kehilangan dua personel rupanya tidak mematahkan semangat SadGhost, ‘band’ beraliran metalcore asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk tetap terus berkarya. Terhitung sejak 29 Oktober 2018 hingga 16 November 2018 lalu, dua personelnya yang tersisa meneruskan eksistensi SadGhost dengan melakukan rekaman sebuah single terbaru bertajuk “Degradasi”.

Tadinya, SadGhost yang terbentuk pada akhir 2017 lalu dihuni vokalis Dayat Mahendra, bassis Ahmad Sadjali, gitaris Riduan dan dramer Fajar. Formasi ini bahkan sempat menelurkan single pertama berjudul “Rage”. Sayangnya, Dayat dan Ahmad Sadjali tidak bertahan lama. Untuk memenuhi kebutuhan band di lini bass dan vokal, akhirnya Riduan dan Fajar meminta bantuan dua musisi additional, yakni Adhe dari Never Deep Inside (bass) serta Kristian Kaharap (vokal).

Dari tuturan Riduan dan Fajar kepada MUSIKERAS, mereka melakukan rekaman “Degradasi” dengan eksperimen sound serta penerapan teknologi yang seadanya, menggunakan gitar Stratocaster dengan pickup single passive, lalu micing (todong mikrofon) menggunakan sound lokal dan perangkat efek seadanya.

“Karena kami ingin SadGhost memiliki sound dan warna musik sendiri, dan tidak selamanya kami terpatok pada equipment itu-itu saja. Kami hanya ingin menikmati sebuah proses dan eksperimen. Untuk proses rekaman, mixing, mastering kami lakukan sendiri.”

Di “Degradasi”, SadGhost memadukan ketukan-ketukan old school dengan riff-riff gitar metalcore, yang juga dibumbui dengan petikan djent serta sedikit apreggio dan squence musik new wave. “Kami berkiblat pada (band) Wage War, Kapital dan Architect,” cetus pihak SadGhost terus-terang.

Rencananya, setelah melepas single “Degradasi”, SadGhost bakal mengeluarkan single ketiga dengan konsep yang berbeda dibanding lagu-lagu sebelumnya. Sementara untuk album mini (EP) atau album penuh, mereka mengaku belum memikirkannya.

Oh ya, lirik “Degradasi” sendiri membahas tentang krisis yang telah terjadi di lingkungan sosial sekitar kawan bisa menjadi lawan, mengubah putih menjadi hitam, layaknya gradasi warna. SadGhost berasumsi penyebab kemunduran ini adalah sebuah argumentasi yang tak bermakna, enggan saling berkomunikasi untuk menyelesaikan permasalahan, hingga terjadi hal buruk bahkan sebuah pertikaian.

“Harapan kami, seiring berkembangnya zaman, tidak ada lagi sang provokator omongan di belakang, yang ada hanya sebuah komunikasi mencari jalan tengah untuk sebuah penyelesaian masalah. Tidak dengan cara keberpihakan lalu meninggalkan masalah.” (aug/MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.