Walau telah menyudahi tur finalnya pada Desember 2015 lalu, namun bukan berarti grup glam-metal legendaris, Mötley Crüe juga berhenti berkarya. Kini unit rock yang dikenal paling ugal-ugalan tersebut tengah bersiap-siap merayakan perilisan “The Dirt”, sebuah film tentang perjalanan karir Motley Crue menuju kesuksesan, yang didasari buku biografi “The Dirt: Confessions of the World’s Most Notorious Rock Band” karya Neil Strauss dan Motley Crue.
Sudah bisa dipastikan, “The Dirt” bakal dirilis secara resmi pada 22 Maret 2019 mendatang via jaringan televisi berbayar, Netflix. “Baru saja menyaksikan film ‘The Dirt’, keren sekali. Tak sabar orang-orang bisa segera menyaksikannya,” tulis vokalis Vince Neil via akun Twitter pribadinya, pada 3 Desember 2018 lalu.
Di film tersebut, empat figur publik dari dunia musik dan film dipilih untuk memerankan keempat sosok personel Motley Crue. Mereka adalah rapper Machine Gun Kelly yang berperan sebagai Tommy Lee (dram), aktor asal Inggris, Douglas Booth memerankan sosok Nikki Sixx (bass), lalu bintang film “The Punisher”, Daniel Webber untuk peran sebagai Vince Neil, serta bintang serial “Game of Thrones”, Iwan Rheon sebagai Mick Mars (gitar).
Jalan panjang berliku mewarnai perjalanan produksi film “The Dirt” ini. Awalnya, pada 2006 silam, idenya sempat dibawa ke Paramount Pictures dan MTV Films. Lalu, sutradara Larry Charles sempat dipilih untuk mengeksekusi filmnya. Namun segalanya tak berjalan mulus, produksi film tersebut menemui jalan buntu. Pada November 2013, sutradara Jeff Tremaine lantas direkrut untuk merampungkan “The Dirt”. Jeff sebelumnya dikenal lewat karya “Jackass” (MTV), “Jackass 3D”, “Bad Grandpa” serta “The Wild and Wonderful Whites of West Virginia”. Sempat nyangkut di Focus Features, hak penayangan “The Dirt” secara keseluruhan akhirnya dibeli oleh Netflix pada Maret 2017, yang lantas menggarap produksinya sejak Februari 2018 di New Orleans, Louisiana.
Oh ya, untuk kebutuhan “The Dirt”, para personel Motley Crue juga secara khusus merekam empat lagu baru bersama produser Bob Rock. Lewat cuitan di Twitter, Vince Neil menegaskan bahwa walaupun mereka telah terikat kontrak untuk tidak menggelar tur konser lagi, namun bukan berarti roda kreativitas mereka juga ikut terhenti. “(Karena) Kami tak pernah bubar atau pun tak akan membuat musik lagi,” cetusnya menegaskan.
Sepanjang karirnya yang terbentang sejak 17 Januari 1981, Mötley Crüe sempat mengalami perubahan formasi. Saat menggarap album “Mötley Crüe” (1994), posisi vokal diisi oleh John Corabi (The Scream), sementara di album “New Tatto” (2000), posisi Tommy Lee digantikan Randy Castillo (Ozzy Osbourne). Album studio Mötley Crüe lainnya adalah “Too Fast for Love” (1981), “Shout at the Devil” (1983), “Theatre of Pain” (1985), “Dr. Feelgood” (1989), “Generation Swine” (1997) dan yang terakhir, “Saints of Los Angeles” (2008).
Lagu-lagu terbaik yang membuat nama Mötley Crüe abadi di kancah rock dunia antara lain adalah “Bitter Pill”, ”Girls, Girls, Girls”, “Kickstart My Heart”, “Wild Side”, “Dr. Feelgood”, “Same Ol’ Situation (S.O.S.)”, “Home Sweet Home”, “Don’t Go Away Mad (Just Go Away)”, “Without You”, “Too Fast for Love” dan “Shout at the Devil ’97”. (MK03)
.