Langsung saja. Kenapa ngeri? Karena menurut penuturan gitarisnya, Rob Cavestany, materi lagu-lagu baru Death Angel bakal jauh lebih gelap dibanding album-album sebelumnya dan sarat luapan kemarahan. Sejauh ini belum ada judul resmi yang ditetapkan untuk album tersebut. Tapi satu yang pasti, bakal dirilis pada awal 2019 mendatang via label Nuclear Blast.
Para personel salah satu monster thrash metal asal California (AS) ini, yakni Rob, Mark Osegueda (vokal), Ted Aguilar (gitar), Will Carroll (dram) dan Damien Sisson (bass) menggarap materi baru albumnya di AudioHammer Studios di Sanford, Florida bersama Jason Suecof, produser yang sebelumnya juga mengeksekusi penggarapan album “Relentless Retribution” (2010) dan “The Dream Calls For Blood” (2013).
“Sebentar lagi rampung semuanya,” ungkap Rob menjanjikan. “Album ini sarat kemarahan. Semakin gelap… sangat gelap. Tapi diimbangi dengan harapan, energi positif.”
Mark Osegueda menambahkan, kali ini musik Death Angel semakin agresif dan tanpa basa-basi. Tetapi, ia juga menegaskan banyak variasi musikal yang mereka suntikkan, sebuah nuansa yang tak dilakukan oleh banyak band thrash metal. “Saya pikir itu yang membuat kami berbeda dibanding lainnya. Sesuatu yang original, seuatu yang selalu kami pertahankan,” tuturnya kepada The Metal Voice.
Death Angel terbentuk pada 1982 silam, dan sejauh ini sudah merilis delapan album studio. Mereka disebut-sebut sebagai salah satu band penting dalam penyebaran dan pengembangan thrash metal dari kawasan Bay Area, yang masuk dalam deretan band elit sejenis seperti Metallica, Megadeth, Slayer, Anthrax, Testament, Exodus dan Overkill). Death Angel pernah menggelar konser di depan publik metalhead Jakarta, tepatnya pada 8 Mei 2011 di Bulungan Outdoor di Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. (MK03)
Kredit foto: KG Photography