Nyawa Baru SCARS THE DIVINE Siapkan EP

Setelah menghasilkan dua single bertajuk “Recovery” dan “Black Cold Hearted” yang sarat entakan distorsi deathcore, unit cadas asal Cibatu, Garut, Valentine Is Die yang sudah terbentuk sejak Januari 2015 mendadak mengumumkan penggantian namanya. Belum lama ini, mereka memutuskan untuk mengibarkan identitas baru dengan nama Scars The Divine.

Scars The Divine yang berarti ‘melukai sang dewa’ tersebut mereka baptiskan  dengan harapan jalan ke depan yang mereka lalui akan membaik. Seperti yang mereka tuturkan lewat naskah siaran pers resminya: “Maknanya mengharap pengampunan atas kesalahan yang telah dilakukan pada Sang Kuasa. Makna suatu perubahan menuju jalan yang membaik setelah mengalami luka perjalanan dalam hidup. Scars The Divine telah dijadikan sebuah nama dan babak baru untuk menggantikan Valentine Is Die dengan harapan adanya sebuah perubahan dan pendewasaan diri dalam berkarya maupun dalam kehidupan individu atau kelompok.”

Tapi salah satu alasan kuat yang melatar-belakangi penggantian nama adalah formasi baru yang dirasakan memang sudah tidak mewakili Valentine Is Die lagi. “Atmosfer Valentine Is Die sudah hilang dengan materi terbaru kami ini. Nama baru, warna musik baru, personel baru, kami rasa ini udah bukan Valentine Is Die lagi,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

Scars The Divine sendiri kini diperkuat Agus Sonjaya (dram), Rijaldi (gitar), Rifqi (bass) dan Faisal Prayuda (vokal). Sebenarnya formasi ini sudah mulai bekerja sama saat penggarapan single “Black Cold Hearted”, dan mulai merasakan perubahan di situ. Olahan musiknya berbeda dibanding sebelumnya karena adanya kontribusi dari dua personel baru, Rifki dan Rijaldi. Keduanya masuk menggantikan posisi gitaris Miftah M Rizkilah serta bassis M Tsani yang mengundurkan diri karena terhadang kendala jarak.

“Dan untuk konsep warna musik kami kali ini,” lanjut para personel Scars the Divine lagi, “Kami mencoba meracik beberapa influence tiap personel yang berbeda, kami kombinasikan dan menjadi salah satu materi yang berbeda. Yaa nanti bisa di-review sendiri kalau sudah rilis….”

Saat ini, Scars The Divine yang antara lain banyak menyerap pengaruh musikal dari band-band seperti Black Dahlia Murder, Thy Art Is Murder, Slaughter to Prevail dan Make Them Suffer tengah menyiapkan materi album mini (EP) yang bakal diberi judul “Living For Cleansing” yang rencananya bakal mereka rilis pada Juni 2019 mendatang. “Untuk prosesnya sudah beres sekitar 75℅, tinggal mempersiapkan segalanya untuk merilis fisiknya,” ungkap pihak band menjanjikan. (aug/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.