BLACK HORSES Rayakan Perilisan “Mr.Glass”

Tidak butuh waktu lama, perkenalan yang cukup mengesankan lewat single “Martyr” yang diluncurkan pada Mei 2019 lalu, kini langsung ditindaklanjuti oleh Black Horses lewat single baru bertajuk “Mr. Glass” (Splectrum Records). Rencananya, menandai perilisan resminya, unit rock asal Bogor tersebut bakal menggelar konser mini tunggal di Hard Rock Cafe, Jakarta, 29 Juni 2019 mendatang.

Acara tersebut, menurut pihak band, tidak memungut bayaran tiket sama sekali. Cukup datang, pesan satu botol bir, dan silakan menikmati suguhan rock ‘70an yang jujur dengan geberan suara yang memukau. Gerbang akan dibuka pada pukul 19:00 WIB dan Black Horses akan mengumandangkan not pertamanya sejam kemudian.

Di single “Mr.Glass”, kali ini Black Horses yang dihuni formasi Rafi Syachdan (vokal), Kevin Indriawan (gitar), Lucky Azary (bass) dan Julian “Jul” Aditya Karnajaya (dram) mencoba membuktikan dengan lantang tentang bagaimana seharusnya musik rock terdengar. Masih tetap berjuang dalam misi membangkitkan semangat musik rock ‘70an yang hampir punah termakan fitur autotune.

“Udah bosen dengerin ramainya musik elektronik yang kebanyakan ‘bohong’. Semua dramnya di-quantized, vokal pakai autotune, sampling lagu orang. Musikalitas era ’70an itu (selain jujur) ekspresif banget. Apa yang kita denger di rekaman itu memang real peformance dari musisinya. Nggak ada automation, nggak ada pitch correct, nggak ada copy paste. Just pure musicianship,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.

Di single kedua tersebut, Black Horses yang banyak terinspirasi band-band rock legendaris seperti Led Zeppelin, Black Sabbath, Deep Purple, Free hingga Rush tetap mempertahankan dan mendewakan proses produksi analog, tanpa menggunakan fitur-fitur yang dianggap bisa menghilangkan esensi musik itu sendiri. Begitu pula untuk proses mixing dan mastering yang masih dieksekusi dengan teknik vintage analog, yang dipercayakan pada Pandji Dharma di Palmhouse Studio.

“Mr.Glass” sendiri sudah bisa didengarkan di Spotify, iTunes, Apple Music serta berbagai gerai digital lainnya. Rencananya, setelah “Mr.Glass”, Black Horses bakal langsung fokus untuk merampungkan album penuh yang bakal dirilis akhir tahun ini.

Karir Black Horses sendiri mulai bergulir sejak awal 2015 lalu. Mereka langsung bermain musik dan mulai menciptakan lagu. Mereka dipertemukan oleh kecintaan kepada musik dan visi misi yang sama. Nama Black Horses dipilih lantaran terinspirasi dari kisah Four Horsemen of Apocalypse yang menganalogikan tiap personelnya. (aug/MK03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.