Pejuang doom/stoner dari kota Ponorogo, kembali menelurkan satu amunisi baru pada medio tahun ini. Kali ini adalah sebuah album split hasil kolaborasi mereka dengan Selfexile, trio doom/stoner dari kota Sokolov, Ceko. Bertajuk “Cannabisoid”, album mini (EP) tersebut memuat empat buah lagu. Masing-masing band mempersembahkan dua trek. Vanagandr menyodorkan single “Acid Dive” dan “Collision”, sementara Selfexile meraungkan “Moribundus” serta “Zeru Vase Duse”.
Kolaborasi kedua pihak sendiri terpacu dari ‘pertemuan’ di jejaring situs musik online, Bandcamp, dimana pada saat itu, status mereka sama-sama baru saja merilis album baru. Karena bermain di ceruk dan domain musik yang serupa, serta saling mengakui bahwa Black Sabbath adalah kiblat musik mereka, maka tak sukar untuk merealisasikan album kolaborasi lintas negara tersebut.
“Pengalaman menarik saat penggarapan split ‘Cannabisoid’ ini terjadi melalui algoritma rekomendasi musik di situs musik Bandcamp. Kami dan Selfexile ‘bertemu’ di hashtag ‘doom-stoner’. Berangkat dari rasa penasaran, kami mencoba mendengar materi mereka, mengajukan pertemanan ke mereka, lantas ‘iseng’ mengirim e-mail yang pada intinya kami berminat untuk mengajukan kerjasama merilis album split bersama. Mereka pun merespon cepat dan bersedia untuk mengerjakan album split ini,” beber Vanagandr kepada MUSIKERAS.
Saat menyiapkan “Cannabisoid” sebenarnya Vanagandr yang kini dihuni kuartet Gigih Kurnia (gitar), Anggient (bass), Adhistya (dram) dan Arga Kurnia (vokal) sempat mengalami sedikit kendala. Selfexile awalnya mengajukan ide untuk merilisnya dalam format piringan hitam (vinyl), namun pihak Vanagandr keberatan dengan pertimbangan biaya produksi yang pasti bakal membengkak, mengingat kedua band sepakat untuk merilis album split tersebut tanpa kerjasama dengan label rekaman tertentu.
“Akhirnya mereka pun setuju untuk merilisnya dalam format CD dengan jumlah yang sangat terbatas, yaitu sekitar dua lusin kopi, dengan sistem pembagian royalti 10 keping CD saja untuk mereka, sedang sisanya menjadi jatah kami, karena semua produksi termasuk artwork dan tetek-bengek lainnya kami kerjakan di Ponorogo.”
“Acid Dive” dan “Collision” sendiri dikerjakan Vanagandr di kota Ponorogo sepanjang pertengahan hingga akhir 2018, tepatnya dieksekusi di studio lokal bernama Pro Station Studio. Mereka dibantu oleh Yusuf Mahardian untuk urusan teknis rekamannya. “Pada saat itu kami sebenarnya merekam empat buah lagu, sebagai (bagian dari) materi EP perdana kami, ‘Void Dimension’, yang telah dirilis awal 2019 lalu,” ungkap pihak band menjelaskan.
Setelah “Cannabisoid”, Vanagandr yang mulai menggeliat sejak awal 2016 lalu ini telah mencanangkan perilisan EP kedua, sambil memantau respon publik terkait perilisan album split-nya bersama Selfexile. “Jika dirasa baik, tidak menutup kemungkinan kami akan merilis album split lebih giat lagi dengan band-band serupa dalam atau luar negeri.” (aug/MK02)
.