Yuk, Nonton Konser Gratis di “MUSIK UNTUK REPUBLIK”

Sebuah pagelaran bertajuk “Musik Untuk Republik” bakal digelar di Bumi Perkemahan Cibubur selama tiga hari berturut-turut, tepatnya pada 18, 19, 20 Oktober 2019 mendatang. Sebuah konser yang disuguhkan untuk masyarakat umum, melibatkan beragam genre musik – termasuk rock dan metal tentunya – dari berbagai generasi. Sementara untuk para penonton, diperbolehkan datang dan menginap di lokasi acara, mendirikan tenda dan berbaur tanpa sekat. Mirip konsep Woodstock, festival musik legendaris yang digelar pertama kali di New York, AS pada 1969 silam.

Menurut naskah siaran pers yang disebarkan pihak penyelenggara, “Musik Untuk Republik” digelar dalam rangka merawat dan menjaga persatuan bangsa, karena musik merupakan bahasa universal yang dalam banyak hal dapat menyatukan manusia.

Belakangan ini, rangkaian perhelatan politik dan beragam kepentingan politik yang menumpangi membuat Indonesia seoalah retak dalam sekat-sekat bernuansa SARA. Jika kita tidak segera bergandengan tangan maka retakan itu bisa bermuara pada rakyat yang terbelah, dan kemudian menyuburkan intoleransi, kebencian, fitnah, adu domba, dan politik identitas semakin muncul ke permukaan. Kondisi yang sedemikian rupa menimbulkan keprihatinan bagi sebagian anak bangsa, termasuk para pegiat seni, dalam hal ini musisi. Harus ada yang dilakukan guna menyikapi perkembangan situasi kebangsaan tersebut. Harus ada yang dilakukan guna merajut kembali rasa persatuan dan kesatuan yang telah retak akibat perbedaan pilihan politik. 

“Musik Untuk Republik” hanyalah sebuah upaya kecil mengajak seluruh warga bangsa untuk bersama-sama mewujudkan “Indonesia Raya” yang diimajinasikan bersama. Terlepas dari apa pun latar belakang ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya; terlepas dari sekat-sekat suku, agama, ras dan antar golongan. Melalui musik semuanya bersatu, karena apa pun genre-nya, lagu yang dikumandangkan tetap sama, yakni “Indonesia Raya”.

Sampai saat ini, sekitar 50an gabungan band dan penyanyi solo telah menyatakan kesediaannya bergabung di pentas “Musik Untuk Republik” ini. Dari ranah musik keras, terdapat nama-nama seperti God Bless, Edane, Slank, BIP, Doddy Katamsi, Ecky Lamoh, Elpamas, Jamrud, Jecovox feat John Paul Ivan, NTRL, Pas Band, /Rif, Superglad, Take Over feat JPI, Trison Roxx, Voodoo, Siksa Kubur, Revenge The Fate, Saint Loco dan banyak lagi.

Mereka berbagi panggung dengan pengibar genre lain seperti Cokelat, Deredia, Dhira Bongs, Edo Kondologit, Glenn Fredly, Java Jive, KLa Project, Mulan Jameela, Sandhy Sondoro, The Fly, The Groove, Tipe X hingga ‘dewa reggae’ Tanah Air, Tony Q Rastafara.

“Saya tentunya sangat senang bisa dilibatkan di sini. Di acara ini, kami tidak melihat uang (honor), melainkan niat luhur di baliknya,” ujar vokalis Ahmad Albar, mewakili rekan-rekannya di God Bless, saat hadir di konferensi pers “Musik Untuk Republik” yang diadakan di sebuah cafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (17/9) kemarin.

Ya, buat kalian yang berminat datang ke acara tanpa sponsor ini, silakan berbondong-bondong untuk meramaikan. Selain musik yang konon bakal digeber dengan kekuatan suara sebesar 150.000 watt, juga bakal diramaikan oleh 100 komunitas, 15 bengkel custom, 30 food truck, 200 toilet, api unggun dan lahan perkemahan. Jangan kuatir, selama tiga hari penyelenggaraan “Musik Untuk Republik”, kalian bebas datang kapan pun, dan tanpa dikenakan biaya masuk alias GRATIS! (MK03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *