Dari Skena Nu Metal, SHOCKPROOF Muntahkan Masalah

Kami adalah anomali. ‘Here Comes Trouble’ adalah simbol kedatangan kami pada tatanan musik keras yang ada, dengan warna yang berbeda.”

Masih di bawah pengaruh kuat bius nu metal, yang disuntikkan dari band-band seperti Korn, Limp Bizkit, Slipknot, Hed Pe dan Rage Against the Machine, unit cadas asal Sukabumi, Jawa Barat ini kembali mencoba menggetarkan skena lewat rilisan album debut bertajuk “Here Comes Trouble”. Sebelumnya, tepatnya lima bulan lalu, Shockproof sudah sempat memanaskan eksistensi mereka lewat peluncuran single “Despair”.

Formasi terkini, yakni Fajar ‘Mr. Noize’ Senjaya (gitar), Fauzy (gitar), Purnomo ‘Coogil’ NK (dram), Yosep ‘Bohemf’ Ferdiansyah (vokal), Taufik ‘Oplesz’ Aditya (vokal), Adi ‘B-Clown’ Ramdhan (bass) menghabiskan waktu menggarap “Here Comes Trouble” sejak 2018 lalu. Mulai dari proses penciptaan lagu, rekaman hingga mixing dan mastering yang dilakukan di studio TR Records dan Nazgul Studio. Dan tentunya, ada beberapa kendala yang mereka temui saat menjalani prosesnya.

“Kendala dalam penggarapan album ini adalah adanya beberapa pergantian personel sehingga harus beradaptasi lagi dengan personel yang baru,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Namun kerja keras tersebut akhirnya terbayar. Mereka berhasil mengemas 10 lagu di album, yaitu “Primary Crisis”, “Lost”, “Media Masalah”, “The Movement”, “Here Comes Trouble”, “Controled Riot”, “Omnivora”, “Reaksi”, “Despair” dan sebuah komposisi penutup berjudul “Outro (The Beast)”.

“Here Comes Trouble” yang dijadikan judul album memang mewakili tema lirik yang dimuntahkan Shockproof di album debutnya tersebut. Didominasi permasalahan yang terjadi di sekitar kehidupan manusia sehari-hari, entah itu kecurangan, penindasan, penolakan, pengrusakan alam, moral dan keyakinan yang timbul dari internal maupun eksternal. Sementara di komposisi “The Movement” dan “Reaksi”, mereka menghembuskan ‘hasutan’ untuk menggerakkan perlawanan terhadap kekacauan tadi.

Shockproof sendiri memulai sepak terjangnya di skena independen Sukabumi sejak awal 2017, dengan misi untuk memanaskan kembali skena musik rap metal di kotanya, yang telah lama tertidur. Mereka menawarkan kombinasi Hip-Hop/Rap dengan sound berat ala hardcore yang menerjang lewat balutan beat-beat mengentak.

Album “Here Comes Trouble” yang secara resmi mulai didistribusikan sejak 25 Januari 2020 lalu hanya diproduksi sebanyak 500 keping CD jenis jewelcase. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *