“Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk”.
Pepatah di atas dipegang teguh oleh unit cadas asal Balikpapan ini. Sepanjang perjalanan karirnya yang dimulai sejak Juli 2019, TeralisT kerap menerima hujatan dan caci maki yang bertujuan menjatuhkan, yang justru datang dari orang-orang yang pernah berada dalam lingkaran pertemanan mereka.
Berlatar masalah itulah Teralist bertekad ‘unjuk taring’ untuk membuktikan bahwa mereka bisa bertahan di jalur musik keras sampai detik ini. Belum lama ini, sebuah single pembuktian bertajung “Matikan Aku!” mereka luncurkan. Sebuah karya rekaman pemanasan sebelum merilis album penuh berjudul “Unjuk Taring” tahun ini.
“Matikan Aku!” ditulis vokalis Raka ‘Othoy’ Rahmanda berdasarkan pengalaman TeralisT, yang ingin mengibarkan musik keras lokal agar bisa diterima secara lebih luas. Walau dalam menjalani prosesnya, banyak benturan yang harus dihadapi, bahkan hampir membuat Raka, Putra ‘Utatsu’ Nur (gitar), Azmi Ridhani (bass) dan Supry ‘Yukie’ (dram) bubar. Namun sekerang mereka justru mulai merasa terbiasa menghadapinya, bahkan membentuk semangat mereka berkali-kali lipat.
TeralisT mengeksekusi produksi rekaman “Matikan Aku!” di Algaris Studio, Balikpapan selama kurang lebih sebulan. Kerangka musik dirakit oleh Putra Utatsu, yang diramu lewat komposisi padat hasil penggabungan riffing ala thrash metal, death metal, hardcore, hingga metalcore.
“Beberapa referensi musik kebanyakan terinspirasi dari band metal lokal Indonesia. Nantinya album ‘Unjuk Taring’ akan disiapkan dalam nuansa ‘in between’, dimana kami menggabungkan musik underground oldschool dan modern,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS.
Dari sebagian lagu dari album “Unjuk Taring” yang sudah rampung, para personel TeralisT sudah merasakan kepuasan, terutama segi aransemen dan komposisi. Alasannya, karena menurut mereka setiap lagu punya karakter masing-masing.
“Tapi di lagu berjudul ‘Hipokrit’ ada kesan tersendiri yang menurut kami paling memuaskan dari segi aransemen dan komposisi, karena lebih terasa kombinasi ‘in between’ underground old school dan modern seperti yang kami inginkan.”
Selain cukup aktif tampil di event-event seputaran Kalimantan Timur, Teralist juga pernah merilis beberapa karya fisik, yaitu CD Demo (2016), Kompilasi Indonesian Thrashzone Bandung (2014), Kompilasi Samarata Himung Samarinda (2016) dan Kompilasi Record Store Day Balikpapan (2019).
Single “Matikan Aku!” kini sudah dapat diakses di berbagai platform dengar musik digital (streaming) seperti Spotify dan Apple Music. Saat ini TeralisT sedang dalam proses perampungan produksi album “Unjuk Taring” serta menyiapkan tur album tersebut bersama TheXandriaMusic. (aug/MK02)
.