“Holy Red Rubbish” Merangkum Kegilaan MADMAN STEREO

Kegilaan musikal yang liar dan terkesan berantakan akhirnya berhasil disalurkan unit grunge asal Denpasar, Bali ini lewat album mini (EP) debutnya, “Holy Red Rubbish”. Olahan musik yang sempat mengarah ke alternatif kini mengalami pergeseran di EP tersebut, menjadi lebih berat sekaligus rada melayang-layang. 

“Pada awal terbentuknya Madman Stereo,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, “Kami memang memilih genre grunge sebagai aliran utama, namun pengembangan musik yang kami lakukan menjadikan musik kami terasa alternatif pada awalnya. Namun pada saat pengerjaan album ‘Holy Red Rubbish’ ini, kami menginginkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, dan dari band lainnya. Pada akhirnya kami menemukan racikan yang kami sukai dan menjadikannya identitas musik kami.”

Saat awal terbentuk pada April 2017, Madman Stereo yang diperkuat formasi Alhon Priyo Sambodo (gitar/vokal), Joshua Berto (dram) dan Eka Kumoro (bass) memang langsung mematok garis musiknya pada rock ‘90an yang terinspirasi dan terpengaruh kuat dari band-band seperti Nirvana, Sonic Youth, Mudhoney dan Velvet Underground.

“Holy Red Rubbish” yang memuat lima track secara resmi dirilis pada 7 Juli 2020 lalu digarap Madman Stereo selama sekitar tiga bulan. Dalam penggarapannya, mereka dibantu oleh Indigo Records yang kebetulan dihuni oleh teman-teman mereka, yang ada dalam lingkup pergaulan Madman Stereo.

“EP ini kami rekam secara semi live, dan di-mixing dan mastering oleh Indigo Records. Lirik ditulis oleh Alhon dan musik digarap bersama-sama,” ujar pihak band lagi menambahkan.

Keseluruhan track yang termuat di “Holy Red Rubbish” menyuarakan keresahan dan kegelisahan Madman Stereo tentang realita dalam kehidupan sehari-hari, dari sudut pandang mereka sendiri. Pemilihan judul didasari keluh kesah tadi, yang jujur dan apa adanya. Misalnya di lagu “Crazy Dog”, mereka mengangkat isu politik, lalu isu sosial di lagu “People” dan “Dramatic Escape” serta lirik fiksi mengenai perjalanan ke dunia lain untuk mencari tempat lain yang lebih nyaman untuk ditinggali.

Oh ya, arti nama Madman Stereo sendiri diambil dari gabungan ‘madman’ yang terinspirasi kegilaan para personel yang dituangkan dalam bentuk karya musik, serta ‘stereo’ yang berarti keseimbangan. Namun secara personal, ‘stereo’ juga dimaknai sebagai sebuah radio yang merepresentasikan wadah untuk menyuarakan kegilaan Alhon, Eka dan Josh.

“Holy Red Rubbish” telah dirilis dalam format fisik CD dan dipesan via akun media sosial resmi mereka. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
ancreath
Read More

ANCREATH: Akhirnya Muntahkan EP Perdana

Usai jalani proses kreatif dan masa produksi selama hampir dua tahun, akhirnya Ancreath meresmikan perilisan album mini (EP) debutnya dalam format fisik (CD).
jamsky
Read More

JAMSKY: Tahun Ini Siapkan Album Debut

Lewat lagu baru, “Taklukkan Dunia”, Jamsky mantap berkiprah secara lebih serius di skena rock Indonesia. Bahkan sisa tahun ini, diniatkan rampungkan album.
burning impact
Read More

BURNING IMPACT: Didihkan EP Debut

Bersama Cute Papa, gitaris barunya yang misterius, Burning Impact mulai panaskan lagu-lagu rekaman terbarunya yang bakal disatukan dalam sebuah album mini (EP).
cyrocist
Read More

CYROCIST: Demo Abstrak nan Beringas

Sambil menyiapkan materi album perdananya, Cyrocist melepas tiga lagu dalam kemasan demo bertajuk “Dossier MMXXVI” yang abstrak, gelap dan beringas.