“MUSIGRUNGE INDONESIA” Rayakan 30 Tahun Keliaran Grunge

Dirilisnya “Nevermind”, album milik grup rock Nirvana pada 24 September 1991 silam telah menyebabkan gelombang tsunami grunge yang berhasil melibas hampir semua sub-genre musik keras yang menguasai skena mainstream saat itu. Karya rekaman yang antara lain melejitkan single “Smells Like Teen Spirit”, “Come as You Are”, “Lithium” dan “In Bloom” tersebut menjadi salah satu album

Eksklusif: DUL JAELANI Siapkan Album Debut QODIR, Unit Grunge yang Eksperimental

Dul Jaelani merambah grunge? Ya, kenapa tidak? Jangan salah. Kendati memang namanya belakangan lebih ‘harum’ di ranah pop (baca: mainstream), tapi grunge bisa dikatakan merupakan cinta sejati Dul. Bahkan pada Maret 2013 silam, musisi bernama lengkap Ahmad Abdul Qodir Jaelani ini pernah membentuk Backdoor, band grunge yang sangat terpengaruh keliaran musik dewa grunge dunia, Nirvana.

Single “Gak Jelas” dan Album Baru, Potret Daur Ulang Wajah TOILETSOUNDS

Anthem klasik kuartet indie-rock/grunge dari album debut “Minim” (1998) yang berjudul “Ngga’ Jelas (Nol)” mendapat suntikan nyawa baru. Kali ini judulnya disingkat menjadi “Gak Jelas”, dan diaransemen ulang oleh Toiletsounds ke dalam konsep musikal yang lebih segar. Bahkan yang mengejutkan, di versi terbaru yang telah dirilis via label Demajors Records tersebut, band asal Jakarta ini

SPITHATNORE Serukan Kegelisahan “Udara Demokrasi” Berbalut Grunge/Stoner

Band indie beraliran alternative rock asal Kota Bandung, Jawa Barat ini hadir di skena rock Tanah Air dengan ramuan musikal yang sarat ‘udara demokrasi’. Seperti judul single debut mereka yang telah diluncurkan sejak bulan lalu.  Perbedaan latar belakang musik dari para personel Spithatnore; Yogie ‘Ogie’ Prana Tan (vokal/gitar), Faisal Nugraha dan Robi ‘Obi’ Trianda (dram)

HINGAR Cetuskan EP “Grundstomme” Berkonsep Grunge ‘Progresif’

Pandemi boleh berkepanjangan, tapi keterbatasan itu justru menjadi momentum kreatif para personel unit alternative rock/grunge asal Depok, Jawa Barat ini. Hasil kasak-kusuk Hingar di studio, kira-kira sejak November 2020 lalu akhirnya berujung pada pelampiasan album mini (EP) debut bertajuk “Grundstomme” via kanal SoundCloud dan Bandcamp pada 14 Juni 2021 lalu. “Grundstomme” adalah sebuah kata dari

“Keluh Lelah”, Muntahkan Konsep Grunge Eksperimental GASTROOZ

Berusaha tetap produktif dalam masa pandemi Covid-19 ditempuh unit psychedelic grunge asal Bekasi ini dengan menggarap sebuah album mini (EP) bertajuk “Keluh Lelah” yang akhirnya berhasil dimuntahkan via sebuah label independen, Creatitude Records. Tidak berjalan mulus. Proses produksi EP tersebut terkendala berbagai hal, mulai dari kesulitan membagi waktu antar personel, situasi pandemi hingga ketiadaan dana

Distorsi Kasar THE HUMAN RAS Menghajar Ketidakadilan

Dibalut dengan distorsi gitar yang kasar, unit alternative rock asal Cianjur, Jawa Barat ini melantangkan protes keras tentang keadilan yang belum dilakukan seadil-adilnya lewat karya single debut bertajuk “Topeng”. Bagi The Human RAS, lagu ini adalah sebuah ungkapan kegelisahan dan amarah dalam menyuarakan aspirasi untuk melawan ketidakadilan. Dengan panjang lebar, band yang terbentuk pada 28

MORNING SHINE Lestarikan Psychedelic Grunge Lewat “Hilang Ingatan”

Awal April lalu, trio psychedelic grunge asal Jakarta ini baru saja merilis single baru bertajuk “Hilang Ingatan”. Sebuah karya baru yang akhirnya dilahirkan Morning Shine setelah lebih dari enam tahun mengalami paceklik karya rekaman, sejak mereka melepas album berjudul “Dunia Imajinasi”. Album yang berisikan 11 trek, di antaranya “Tragedi”, “Udara Segar” dan “Erupsi” tersebut, tepatnya

Tanpa Beban, COKELAT Makin Agresif di Ranah Rock

Sejak tak lagi dinaungi label rekaman arus utama dan memantapkan diri terjun ke ranah indie, Cokelat bertekad tak mau setengah-setengah bereksplorasi. Ditambah lagi, kini didukung barisan personel yang disebut-sebut banyak kalangan sebagai formasi yang terbaik. Rock yang lebih pekat, namun tetap dengan groove yang sing-along kini menjadi target utama. Seperti yang akhirnya tertuang di single

LARUNG Tiupkan Mantra Sihir di Debut “Calonarang”

Seperti tumbuhan yang menjalar liar tanpa pengasuh, band asal Tangerang ini pun kurang lebih demikian. Membiarkan imajinasi dan gagasan-gagasannya menjulur jauh menyeberang pagar. Tidak ada lagi genre spesifik yang dikiblatkan, selain menitikberatkan musiknya dalam satu remasan distorsi bising, gebukan dram yang agresif, serta ciri alunan vokal yang melodius. Seperti yang teramu di single debutnya yang

SICKOBEIN Kokoh Kibarkan Grunge di Aceh, Rilis Single “Ruang”

Ibarat teh celup yang timbul dan tenggelam setiap tahun namun tetap bisa bertahan. Begitulah dua personelnya, yakni Arif Rahman (vokal/gitar) dan Almero (bass) menggambarkan naik-turun perjalanan kreativitas Sickobein. Mulai menggeliat sejak 2009 dan selalu diterpa gonta-ganti personel. Namun tetap bisa survive dan berkarya hingga hari ini walau hanya diperkuat dua personel, dan meneruskan rekor sebagai

“Holy Red Rubbish” Merangkum Kegilaan MADMAN STEREO

Kegilaan musikal yang liar dan terkesan berantakan akhirnya berhasil disalurkan unit grunge asal Denpasar, Bali ini lewat album mini (EP) debutnya, “Holy Red Rubbish”. Olahan musik yang sempat mengarah ke alternatif kini mengalami pergeseran di EP tersebut, menjadi lebih berat sekaligus rada melayang-layang.  “Pada awal terbentuknya Madman Stereo,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, “Kami memang

Formasi Baru FOX FORT Lepas “Hilang Masa” yang Destruktif

Kejenuhan akan rutinitas yang mengekang, beban kerja yang memperbudak, ketidakpedulian perusahaan akan manusia di dalamnya, atasan yang bersikap buruk hingga gila kerja yang destruktif adalah sejumlah masalah yang melatari lahirnya single “Hilang Masa”. Tapi uniknya, riff gitar dan lirik single tersebut justru ditulis oleh mantan vokalis dan gitaris Fox Fort, Arga Arkadhia Yusuf yang mundur

Setelah Jeda Tujuh Tahun, PEARL JAM Akhirnya Rilis “Gigaton”

“Sulit saya katakan betapa bangganya kami akan kumpulan lagu-lagu ini. Seperti yang kalian tahu, kami memanfaatkan waktu kami yang membuat kami memiliki banyak kesempatan.” Ucapan di atas terlontar dari mulut Jeff Ament, pembetot bass Pearl Jam, tentang pembuatan album terbaru bandnya, “Gigaton” yang akhirnya dirilis via label Monkeywrench Records/Republic Records sejak 27 Maret 2020 lalu.

27ROUTES Ulas Tragedi Xinjiang di Single “Reedukasi”

Menyebut band-band rock dan metal dunia seperti Extreme, Audioslave, Dorje serta jagoan rock lokal, .Feast sebagai sumber inspirasi, unit rock asal Jakarta ini pun melampiaskan kreativitasnya lewat single debut bertajuk “Reedukasi”. Sebuah lagu yang menceritakan tentang kebebasan suatu pihak yang direnggut oleh pihak lain lewat kekerasan dan paksaan. “Lagu ini terinspirasi dari kejadian yang tidak

Menolak Selesai, NOT YET. Rilis EP Debut

Tiga perantau tulen dari Jawa Timur yang bertemu di Bandung dan bersekongkol membentuk unit grunge bernama Not Yet., kini akhirnya bisa berkoar lantang. Sebuah karya awal berupa album mini (EP) debut self-titled telah mereka luncurkan dalam format digital dan fisik sejak akhir Januari 2020 lalu. Ada lima komposisi yang dituangkan Egie Eryanata Yusadhi (gitar/vokal), Krisno

RUANG KOSONG Lawan Kekejian dengan Distorsi Kumuh

Unit alternative rock/grunge asal Surabaya ini mencoba mencari perhatian lewat komposisi lagu yang terdengar kumuh, lusuh, namun dinamis dan bergemuruh. Seperti yang tertuang di single ketiga Ruang Kosong, “Lawan Mereka”, yang telah rilis sejak 9 Desember lalu, tepat di peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Single ini juga sekaligus menjadi jembatan menuju perilisan album mini (EP)

Album Debut RAPEME Sorot Krisis Kepribadian Gen Z

Lewat album debut “Mata Hati Jiwa”, unit alternative rock RapeMe tampil mewakili Gen X (Generasi X) yang terkenal akan kebrutalan, pemberontakan dan sikap masa bodohnya, mencoba menyuarakan himbauan positif terhadap kecenderungan gaya hidup Gen Z yang semakin terbuai pola yang sama. Dimana mereka – generasi yang hidup di era milenial – seperti butiran pasir yang

Lewat “Sanctuary”, RED VOQUS Bertahan di Grunge

Setelah melahirkan dua single bertajuk “Nothing is Silence” serta “Blind Woman Tears” yang didominasi geraman distorsi, unit rock asal Jakarta, Red Voqus kembali meraung lewat single baru. Kali ini berjudul “Sanctuary”, yang dihadirkan dengan karakter sound yang lebih bersih plus tambahan soundscape, namun tanpa melupakan terapan riff sarat skill yang catchy. Proses kreatif penggarapan “Sanctuary”

Perantauan Ambigu DIASPORA Dimulai

Walau baru memasuki usia 11 bulan, namun sudah banyak gebrakan yang coba dihadirkan oleh unit grunge asal Tasikmalaya ini. Tentu saja yang dimaksud adalah gebrakan karya. Yang terbaru adalah peluncuran video klip dari lagu mereka yang bertajuk “One”. Lalu sekitar sebulan kemudian, Diaspora bakal meletupkan karya rekaman album mini (EP) debutnya yang bertajuk “Ambigous Journey”,