“Ambisi Teritori” COSINUZ Menembus Australia

Di tengah kebekuan yang diakibatkan pandemi Covid-19, unit metal asal Karawang ini mampu menciptakan gelombang kejutan hingga ke Benua Kanguru. Pemicunya adalah video musik garapan mandiri Cosinuz yang bertajuk “Ambisi Teritori”, yang rupanya menggugah respon mengesankan dari Jason Hutagalung, pemilik label independen Xenophobic Records yang bermarkas di Melbourne, Australia.

Jika merujuk istilah pihak band, video dari single terbaru Cosinuz tersebut berhasil menstimulasi, mampu menembus pendengaran Jason hingga jiwa metal imigran asal Indonesia tersebut terangsang dan bahkan menawarkan Cosinuz untuk bekerja sama dengan label miliknya.

Sejauh ini, Jason dan Xenophobic Records ini memang banyak berkonsentrasi pada penyebaran bakat-bakat terbaik dari Tanah Air untuk konsumsi publik metal di Australia. Unit cadas yang antara lain telah berafiliasi dengannya adalah Death Vomit, Jihad, Funeral Inception hingga Warkvlt.

Cakupan operasi Xenophobic Records yang telah menggeliat sejak 2007 silam ini juga bahkan melebar ke inisiasi konser. Tercatat, Jason dan Xenophobic memulai perjalanannya saat memboyong Burgerkill pada Februari 2008. Saat itu, tur bertajuk “Invasion of Noise” tersebut sukses memperkenalkan Burgerkill ke pentas Internasional, antara lain di depan para metalhead yang melahap asupan distorsi di panggung Soundwave Festival, Perth.

Kembali ke Cosinuz, berkat video “Ambisi Teritori”, Jason sudah melakukan sesi tanya jawab dengan band bentukan Oktober 2016 tersebut, untuk kebutuhan artikel di majalah Xenophobic Entertaintment, Australia. Itu merupakan langkah pembuka menuju kesepakatan kerja sama.

“Rencana tawaran kerjasama dengan langkah pertama beliau adalah melakukan interview dengan kami, sehingga berkelanjutan ke penawaran kerjasama dengan Xenophobic Records, sebagaimana pendahulu kami Death Vomit dan Burgerkill saat album pertama kami rampung nanti,” umbar pihak band kepada MUSIKERAS, penuh semangat.

Single “Ambisi Teritori” sendiri digarap Cosinuz hanya dalam waktu dua hari, di studio Master Records, di kawasan Rengas Dengklok. Konsep yang diterapkan secara musikal banyak terpengaruh band-band metal dunia yang menitik beratkan pada groove seperti Pantera dan Disturbed.

“Musikalitas lagu tersebut simpel, easy listening dan tidak terlalu berat sesuai kenyamanan kami,” cetus Cosinuz menegaskan.

Sementara untuk album, pihak band yang dihuni formasi Anzarriva ‘Riva’ (vokal), Ricky ‘Ryon’ (gitar), Anggi (bass) dan Fahmi (additional drum) meyakinkan bahwa kini prosesnya sudah mencapai sekitar 40% dari keseluruhan materi. Dan mereka berharap, perilisannya bisa dieksekusi tahun ini juga. Di luar itu, Cosinuz juga berharap bisa melaksanakan tur ke beberapa kota di Indonesia, dengan dukungan Maxima Music Pro Records, Bekasi. (aug/MK02)

.

3 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.