12 LAGU METAL TERBAIK DUNIA 2020 Versi MUSIKERAS

Oleh @mudya_mustamin

.

Terlepas dari kesuraman yang menyelimuti sebagian besar kehidupan manusia sepanjang 2020 akibat terpaan pandemi, karya-karya rekaman metal bertaji tetap mengalir deras. Tidak mudah menyortirnya menjadi selusin lagu yang menurut kami terbaik di 2020 ini. Apa kriterianya? Banyak. Paling utama adalah kombinasi sisi kreativitas, orisinalitas serta keunikan komposisinya, lalu dampak dan sensasi yang ditimbulkannya di berbagai platform, serta tentu saja: kecadasannya! 

Semoga sebagian besar lagu favorit kalian juga ada di deretan pilihan kami ini.

.

Underneath (Code Orange)

Tidak perlu banyak penjelasan untuk mengukuhkan keperkasaan band yang terhitung masih belia asal Amerika Serikat ini. Yang paling nyata, mereka telah dua kali menempatkan karyanya di deretan nominasi Grammy Awards, termasuk “Underneath” (juga merupakan judul album terbarunya) ini. Keunikan konsep musik Code Orange adalah pendekatan modern yang menembus berbagai sekat genre musik keras, mulai dari metal, hardcore, electronic hingga alternative.

Kingslayer (Bring Me the Horizon feat. Baby Metal)

Semakin jelas, mantan monster deathcore asal Inggris ini tak ingin terpaku di konsep yang monoton. Sejak album “That’s the Spirit” (2015), Bring Me the Horizon terus bereksplorasi. Dan sejauh ini, “Kingslayer” adalah salah satu mahakarya mereka yang sangat mengejutkan, dimana karakter kuat dua dunia berbeda budaya berhasil dilebur jadi satu. Blegh!

Defender (August Burns Red)

Garapan metalcore yang semakin dewasa. Masih menyisakan ciri-ciri standar seperti breakdown serta riff kasar namun solid menggelegak. Namun komposisi single pertama dari album “Guardians” (Fearless Records) ini digiring lebih multi-dimensi, kaya dan melodik, jika tak bisa disebut lebih progresif. 

Memento Mori (Lamb of God)

Walau kini diperkuat dramer baru, Art Cruz yang masuk menggantikan Chris Adler, tapi tak ada hal yang mengecewakan dari single ini. Tetap terasa otentik, memicu adrenalin, dengan entakan groove yang sulit diabaikan. Band ini masih punya waktu panjang untuk tetap mendominasi skena metal dunia.  

What the Dead Men Say (Trivium)

Satu hal yang membuat Trivium selalu menarik: mereka selalu berhasil mengawinkan gelora heavy yang agresif dengan lantunan chorus melodik dan mudah lekat di ingatan dengan apik. Dan lagu ini, sekaligus menandai fase karir Trivium yang paling brutal dan progresif. 

666 – World Divided (Kreator) 

Semakin tua semakin menjadi. Veteran thrash metal asal Jerman ini kembali membuktikan bahwa nyali cadas mereka masih sangat layak diperhitungkan. Gesit dan berbahaya. Dan formasi baru yang menghadirkan Frederic Leclercq (mantan bassis Dragonforce) di single garapan produser Andy Sneap (Judas Priest, Amon Amarth, Arch Enemy, Megadeth) ini menyuntikkan greget tersendiri. 

Another World (Gojira)

Alunan riff gitar di lagu ini mengalir ‘kalem’ namun sarat emosi dan ‘menggerakkan’. Sedikit terbersit nuansa ‘gelap’ nan mencekam tapi tegas dan cadas.

Animals (Architects)

Sebuah komposisi berani dari Architects, yang mencoba sedikit menepi dari pakem utama paham metalcore/deathcore. Walau terasa nyaris monoton, tapi ya Tuhan, tema riff gitarnya langsung menghantam wajah dengan groove yang sangat menghalalkan headbang. Anda pasti setuju!

The In-Between (In This Moment) 

Sejak album “Blood” (2012), unit cadas yang diperkuat vokalis seksi bersuara gahar, Maria Brink ini makin mantap mempertahankan ciri kuat musiknya: mengandalkan desahan serak namun powerful di lini vokal, yang dibalut kombinasi rhythm section berdistorsi berat dengan sentuhan elemen elektronik. Dan lagu ini telah mempertajam, sekaligus membuat misi tersebut semakin menarik.  

Holy Roller (Spiritbox)

Band asal Kanada ini disebut-sebut sebagai calon bintang baru di ranah post-metalcore. Ada unsur progressive metal, djent dan metalcore yang diaduk di komposisi lagu-lagunya. Oh ya, dua dari tiga personelnya, yakni vokalis Courtney LaPlante dan gitaris Michael Stringer pernah tergabung di unit metalcore iwrestledabearonce.

The Long and Winding Bier Road (Carcass)

Legenda metal asal Liverpool, Inggris ini belum kehilangan taringnya dalam menyuguhkan komposisi yang sarat cita rasa. Single ini memang nyaris tidak menawarkan kebrutalan, tapi lebih tepatnya menusuk sukma dengan kombinasi riff solid yang stabil dan mencekam, namun groovy dan tentunya, heavy.

The Watcher Of All (Psycroptic)

Inilah terjangan musik cadas paling gahar untuk menutup 2020 yang ‘gelap’. Menyerbu tanpa ampun selama tiga menit 21 detik. Brutal, teknikal sekaligus menghasilkan sensasi ‘eargasm’ maksimal.

.

3 replies on “ 12 LAGU METAL TERBAIK DUNIA 2020 Versi MUSIKERAS ”
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *