Sebelum Rilis Album, IGMO Sulut Bara Bertajuk “Head on Fire”

Setelah memulai pergerakannya lewat tiga karya rekaman single, yakni “Awesome”, “No Time After Weekend” dan “Dark Rhyme”, unit hard-rock berhulu ledak tinggi asal Kediri, Jawa Timur ini kembali melepas amunisi sarat bara. Sebuah single bertajuk “Head on Fire” telah membuka gebrakan band bentukan 2015 tersebut menuju album penuh perdana berjudul “Take It Over” yang akan diletupkan tahun ini juga.

Bicara tentang “Head on Fire”, adalah sebuah lagu karya keempat personel IGMO; Pradio Manggara Putra (vokal/gitar), Muhammad Anggra (bass), Iga Dahana (gitar) dan Ilham Bintang (dram) yang mengulas tentang sebuah konflik idealisme dan realita yang terjadi di lingkungan kerja. Perkara mengakali sistem untuk sekadar bertahan hidup, dan membangkang kepada atasan atas nama cari makan.

“Kami merekam ‘Head on Fire’ bersamaan dengan trek-trek lain di album ‘Take It Over’. Jadi proses kreatifnya ya bebarengan. Sekadar info, November (2020) kemarin, kami ‘bedhol desa’ ke Malang buat seisi album ‘Take It Over’ selama satu minggu. Semua prosesnya dilakukan di Vamos31 Recording Studio, Malang dan ditangani oleh (engineer) Yasa Wijaya dari awal hingga akhir,” papar pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan proses produksinya.

.

.

Sebelum masuk studio, IGMO sendiri sudah mengonsep dan mematangkan setiap lagu untuk materi “Take It Over”. Mereka sudah tahu persis harus melakukan apa saja. Namun ternyata, menurut pengakuan mereka, banyak momen spontan yang kemudian terjadi di studio. 

“Kalau kata orang-orang ‘studio magic’ yang menambah karakteristik setiap lagu. Termasuk ‘Head on Fire’,” seru IGMO menambahkan.

IGMO menyebut referensi mereka secara musikal ada di seputaran rock era ‘70an yang diberi sentuhan modern. Kira-kira, seperti melebur energi ‘elektrik’ dari band legendaris Led Zeppelin dengan generasi penerus macam Wolfmother. Khususnya untuk lagu “Head on Fire”. 

“Jika ingin tahu lebih lanjut berbagai bahan dasar lagu itu, silakan mendengarkan playlist ‘This Fire’s Just Begun’ yang kami buat di Spotify,” ujar Iga Dahana menambahkan informasi.

Sejauh ini, proses penggarapan “Take It Over” sebenarnya sudah rampung. Mulai dari proses rekaman hingga pengolahan mixing dan mastering. Jika tak ada perubahan, album yang bakal memuat sembilan lagu tersebut diproyeksikan bisa dilempar ke pasaran pada pertengahan 2021 mendatang. 

“Nah, menuju album penuh tersebut, kami berencana merilis beberapa single. Mungkin 2-3 lagu lagi. Kami juga akan banyak berkolaborasi dengan rekan-rekan lintas kreatif sekitar, terutama di lingkup kota kami sendiri, Kediri. Tujuannya selain berkarya, kami juga ingin menggandeng dan saling mengenal sesama pegiat kreatif di sana, karena atmosfer kreatif kota ini sedang bagus-bagusnya. Terbukti dari munculnya beberapa ruang kreatif seperti Gerdu Laot, Okui Creative Hub, Sk Coffee Lab, dan beberapa lainnya. Jadi kemunculan IGMO kemarin terasa pas dengan menggeliatnya lintas kreatif kota Kediri. Nah pikir kami, ‘Kalau bisa kerjasama dan bersinergi, kenapa tidak?’

“Head on Fire” yang dirilis via label Soundjana Creative kini sudah bisa diraungkan via berbagai platform digital macam Spotify, Apple Music, Joox dan Bandcamp. (aug/MK02)

Kredit foto: Manaditara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.