Band rock dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini ingin bersenang-senang, dengan kondisi yang tidak menyenangkan. Mereka menancapkan identitas Muram sebagai nama band, karena berangkat dari kegelisahan, terinspirasi dari banyaknya permasalahan dan konflik yang terjadi di Bumi Pertiwi, sehingga menjadikan wajah negeri ini… muram.
Sejak terbentuk pada 2019 lalu, Muram gencar menyuarakan isu tentang lingkungan, sosial, dan politik dalam lirik lagunya. Seperti yang sebelum sudah mereka lampiaskan lewat single “Rimba Membara”.
Tapi kali ini, lewat karya rekaman terbarunya yang berjudul “Jangan Muram”, para personelnya; Ari ‘Gorey’ Sutrisno (vokal), Erwin Kunci (gitar), Odien Pabosky (gitar), Ferry ‘Feriza’ Manuwu (bass) dan Awlia Shofani (dram) mengajak untuk melenturkan pikiran sejenak. Lewat lagu tersebut, mereka menggambarkan salah satu cara untuk melepas penat dari rutinitas dengan cara yang menyenangkan, yakni berlarian di moshpit dan bernyanyi bersama dalam pengawalan ketat distorsi yang padat serta entakan dram yang memicu adrenalin.
.
.
“Single pertama yang berjudul ‘Rimba Membara’ membuat kami dipandang sebagai band yang serius dengan tema sosial lingkungan hidup. Karena itu, ‘Jangan Muram’ dibuat, sebagai bukti bahwa meskipun bernama Muram, kami juga bisa bersenang-senang. Untuk lagu ini, kami terispirasi dari (lagu) ‘Lawless Vomit Crew’ (Lawless Jakarta) dalam penulisan lirik, menggambarkan kerinduan kami akan gigs kecil yang panas keringat menyengat dan intens,” papar pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.
Dari eksekusi konsep musikalnya, “Jangan Muram” yang direkam di Hollowlab Studio, milik sang bassis Feriza, sedikit menerapkan perbedaan dibanding “Rimba Membara”, dimana mereka menurunkan tempo sebagai band rock, selambat mungkin
“Di ‘Jangan Muram’, kami pengen yang lebih ngebut dari sebelumnya, lebih ugal-ugalan dibanding ‘Rimba Membara’. Kami tidak ingin terlihat terlalu serius. Bersenang-senang di dalam gigs kecil adalah pemicunya. Kami senang berbagi keringat dan kesenangan. ‘Adakah bir lagi? Bagilah sedikit’ terdengar remeh, tapi kami rasa itu bisa menggambarkan cara kami bersenang- senang!”
Usai peluncuran “Jangan Muram”, kini Muram sudah bersiap-siap lagi dengan aksi berikutnya. Mereka telah menyesaikan tujuh lagu untuk materi album, dengan bermacam tema lirik yang menurut mereka menarik untuk diangkat. Rencananya bakal ada 10 lagu yang disiapkan untuk menyerang gendang telinga.
“Kami pengen semua lagu kami spesial tanpa satu pun dianak-tirikan. Itu tantangan kami terhadap album ini.” (aug/MK02)