GRANDFATHER FOOL Bangkit, Lampiaskan Punk Berkontur Stoner/Metal

Setelah melepas single “Bandung Tenggelam” pada 2018 lalu, unit punk rock asal Bandung, Jawa Barat ini sempat terlena dalam kevakuman. Mereka tidak memproduksi atau merilis karya apa pun. Namun kini, dengan formasi baru serta konsep musikal yang juga semakin menggairahkan, Grandfather Fool memutuskan kembali menyalak lewat karya rekaman baru. Tepatnya sebuah single gesit bertajuk “Anak Durhaka Nusantara” yang telah dilampiaskan ke berbagai platform musik digital.

Rencananya, single tersebut bakal menjadi gebrakan pemanasan menuju perilisan album terbaru, “Trauma ’n Roll” yang bakal beramunisikan 10 lagu. Terhitung sejak terbentuk pada 2010 hingga 2018, Grandfather Fool sendiri sudah menelurkan dua album, yaitu “Keep Punk Rock Attitude” (2013) dan “Empty Chair” (2016).

Dengan formasi barunya, tentunya ada sedikit perubahan di adonan musiknya. Musik punk yang menjadi nadi mereka selama ini kini sedikit dibalut sentuhan heavy metal serta kontur stoner yang menjadi angin segar bagi Grandfather Fool. Para personelnya; Sandi Haerudin (vokal/gitar), Ari Undang Tohari (gitar), Ferry Micartney (bass) dan Alex Van Halen (dram) dengan gamblang menyebut Metallica dan Black Sabbath adalah pengaruh besar di antara sekian banyak referensi yang mereka asup.

“Untuk musik stoner, kami menyebut Black Sabbath sebagai band yang mempengaruhi musik di lagu-lagu kami, lebih tepatnya dari album ‘Master Of Reality’ (1971) dan dari Metallica album ‘Load’ (1996). Sedangkan untuk karakter vokal, kami lebih memilih Lemmy Kilmister dari Motorhead. Tidak lupa juga, dari musik punk yang sedari dulu sudah kami mainkan, sampai saat ini kami masih konsisten mendengarkan NOFX album ‘Punk In Drublic’ (1994) dan Bad Religion di album ‘The Dissen Of Man (2010)’. Sehingga dari referensi musik yang kami dengarkan, terbentuklah sebuah konsep musik yang kami sebut ‘Heavy Stoner Punk’,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, mengurai.

.

.

Lebih jauh, Grandfather Fool juga menegaskan bahwa, perombakan personel yang sudah terjadi hingga empat kali telah mendorong pendewasaan mereka dalam bermusik. Dalam kondisi sekarang yang serba digital, memudahkan mereka dalam menggali lebih jauh musik yang belum pernah mereka dengarkan sebelumnya, mencari akar dari semua musik yang bisa tercipta di masa sekarang, sehingga mendapatkan banyak inspirasi untuk menciptakan musik yang baru dan lebih kompleks.

“Lalu di sisi lain, Sandi sebagai vokalis dan pentolan di band kami sudah merasa jenuh dengan musik yang flat dan monoton, terlebih ingin merasakan proses kreatif yang lebih menguras otak dan energi tanpa menghilangkan karakter punk yang sedari dulu sudah dimainkan. Menurut kami dalam bermusik tidak ada sekat atau batasan untuk mendengarkan musik lintas genre dan selalu menciptakan sesuatu yang baru.”

Oh ya, proses kreatif penggarapan single “Anak Durhaka Nusantara”, serta materi untuk album “Trauma ’n Roll” sendiri bisa dibilang berlangsung lancar berkat adanya kerja sama Grandfather Fool dengan pihak This Street Record, sebuah pergerakan sosial yang mengusung program rekaman, mixing, mastering serta distribusi digital secara gratis untuk semua musisi di kota Bandung dan sekitarnya. Misi mereka adalah menciptakan sebuah ekosistem di skena musik Bandung yang terkesan seolah padam dan mati.

Proses rekaman dilakukan di kedai kopi yang bernama Kopi Hutang Monumen, yang berlokasi di pinggir jalan raya Monumen Perjuangan,  Bandung. Melalui sinergi kolektif dalam hal pengadaan alat musik serta potensi skill dari pihak This Street Record, mereka berhasil merampungkan penggarapan “Anak Durhaka Nusantara” hanya dalam waktu sebulan.

“Rekaman lagu sambil bersebelahan dengan konsumen yang nongkrong minum kopi dan selalu beririsan dengan preman setempat, menjadi dinamika yang kami lalui. Melalui beberapa revisi dan kompromi, akhirnya kami dengan percaya diri merilis single ini dengan konsep musik yang lebih segar,” ujar Grandfather Fool semangat.

“Anak Durhaka Nusantara” sudah bisa didengarkan sejak 7 Mei 2021 lalu. Sementara album “Trauma ’n Roll”, jika tak ada halangan, dicanangkan rilis tahun ini juga. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts