Dari Palembang, SATYR Serukan Konsep Blackened/Slamming Deathcore

Dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, trio yang terbentuk awal 2020 lalu ini menerjang lewat kombinasi blackened deathcore dengan bantingan slamming deathcore yang banyak dipengaruhi oleh keberingasan band internasional macam Lorna Shore, Signs Of the Swarm hingga Mental Cruelty. Dengan formula itu, SATYR melampiaskan karya rekaman terbarunya, berupa single bertajuk “Malvm”. 

Para personelnya – Dzaky Fauzan Nur Saputra a.k.a. Jaki (vokal), Dimas Kris Frawilayuda (gitar) dan Zulham Meidi (bass) – memilih paduan genre yang disebutkan tadi berdasarkan dua alasan. Yang pertama, vokalis dan bassis sangat terpengaruh akan band-band seperti Signs Of the Swarm, sehingga mengarahkan kiblatnya tepat ke aliran itu. Sementara dari slamming itu sendiri, mereka mengambil sedikit keseruannya dalam mengundang ritual headbang.

“Yang kedua, gitaris kami sangat terobsesi terhadap musik black metal a la Norwegia yang penuh dengan alunan kelam, chaos, serta menggabungkannya dengan kebrutalan deathcore itu sendiri. Lebih tepatnya mengarah ke band-band seperti Lorna Shore dan Mental Cruelty,” seru Satyr kepada MUSIKERAS, mempertegas.

Proses rekaman “Malvm” bisa dibilang secara penuh dieksekusi Satyr secara mandiri DIY (do it yourself).  Tanpa mengandalkan studio, mereka merekamnya secara pribadi memanfaatkan fasilitas alat musik dan rekaman yang mereka punya seadanya. Keseluruhan proses berlangsung cukup lama,  sekitar dua bulan lantaran harus menunggu hingga ketiga persopnel bisa berkumpul bersama.

.

.

“Kami punya kesibukan masing-masing jadi harus menyocokkan waktu yang tepat, seperti dua hari dalam sebulan. Untuk proses mixing dan mastering, kami dibantu oleh teman kami yang luar biasa kreatif, Lutfi ‘Anothercore’.”

Nah, atas alasan keterbatasan waktu serta jarak domisili masing-masing personel, plus kesulitan menemukan personel yang satu frekuensi dalam bermusik membuat proyek Satyr ini tidak bisa diwujudkan dalam format panggung (live performance). Saat ini, ketiganya hanya ingin menumpahkan ide-ide dan inspirasi dalam bermusik dan memusatkan promonya lewat media-media musik.

Kembali ke single “Malvm”, karya ini rupanya juga merupakan menu pembuka dari sebuah album mini (EP) bertajuk “Centvry Of Madness” yang rencananya bakal dirilis tahun ini juga.

“EP sudah selesai proses rekaman, saat ini sedang dalam proses mixing dan mastering. Insya Allah akan rilis akhir tahun 2021, atau mungkin lebih cepat.” (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *