RUAM Ajak Melayang Lewat Single “Contentious” yang Psikedelik

Band asal Wonosari, Yogyakarta ini menyebut musiknya rock ‘serampangan’, dimana para personelnya mengombinasikan selera masing-masing. Kata mereka, tak ada yang lebih menyenangkan daripada memainkan musik yang mereka sukai.

“Kami suka sensasi energi hard-rock klasik dan dalamnya sensasi tripping serta kontemplatifnya rock psikedelik. Ya sudah, kami mainkan saja. Namanya juga serampangan,” cetus RUAM kepada MUSIKERAS beralasan.

Setelah selama setahun menggodok persiapannya, akhirnya Ahmad Tubagus (gitar), Marcellinus Yoga (bass), Luthfi Yudan (dram) dan Rae Yoratian (vokal) percaya diri untuk melesatkan “Contentious”, sebuah single debut yang telah diedarkan via Omnimore Records, sejak 20 Agustus 2021 lalu. 

Lirik “Contentious” sendiri mengisahkan tentang sebuah migrasi besar-besaran yang dilakukan oleh sekelompok orang, yang mana dalam perjalanannya itu ada satu hal yang menjadi tujuan utama, yakni sebuah rumah yang telah dijanjikan kepada mereka semua. Namun, setelah banyaknya waktu yang mereka habiskan dalam perjalanan tersebut, dengan berbagai halang rintang yang telah ditemui, tanda-tanda dari hal yang menjadi tujuannya belum juga mendapatkan titik temu. Keraguan, kekhawatiran dan keluh kesah pun menjadi sesuatu yang begitu nyata terlihat di depan mata. 

Rae Yoratian yang menulis liriknya menjelaskan bahwa perjalanan yang dimaksud dalam “Contentious” itu sendiri merupakan sebuah analogi dari sistem yang sedang berlangsung. Sedangkan rumah yang telah dijanjikan kepada sekelompok orang tersebut, merupakan sebuah bentuk gambaran dari kesadaran palsu yang telah memberi mereka harapan. 

.

.

“Memudarnya harapan itu menimbulkan skeptisisme dalam benak manusia, dan ketika tidak terjawab dapat menimbulkan ledakan emosional yang mengacaukan batin manusia. Hingga sampai pada suatu titik, hanya satu tempat yang dapat dituju, satu tempat untuk membuang asa, yaitu Sang Maha Esa,” ungkap Rae sedikit berfilosofi. 

Dari segi musikal, leburan hard-rock klasik dan rock psikedelik dipilih sebagai pengantar pesan-pesan di lirik lagu mereka, karena dianggap mewakili ‘keserampangan’ mereka dalam bermusik. Seperti yang mereka rasakan saat menonton band-band era Led Zeppelin dan Black Sabbath.

“Energi dan kacaunya sesuai dengan kami yang ‘bodo amat’ dalam hal attitude bermusik,” kata Rae melanjutkan. Selain itu, rock psikedelik lebih mewakili kesukaan RUAM akan nuansa yang dalam dan tripping. Mereka menyukai bagaimana tema yang repetitif membuat mereka melayang sendiri kalau sedang khidmat memainkan musiknya.

“Nah, sensasi semacam itu yang kami masukkan dalam musik kami. Apalagi, ‘Contentious’ itu intinya ngeluh, sambat, tapi dalam keluhan itu kami juga sadar bahwa seberapa pun beratnya si beban, ya, tetap harus dijalani. Karena kita kan nggak tahu pasti tujuan ini sudah dekat atau masih jauh. Kalau kita berhenti sekarang kan sia-sia perjalanan yang sudah dilalui. Sensasi marah sekaligus kuatir sekaligus ragu-ragu itu tadi terwakili dalam dua genre itu juga.”

RUAM yang terbentuk pada pertengahan 2019 lalu cukup lama menggarap “Contentious” akibat sempat terhadang pembatasan sosial. Apalagi jalinan komunikasi antar personel juga terkendala jarak domisili. Selama pembatasan akibat pandemi, Rae untuk sementara tinggal di rumah eyangnya di daerah Sedayu, Bantul, sedangkan tiga personel lainnya terfokus di kota Wonosari. Jarak dua jam perjalanan darat itu membuat proses pengerjaan single dan beberapa agenda RUAM berjalan lambat. 

Selain itu, mereka juga lebih suka menangkap kejadian di sekitar mereka sebagai bahan dasar konsep materi lagu RUAM, termasuk salah satunya diterapkan di “Contentious”. Nah, proses bertukar pikiran dan kontemplasi dalam penggarapan itu yang kadang kebablasan.

“Kami kadang terlalu dalam tenggelam membahas isu, dan setelah itu tenggelam lagi waktu memilih simbolisme yang nanti akan mewakili isu tersebut di lagu kami. Kadang kami diskusi soal opsi simbol dan analogi yang hendak kami gunakan. Karena, terus terang, diskusi itu asik sekali bagi kami. Bahkan dari satu isu saja kami bisa membuat dua sampai lima analogi yang bisa jadi lima lagu yang berbeda. Ya, akhirnya kami berusaha membatasi dan memilih satu materi saja, agar hemat waktu.”

Saat ini, RUAM tengah melanjutkan penggarapan beberapa materi yang sudah dibuat bersamaan dengan “Contentious”. Dan kini, mereka telah mendapat dukungan dari Boneless Records dan Catpaws Lab dalam proses pengerjaannya. Soal rencana album atau EP, RUAM mengisyaratkan akan ada beberapa kejutan tahun depan. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *