Pada 23 April 2021 lalu, MUSIKERAS sudah pernah mengabarkan gerak-gerik berbahaya dari unit rock asal kota seribu sungai Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini. Saat itu, mereka baru saja meletupkan single kedua yang berjudul “Jangan Muram”. Sebelumnya, Muram juga telah memantik adrenalin lewat single debut “Rimba Membara”, tak lama setelah terbentuk pada 2019 lalu.
Lalu tak butuh lama, agresivitas mereka yang meledak-ledak akhirnya membuahkan sebuah album perdana bertajuk “Raung Selatan” yang bakal dilepasliarkan via label Demajors Records.
“Secara keseluruhan, Muram memainkan rock bertempo sedang dan lambat namun tetap menonjok di lini vokal, ditambah atmosfir modulasi gitar Erwin Kunci yang membuat setiap lagu Muram menjadi berbeda dibanding band rock serupa,” seru vokalis Ari ‘Gorey’ Sutrisno kepada MUSIKERAS, merinci konsep musik di album tersebut.
Jika ditanya, Muram dengan bangga melabeli musiknya dengan sebutan ‘strong rock’, sebuah perpaduan pengaruh alkohol yang kuat dengan geberan rock yang siap menyiksa kuping pendengar Muram.
“Untuk referensi kami mengambil sedikit musik rock berpasir ala The Sword di album ‘Warp Riders’. Ada juga lagu super pendek ala grindcore. Yang mana? Silakan dengarkan sendiri. Ya, kami mau membuat kejutan saja di album perdana ini. Album yang serius tapi masih bisa bersenang-senang di setiap penulisan lagunya.”
Di luar itu, pergerakan band-band rock lokal seperti Petrus dari Jambi, Octopuz dari Semarang, (((auman))) di Palembang hingga kegilaan Lawless Vomit Crew dari Jakarta juga lumayan menyetrum semangat mereka. “Kami mengeksplorasi sedemikian rupa, mencoba menjadi berbeda dari sekian band rock yang sudah ada.”
“Raung Selatan” sendiri, bagi para personel Muram yang juga dihuni Ferry ‘Feriza’ Manuwu (bass), Awlia Shofani (dram) dan Arif Ginday (gitar) merupakan sebuah album musik yang diharapkan bisa membangkitkan marwah musik rock di Kalimantan, khususnya di bagian selatan pulau ini. Pengerjaan lagu demi lagu diangsur dan dibayar lunas dalam kurun waktu hampir dua tahun, yang memeras setiap tenaga personel dan kru yang setia membantu mereka.
.
.
Pergantian dan penambahan personel juga harus dilalui untuk bisa mewujudkan “Raung Selatan” ini. Secara resmi, kini Muram tak lagi diperkuat gitaris Odien Pabosky, yang lantas digantikan oleh Ginday. Odien sendiri merupakan gitaris yang sangat berkontribusi di awal terbentuknya Muram. Sengatan riff gitar berbahaya di lagu “Rimba Membara” merupakan salah satu warisannya.
“Mungkin kami bisa menyalahkan vaksin, sialan! Karena kami mendapatkan kesempatan untuk bisa main acara di Jameson Connect Indonesia yang mengharuskan kami terbang ke Jakarta. Dengan syarat vaksin, kemudian Odien rada susah kami hubungi di grup WhatsApp. Dengan berberat hati, kami harus bermanuver. Mulai berpikir untuk berangkat dengan personel tersisa, kayaknya tidak mungkin. Mau tidak mau kami harus menggantinya dengan Ginday. Well, minggu kemaren kami berhasil mengajak Odien main di lagu ‘Rimba Membara’ saat dia bertandang ke Banjarmasin. Dia sekarang tinggal di kota Barabai,” papar Gorey mengungkapkan.
Semua amunisi panas di “Raung Selatan” yang dieksekusi di Hollowlabs studio mempunyai makna penting di setiap penulisannya. Bermula dari sekadar riff gitar dan nada awal yang sumbang, sampai menjadi sebuah karya musik yang diharapkan bisa berusia panjang. Bermimpi dengan album ini bisa membawa Muram ke panggung besar dan spektakuler, tur ke berbagai kota, layaknya band rock besar seperti yang mereka bayangkan.
Makanya jika diharuskan memilih, sulit bagi Muram untuk melakukan tebang pilih terhadap lagu yang dianggap paling memuaskan penggarapannya. Karena itu tadi, mereka mengerjakan setiap lagu melalui proses kreatif bersama di studio, ngejam dan berbagi ide. Tapi terlepas dari hal itu, ada sedikit catatan istimewa saat mereka menggodok lagu yang bertajuk “Beskar”, satu-satunya karya mereka yang bertema fiksi ilmiah di liriknya.
“Terinsipirasi dari serial ‘The Mandalorian’. Ada sedikit cerita di lagu ini, dimana bagan lagu awal kami bikin saat masih bersama Odien. Di lagu ini, kami mendapat kesempatan emas dimana kami berkolaborasi dengan Iga Massardi dari Barasuara. Sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan!”
Catat tanggalnya, 12 Desember 2021 mendatang “Raung Selatan” bakal disebar serentak ke berbagai platform digital streaming. Sementara untuk rilisan fisik, bakal tersedia juga dalam format cakram padat (CD). (mdy/MK01)