Dengan Eksekusi yang Agresif, ELEANOR Hujat Pelaku Perundungan

Masih menitikberatkan buncahan liriknya di tema seputar korban dan pelaku perundungan, unit keras berhawa nu-metal asal Jakarta ini kembali menyalak. Persis setahun sejak melontarkan single sebelumnya, “In My Shoes”, kali ini Eleanor menggaungkan lagu baru berjudul “Victim of Torture” pada 25 Desember 2021 lalu.

Liriknya menyambung ungkapan keresahan Eleanor, khususnya sang vokalis Christian ‘Chris’ Siahaan yang pernah melihat di depan matanya sendiri, penderitaan seorang korban perundungan yang terkapar babak belur tak berdaya, tanpa ada yang menolongnya. Nah, dari pengalaman tersebut, Chris mencoba untuk merangkum dan menyambungkan topik bahasan di lagu pertama dengan “Victim of Torture”.

“Agar dalam satu album penuh (nanti) temanya tentang ‘bully’ atau perundungan, namun diambil dari sisi kelamnya, berdarah-darah, dosa dan penyesalan yang penuh dengan penderitaan dari korban dan juga sang perundung,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, merinci konsepnya.

Saat penggarapan single “Victim of Torture”, sama halnya dengan materi lagu mereka lainnya, selalu dimulai dengan proses merekam secara kasar, lalu dibagikan melalui grup di aplikasi Whatsapp. Dari situ lantas personel lain ikut menambahkan. Setelah instrumentasi rampung, terakhir tugas vokalis merasakan ‘feel’ dari materi tersebut untuk dituangkan ke dalam proses perakitan lirik.

.

.

Chris, Afrizya ‘Echa’ Bramandita (gitar), Sid Adisapoetra (gitar), Randy ‘Allen’ Hilman (bass) dan Aditya ‘Didit’ Mayandra (dram) lalu menggodok rekaman “Victim of Torture” sejak November hingga Desember 2021 di Soundhead Studio, Jakarta.

Hampir tidak beda jika membandingkan konsep musikal lagu “Victim of Torture” dengan single terdahulu, “In My Shoes”. Masih kental akan guyuran elemen nu-metal serta rock dan metal era 90-an, di antaranya seperti Korn, Incubus, Deftones, Nine Inch Nails, Static-X, Fear Factory hingga Mastodon. Namun kali ini, juga sudah tersentuh pengaruh kekinian, yang antara lain diserap dari band-band seperti Normandie dan Bring Me the Horizon.

“Namun yang sedikit membedakan adalah, riff-riff gitar di ‘Victim of Torture’ sedikit lebih agresif dan kelam, dentuman dram dengan blastbeat yang lebih terasa, (porsi) growl dan scream vokal yang lebih banyak serta lirik yang lebih mencekam.”

Usai perilisan single “Victim of Torture”, rencana Eleanor berikutnya adalah merampungkan persiapan perilisan album mini (EP). Jika tak ada kendala, bakal diluncurkan secara resmi bulan ini juga. Proses rekaman keseluruhan sudah selesai dan tinggal menyisakan pemolesan mixing dan mastering. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dewa gitar
Read More

9 DEWA GITAR di Konser GUNS N’ ROSES Jakarta

Sembilan dewa gitar legendaris tanah air dipilih sebagai amunisi pembuka konser Guns N’ Roses yang bakal berlangsung di Senayan, 21 November 2026 mendatang.
hyper
Read More

HYPER: Keserakahan, Dosa dan Pertobatan

Perpaduan riff yang agresif, groove yang menghantam serta energi khas metalcore 2000-an menjadi bagian penting geberan Hyper di album mini (EP) terbaru.