Lolos dari ‘Titik Mati’, KERAKAH Kini Hantam dengan Keagresifan Berbeda

Banyak yang terjadi sejak unit metal asal Jakarta ini memutuskan kembali aktif setelah melewati masa vakum. Geliatnya dimulai sejak Mei 2021 lalu, ketika Kerakah meluncurkan lagu rilisan tunggal debutnya yang bertajuk “Titik Mati”. Racikan baru digeber di musiknya, yang berbeda dibanding era awal mereka, ketika terbentuk pada 2005 silam.

Kini, tepatnya pada 10 Juni lalu, karya rekaman terbaru kembali diderukan Kerakah. Berjudul “Anomali Logika”, yang digodok dari ide-ide yang makin eksploratif. Apalagi kali ini, mereka mendapat pengawalan ketat dari pengarah musik, Muhammad ‘Chuky’ Rizky, gitaris dari pelantang hardcore punk Hurt’Em. Sementara di produksi, penggarapan “Anomali Logika” dipayungi sepenuhnya oleh Nocturnal Blazze, semacam rumah kreatif yang juga merancang strategi serta perangkat promosi untuk Kerakah. 

Kehadiran Chuky, sedikit banyak memberi andil dalam pembentukan citra baru Kerakah. Khususnya di lagu “Anomali Logika”. Melalui berbagai diskusi, akhirnya kedua pihak sepakat untuk merombak konsep musik Kerakah menjadi wujud baru yang berbeda.

“Secara musik, Chuky cukup banyak memberi masukan, arahan dan perubahan, mulai dari referensi sampai ke beat-beat baru yang fresh. Dari segi lirik juga terjadi perombakan. Pemilihan kata-kata, rima, sampai karakter vokal turut menjadi poin penting di musik yang Chuky tekankan. Hasilnya kami sangat puas dengan karakter musik baru Kerakah. ‘Anomali Logika’ adalah pencapaian kami dengan presepsi musik dan imej Kerakah yang baru. Sebuah hasil yang membanggakan buat kami semua saat mendengarnya pertama kali,” urai Kerakah kepada MUSIKERAS, semangat.

.

.

Saat menggarap “Titik Mati”, Kerakah menegaskan banyak menyerap kombinasi pengaruh dari band-band keras dunia macam Slipknot, Nine Inch Nails, Cane Hill, Blood Youth hingga ERRA. Namun di “Anomali Kerakah”, formula itu lebih dikembangkan. “Ini adalah Kerakah yang baru,” seru mereka lagi menegaskan.

Bagi Kerakah yang kini hanya diperkuat lima personel, yaitu Teuku Fauzan Azim aka Chubanx (vokal), Doni Gumar aka 2Satu (bass), Dhimas Prawira aka Grendy (gitar), Nanda Arie Praginza aka Ginza (dram) dan Gemma Irryandi aka 3XO (turntable/sampling), banyak pola baru yang diterapkan di “Anomali Logika”. Mereka sedikit menghindari terjebak pada genre tertentu, namun tetap sambil menjaga patokan yang dituju. “Untuk referensi, arahnya masih sama, hanya tingkat keagresifan yang berbeda.”

Untuk meneruskan momentum kebangkitan Kerakah, penggarapan album penuh selalu menjadi poin diskusi penting, yang selalu dikemukakan. Sejauh ini, proses pengumpulan materi untuk album terus berjalan, sambil menerapkan pengontrolan kualitasnya agar tetap menghasilkan musik yang berkualitas. “Album dalam kepala kami adalah bentuk proses dalam bermusik Kerakah. Semoga semua proses album berjalan lancar dan akan terjadi di tahun ini,” ujar pihak band menjanjikan.

Sedikit menengok tampilan fisik band yang mengambil namanya dari jenis kapal layar pelintas samudra yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-14 dan ke-15 silam. Seluruh personelnya mengenakan topeng. Bagi Kerakah, topeng adalah bentuk ekspresi mereka dalam berkesenian. Dan jika diperhatikan, selalu ada ciri khas yang diangkat dalam tampilan topeng tiap personel.

“Sebagai band yang menggunakan topeng tentu menjadi istimewa, karena kami selalu menarik perhatian. (Walau) Dalam prosesnya sungguh merepotkan. Imej band yang harus dibentuk, ide topeng tiap personel, sampai karakter musik yang cocok untuk band bertopeng seperti Kerakah. Tapi memang betul proses tidak akan mengkhianati hasil.”

Video musik “Anomali Logika” kini sudah bisa digeber via kanal YouTube resmi Nocturnal Blazze, yang juga mengeksekusi visualisasi lagu tersebut. Ekky Pramana adalah sutradara yang dipercaya untuk mewujudkannya, berdasarkan kelihaiannya meracik video musik band-band lain sebelumnya seperti Hurt’Em, Straightout, Hellcrust hingga Pee Wee Gaskins. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.