“(Judul) ‘Manuver Durjana’ artinya perlawananan atas ketidakwarasan atau melawan kemungkaran. Musik metal yang cukup running memberikan energi positif, semangat penuh perlawanan.”
Demikian visi dan misi dari band metal bentukan 2018 asal Bandung, Jawa Barat ini, tentang karya lagu rilisan tunggalnya yang bertajuk “Manuver Durjana”. Lebih jauh, Silent In Lightless mendeskripkan judul serta lirik lagunya itu secara lebih luas.
“Jadi segala bentuk ketidakwarasan, baik itu dari diri pribadi atau pun lingkungan harus kita lawan. Contohnya seperti setan malas, lingkaran pergaulan yang tidak baik dan tidak memberikan manfaat, atau lebih jauhnya lagi mungkin oknum instansi pemerintahan yang tidak waras. Nah, dengan konsep musik yang running, apik dan harmonis, dengan lirik yang disampaikan dengan lantang powerful dan penuh amarah seakan-akan mengbangkitkan semangat perlawanan. Kalau dalam bahasa Arab itu (disebut) ‘ruhul jihad’,” beber vokalis Heri ‘Mang Aher’ Kiswanto kepada MUSIKERAS, mewakili rekan-rekannya di Silent In Lightless.
Setelah terbentuknya formasi Mang Aher, Muhamad Adnan Kusuma Perdana (gitar), Dani Rahmdani (dram), Yadi ‘Edoy’ Hidayat (bass) dan Syamhudi ‘Samguardiola’ (gitar), butuh waktu kurang lebih sebulan bagi mereka untuk meracik formula lagu “Manuver Durjana” tersebut. Mereka meniatkannya menjadi ‘benang merah’ untuk lagu-lagu Silent In Lightless selanjutnya, dimana mereka menonjolkan kekuatan harmonisasi dan distorsi yang dibalut teriakan lantang dari sang vokalis.
Ada banyak pengaruh yang terinjeksi di “Manuver Durjana” untuk mendapatkan komposisi yang terpacu enerjik. Memadukan elemen metal lama dan modern, dari rumpun heavy metal, mediterania, metalcore hingga hardcore.
.
.
“Banyak yang kami dengerin pas penggarapan single ‘Manuver Durjana’, (seperti) Machine Head, Kublai Khan, Lamb Of God, Asking Alexandria, Wage War, As I Lay Dying, Malevolence dan Expellow,” seru Mang Aher lagi merinci.
O ya, kelahiran Silent In Lightless sendiri berawal dari sebuah tongkorangan di wilayah Bandung Timur, dari keisengan manggung membawakan lagu-lagu band metal para pendahulunya. Pada November 2022, lalu ada obrolan dengan Mang Aher yang pada saat itu kebetulan sudah tidak tergabung lagi di band Kill The Day sejak awal 2022. Lewat pertemuan yang intens sehingga semakin merekatkan ikatan rasa (chemistry), akhirnya band ini pun terkonsep lebih matang. “Manuver Durjana” yang digodok di studio pribadi Mang Aher serta di Devota Rock Studio untuk tahapan mixing dan mastering, lantas lahir sebagai penghantar menuju skena musik ‘bawah tanah’. Sekaligus menjadi pemacu semangat Silent In Lightless dalam berkarya.
Sejumlah rencana promosi telah berada di genggaman band ini untuk mempromosikan “Manuver Durjana”. Antara lain melakukan wawancara serta tampil di berbagai media, baik di seputaran Bandung maupun di luar wilayah tersebut. Paralel dengan kesibukan itu, mereka juga terus memacu persiapan menuju kegiatan pentas, dengan melakukan latihan secara intensif, sekaligus melengkapi kebutuhan teknis instrumentasi agar mampu merepresentasikan jenis musik yang mereka anut saat ini.
Di luar itu, tabungan materi lagu juga terus berjalan, sebagai persiapan menuju perilisan album mini (EP) yang mereka targetkan bisa diluncurkan tahun ini juga. “Penggarapannya sejauh ini sudah ada tiga lagu. Untuk packaging sudah mulai penggarapan artwok yang dikerjakan oleh artworker ternama di Bandung. Agenda untuk video klip berbarengan dengan album. Jadi mungkin nanti rilis fisik dan digital, salah satu lagunya ada yang kami buatkan video klip dan akan kami rilis bersamaan.”
Lagu “Manuver Durjana” sementara ini sudah bisa dilantangkan via tayangan di YouTube, yang juga bisa disaksikan di halaman artikel ini. (aug/MK02)
.
.