“Mari Ciptakan Kesenangan 3X (tiga kali) lebih banyak!”
Itulah makna nama dari band yang terbentuk dari sebuah komunitas Ciputat Bawah Tanah ini. Sebuah proyek yang lahir dari para personel band metal yang sudah tidak asing lagi di kancah underground Tanah Air. Mereka adalah gitaris Budi Gede Arya aka budy_panic, dramer Totok Kusdaryanto aka Ambon Mortis, vokalis Abdul M. aka Iday serta mendiang bassis Erik Mortis.
McCxKx tepatnya disahkan kelahirannya pada 9 September 2019 di Jakarta, dengan mengibarkan paham metal, yang dikategorikan para personelnya dengan sebutan groovy happy porngrind. Menurut mereka, saat ini belum banyak musisi metal di Tanah Air yang mengusung genre tersebut. Seperti apa terapannya? Bisa didengarkan di “Sabi”, lagu rilisan tunggal debut mereka yang baru saja digaungkan bulan ini, via platform digital album kompilasi “The Beelzebub”.
Peracikan “Sabi” sendiri dimulai dari Budi yang mengumpulkan beberapa riff gitar, yang ia rekam di perangkat ponselnya. Kemudian ide-ide riff tersebut diteruskan personel lainnya, yakni Totok dan Erik. Mereka bertiga lantas memilah mana riff yang perlu diterapkan dan mana yang tidak.
“Setelah terbentuk, lalu kami mengaransemen lagu tersebut. Proses pengerjaannya kurang lebih satu minggu, direkam di Dua Jari Prod serta di Silent Prod. untuk tahapan mixing dan mastering,” ujar Budi kepada MUSIKERAS mengungkap proses kreatifnya.
.
.
Sementara dari segi musikalitas, MxCxKx mengakui sedikit banyak terpengaruh pada keberingasan band-band luar seperti unit goregrind asal Jerman bernama Cock Ball and Torture, lalu juga Gutalax dan Spasm dari Czech/Ceko. Dan seluruh personelnya juga sepakat mempertahankan paham groovy happy porngrind, dimana terapannya mengacu ke akar skank beats medium tempo 140bpm untuk mendapatkan efek happy seperti irama tarian polka yang riang gembira, lalu ditambah dengan not-not atau riff gitar yang simpel namun groovy plus lirik lagu yang temanya meracau sekitaran ‘selangkangan’. “(Karena) porno (porn) pemersatu bangsa, hahaha.”
Selain “Sabi”, MxCxKx yang kini juga diperkuat bassis Wahyu Supriadi juga sudah menjalani tahapan penggodokan lagu-lagu lainnya untuk kebutuhan album, yang dimulai sejak pertengahan 2019 hingga November 2022 lalu. Sebanyak 18 lagu bakal mereka lampiaskan di album tersebut, plus satu bonus lagu daur ulang (cover). Sama seperti “Sabi”, keseluruhan juga dieksekusi di Dua Jari Prod. dan Silent Prod.. Rencananya, album bakal dihempaskan ke skena ‘bawah tanah’ pada pertengahan 2023 mendatang. (mdy/MK01)
.
.