Usai gebrakan perkenalan lewat sebuah lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Deception” pada November 2021 lalu, tahun ini unit groove metal asal Salatiga, Jawa Tengah ini menajamkan cengkeramannya di skena metal. Sebuah album mini (EP) berjudul “Enter The Disaster” baru saja ditumpahkan Rawness ke berbagai paltform digital sejak 25 Juli 2023 lalu.
“Enter The Disaster” beramunisikan empat komposisi, dimana salah satunya menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Rawness yang dihuni formasi Eddo Ardo Muraima (vokal), Jimmy Septa (gitar), Sethyono ‘Seth’ (gitar), Aga Iswara (bass) dan Shasa Aji Nugroho (dram) mengangkat narasi tentang perlawanan-perlawanan yang pada akhirnya hanya akan berujung pada sebuah kehancuran. Masing-masing trek menceritakan obyek yang berbeda, tetapi masih dalam narasi besar yang sama.
Proses penggarapannya sendiri kurang lebih menghabiskan waktu selama tujuh bulan, mulai dari pembuatan materi hingga perilisan. Untuk materi dasar lagu-lagunya, kebanyakan berasal dari gitaris mereka, Jimmy Septa yang lantas diaransemen dan dikembangkan bersama personel lainnya.
“Karena ini merupakan EP perdana kami yang semua dikerjakan DIY (mandiri) dari proses rekaman, mixing dan mastering untuk mendapatkan hasil maksimal sesuai yang kami inginkan. Kendala teknis paling kerasa mungkin berada pada peralatan kami yang minim namun ingin eksplorasi sound yang sedemikian rupa,” papar pihak Rawness kepada MUSIKERAS, mengungkap terus-terang.
Proses produksi rekamannya sendiri dieksekusi band bentukan 2019 tersebut di Cryptical Sins Recording Studio, Salatiga). Sementara dari segi artistik, desain sampul EP yang digarap dengan konsep kolase digital dikerjakan oleh Luthfi ‘Kiting’ Nur Muhammad. Disusun sedemikian rupa hingga menjadi makna baru dan mampu merepresentasikan EP “Enter The Disaster” secara keseluruhan.
Lebih jauh, Rawness meyakinkan bahwa banyak unsur groove yang mereka suguhkan di komposisi lagu-lagu di EP. Entakan-entakan riff yang groovy, down-stroke picking yang thrashy dan dipadukan dengan ketukan dram konstan plus beberapa patahan breakdown yang membuat elemen ‘groove’ “Enter The Disaster” menjadi terdengar lebih kompleks.
“Kebetulan dalam proses pengerjaan materi kami lagi senang mendengar lagu-lagu dari band macam Lamb of God, Slayer, Slipknot dan Soulfly, yang kemudian sedikit banyak unsur-unsur musikalitas mereka mempengaruhi materi-materi lagu kami dalam EP ini,” ujar mereka meyakinkan.
Tapi di salah satu lagu yang berjudul “Dogma Tirani”, Rawness mengaku sedikit menemui kesulitan saat meramu aransemen musiknya. Walau lagu tersebut cukup simpel dan terdengar sederhana, namun justru dengan konsep yang simpel itu, mereka cukup sulit untuk memadukannya dengan beberapa bagian riff. “Karena (kami) harus menemukan bridge yang cocok agar tidak terdengar monoton dan membosankan.”
Rencananya, setelah dirilisnya EP “Enter The Disaster”, Rawness bakal melangsungkan tur mini untuk memperluas jejaring sekaligus mempromosikan EP tersebut ke pendengar yang lebih luas. (mdy/MK01)
.
.