“Manipulasi Ambisi”, Darah Segar 13TH DAYS

Terinspirasi dari narasi yang menggugah tentang seseorang yang didorong oleh ambisi besar, unit cadas dari Jakarta ini membeberkan kisah keserakahan individu yang tak terbatas lewat sebuah lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Manipulasi Ambisi”. Melalui lagu ini, 13th Days ingin terhubung dengan audiens mereka secara lebih dalam, mendorong refleksi terhadap konsekuensi ambisi yang tak terkendali dan pentingnya menemukan kepuasan yang sejati.

“Dari segi lirik, kami mengusung perspektif sederhana yang mencerminkan dinamika sosial. Lagu ini membahas tentang seseorang yang begitu ambisius hingga rela menjatuhkan dan menipu, menggunakan segala sifat manipulatif untuk mencapai tujuannya. Namun, pada akhirnya, orang tersebut terjebak dalam lingkaran sifat negatif dan menyadari bahwa apa yang telah dicapainya ternyata hampa,” beber pihak 13th Days kepada MUSIKERAS, mengungkap pesan di balik lirik lagu barunya itu.

13th Days yang kini digerakkan gitaris Doni Bagus Supriyono aka Donny Bulux dan Bobby Luthfie Handrians aka Bobby Chuyonk, bassis Muhammad Ihsan, dramer Octo Francius serta vokalis baru, Agra Damia Saputra (mantan bassis Hellfreezed) merekam “Manipulasi Ambisi” di sebuah studio mini bernama Langit Studio. Dimulai pada September 2023 lalu. Meskipun menggunakan perangkat seadanya, tapi menurut mereka hasil akhir polesan mixing dan mastering yang dieksekusi di Febri Stimulus, Surabaya mencapai tingkat yang memuaskan.  

Jika dibanding dengan tiga karya rekaman tunggal 13th Days yang dirilis pada 2006 silam, yaitu “Liar”, “Hate to Trust” dan “Siksa Neraka”, mereka menyebut kini peracikan musiknya jauh lebih dewasa dan berevolusi. Sementara pada masa lalu, mereka cenderung hanya terpaku pada elemen-elemen khas metalcore.

“Dengan kehadiran vokalis baru, kami sekarang lebih leluasa bereksperimen dalam menciptakan lagu-lagu kami. Perubahan ini sangat terlihat dalam ‘Manipulasi Ambisi’ jika dibandingkan dengan EP sebelumnya. Lagu ini memiliki durasi waktu yang lebih pendek dan mencolok, serta mencirikan perbedaan signifikan dengan absennya elemen lead yang biasa ada dalam karya-karya sebelumnya,” seru mereka memperjelas.

“Manipulasi Ambisi” sendiri menangkap gaya musik khas 13th Days, dimana mereka mengeksplorasi elemen metalcore yang groovy. Memiliki ciri khas musikal yang penuh distorsi, dengan ketukan yang cepat. Kombinasi elemen-elemen tersebut menciptakan atmosfer yang intens dan energetik. “Gitar-gitar menghasilkan riff yang kompleks, seringkali diselingi dengan breakdown berat, sementara vokal memberikan kontras antara vokal bersih dan growl yang memperkuat ekspresi emosi.”

Saat proses peracikan komposisi dan aransemennya, para personel 13th Days menggabungkan berbagai referensi musik, seperti thrash metal, heavy metal dan metalcore sebagai akar musiknya. Dengan pendekatan seperti itu, memungkinkan mereka untuk bisa menciptakan suara yang unik dan bervariasi. 

“Kami menemukan inspirasi dari elemen-elemen klasik thrash metal, ketegangan heavy metal, dan kekuatan metalcore untuk membentuk identitas musik kami. Dengan menggabungkan berbagai pengaruh tersebut, kami berusaha menciptakan pengalaman mendengarkan yang menarik dan memuaskan bagi pendengar kami.”

Jauh sebelum melahirkan lagu “Manipulasi Ambisi”, 13th Days telah menggeliatkan karirnya sejak 2006 silam. Awalnya menggunakan nama 13th Days Before Suicide, dan dalam perjalanannya kerap terjadi perubahan formasi. Kini, perilisan “Manipulasi Ambisi” juga sekaligus menjadi momentum untuk menyederhanakan nama band menjadi 13th Days. 

Tahun ini, 13th Days sudah mencanangkan akan merilis EP baru dengan bekal amunisi sebanyak empat atau lima lagu baru. Saat ini, tahap pengambilan suara vokal sudah berlangsung. Dan jika tidak ada halangan, EP tersebut akan diluncurkan tahun ini juga. “Manipulasi Ambisi” sendiri sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital sejak 13 Januari 2024 lalu. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.