GVSAR, Hardcore yang Berbeda dari Tangerang

Skena hardcore di kawasan Tangerang semakin bergairah dengan munculnya GVSAR (baca: gusar), penggeber hardcore punk yang baru diresmikan terbentuk pada 9 Juli 2023, saat para personelnya pertama kali melakukan rehearsal dan pertama kalinya membuat grup percakapan di aplikasi WhatsApp.

GVSAR sendiri diperkuat lima musisi muda yang sebelumnya telah cukup lama berkecimpung di skena musik bawah tanah. Ada dramer Helmy Fadillah Z. serta gitaris Ridwan Mafhumy dan Ostra B. Samodra yang pernah tergabung di band Rejected Kids. Lalu ada bassis Bimo Rusmanto (Lowsing End) serta vokalis Al Kindi (Heart of Judas) yang punya latar belakang metal. 

Dengan modal tersebut, GVSAR berharap musik mereka dapat menjadi outlet positif untuk melampiaskan kegusaran dan keresahan para personel maupun pendengarnya, yang kini sudah dimuntahkan lewat lagu rilisan tunggal debutnya yang bertajuk “Okupasi Diri”. 

Melalui lagu tersebut, GVSAR mengingatkan pendengar bahwa musuh terbesar yang harus dihadapi adalah pantulan yang kita lihat di cermin, yaitu diri kita sendiri. “Saat merasa diri kita tak berharga dan selalu cemas, hidup rasanya berjalan secara autopilot dalam cara yang terburuk. Kami mengingatkan pentingnya kendali diri agar hidup lebih mindful dan terarah,” ujar Ostra, yang menulis lirik “Okupasi Diri”.

Lagu itu sendiri tercipta saat GVSAR pertama kali masuk studio untuk melakukan rehearsal. Berbekal riff sederhana, proses jamming berjalan begitu organik, hingga dalam beberapa latihan berikutnya, lagu itu pun berhasil dirampungkan. Eksekusi rekaman untuk instrumen gitar dan bass dilakukan GVSAR secara mandiri, sedangkan khusus isian dram dan vokal masing-masing direkam di NM Studio dan Core Studio, Tangerang.

Dengan komposisi klasik hardcore yang berbalut riff gitar menohok dan tempo cepat ala Comeback Kid, Bane dan Have Heart, lagu “Okupasi Diri” seakan menjadi bahan bakar yang menyulut penonton untuk sing-along, stage diving hingga moshing

“Skena hardcore lokal yang sedang digandrungi saat ini, kerap menampilkan band-band dengan sub-genre beatdown, post/melodic hardcore hingga crossover. Kami menghadirkan warna berbeda dengan komposisi klasik hardcore punk yang cepat dan padat, mengombinasikan oldschool hardcore riff ala Minor Threat hingga yang kekinian seperti Gel, dengan nuansa modern hardcore seperti Comeback Kid dan Have Heart”, beber pihak band kepada MUSIKERAS, memperjelas formula musiknya.

Untuk mempromosikan “Okupasi Diri” tersebut, GVSAR memproduksi video klip mereka sendiri, yang disutradarai oleh Bimo, sang pembetot bass. Lalu paralel dengan aktivasi tersebut, GVSAR juga tengah menjalani produksi album mini (EP) mereka yang ditetapkan memuat enam lagu.

“Enam lagu masih dalam proses mixing dan mastering, dan akan dirilis sebagai EP sekitar bulan Mei (mendatang).”

Sejak 4 Februari 2024, “Okupasi Diri” sudah bisa digeber via YouTube, Spotify serta platform digital lainnya. (aug/MK02) 

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.