Siapkan diri untuk terhempas dalam dimensi baru musik grindcore bersama Belati Tajam. Dari Jember, Jawa Timur, unit grindcore tersebut kembali menggalakkan gemuruh musik ekstrim lewat karya rekaman terbaru. Mereka langsung menyemburkan tenaga maksimal dalam sebuah album penuh bertajuk “Perjalanan Dimensi”. Ada sembilan lagu penuh distorsi serta ketukan brutal yang diklaim siap menggebrak kuping para pemuja musik keras di seluruh penjuru Nusantara.
Amunisi yang menyesaki kemasan “Perjalanan Dimensi” antara lain berjudul “Balyani”, “Kita Persid Jember”, “Darah Muda” dan “Aku Cinta Indonesia”, dikemas lewat lirik yang mencerminkan semangat kecintaan Tanah Air, serta kritik sosial yang dikemas dalam balutan musik grindcore yang eksplosif, variatif dan dinamis.
“Yang membedakan Belati Tajam dibanding band grindcore umumnya adalah penggunaan lirik yang kritis, kritik membangun terhadap kehidupan sosial dan kehidupan sehari-hari, serta berusaha menciptakan semangat persatuan dan kesatuan untuk kawula muda dan bangsa guna bisa memberikan dimensi lebih pada musik Belati Tajam,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkap konsep bandnya.
Lebih dari sekadar musik, lanjut mereka lagi, album “Perjalanan Dimensi” juga dimaksudkan untuk menyampaikan pesan ‘Sirna dalane pati, nur sifat, luber tanpo kebek’, yang berarti ‘Hilangkan rasa iri dengki, jadilah orang yang bermanfaat dan tetap sederhana’.
Proses rekaman “Perjalanan Dimensi” sendiri dilakukan di tiga studio berbeda, yakni Hyperblast Area Record, Muchan Record serta Purwacaraka Record yang berlokasi di Jember. Formasi Belati Tajam, yakni vokalis Andry Kasianto (Gandoz), gitaris Sugeng Wahyudi (Pepenk), bassis Aliyanto (Muchan) dan dramer Ufis Hidayatullah menghadirkan kekompakan dan energi yang menderu dalam setiap lagu. Tak hanya itu, dua lagu di album mereka tersebut diwarnai kolaborasi apik dengan gitaris Nuril ’13’ Telulas, menambah dimensi dan variasi dalam musik Belati Tajam.
“Kami melibatkan eksplorasi baru dalam musik grindcore dengan menyelipkan kombinasi elemen-elemen jenis musik lainnya, seperti rock, death metal atau black metal, rap, punk dan hardcore. Ada penggunaan struktur musik yang lebih dinamis dan eksperimental, serta pengaruh dari genre musik lain yang menyatu dengan grindcore. Referensi-referensi baru ini menghasilkan nuansa yang lebih kompleks dan beragam dalam musik Belati Tajam. Juga sebagai perlambangan perbedaan bukan sebuah halangan dalam berseni musik jenis apapun.”
Dalam penggarapannya, band bentukan 2018 yang awalnya banyak terpengaruh musik dari band-band dunia macam Nasum, Napalm Death, Over Kill, Iron Maiden dan Gojira ini, mengaku tentu saja menemui tantangan teknis dalam proses penggodokannya. Antara lain tercermin di lagu “Balyani” dan “Serangan Panik” yang menerapkan kompleksitas di aransemen musiknya.
“Melibatkan tempo yang cepat dan teknik bermain yang memerlukan keterampilan teknis yang memerlukan cukup waktu untuk berlatih dari setiap anggota band, sementara setiap harinya (kami) masih disibukkan dengan kegiatan rutin bekerja dan bersama keluarga masing-masing, sambil ingin terus bisa berseni dan berkarya.”
Sejauh ini, lagu-lagu Belati Tajam tak hanya menggelegar di kancah lokal, tapi juga telah menembus berbagai kompilasi album fisik bersama band-band dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri. Di antaranya seperti Agathocles, Extreme Decay, Muntah Kawat hingga Pontblank. Lagu “Darah Muda” bahkan terpampang di kompilasi album fisik bergengsi “Maximum Voltage Djarum Super Music”, yang menunjukkan eksistensi Belati Tajam di antara para raksasa musik cadas.
“Perjalanan Dimensi” yang diproduksi bersama label PT Suara Mas Abadi Jakarta sudah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music hingga Amazon Music sejak 27 Maret 2024 lalu. (aug/MK02)