BLEEDING TRAGEDY Luncurkan Metalcore yang Chaotic

Usai meredup selama satu tahun, sejak merilis album mini (EP) berjudul “Unleash” pada 1 Juli 2023, Bleeding Tragedy kini akhirnya kembali mengaum.
bleeding tragedy

Pada 8 Oktober 2024 lalu, Bleeding Tragedy telah melepas sebuah lagu rilisan tunggal spektakuler terbaru, berjudul “A Fever In My Bones”, lengkap dengan musik video yang memikat dan menggugah.

Kali ini, band asal Bandung, Jawa Barat bentukan 2005 silam tersebut menghadirkan sebuah perjalanan emosional yang mengguncang jiwa, dimana rasa sakit dan amarah berkelana dalam ritme mendebarkan, melalui geberan musik metalcore.

“Dalam kegelapan yang menyelimuti, kita merasakan ketidakmampuan untuk melepaskan diri dari pengaruh negatif, meskipun menyadari bahwa hal tersebut harus dilepaskan,” ujar Mahesa Angga Dilaga, vokalis Bleeding Tragedy.

“Kemarahan dan kebencian berfungsi sebagai penggerak,” ia menambahkan, “namun di balik itu, ada harapan untuk menemukan cahaya dalam kegelapan. Kontradiksi antara keinginan untuk damai dan rasa sakit yang terus menghantui menciptakan ketegangan yang begitu kuat, mencerminkan perjalanan menuju pemulihan di tengah kesedihan dan kebingungan.”

Materi awal “A Fever In My Bones” sendiri dimulai dari gitaris Ahmad Zacky Saleh, yang kemudian dikembangkan lagi oleh personel lainnya; Mahesa, gitaris Rizki Husnadan Muharam, bassis Iip Saefulloh serta dramer Shenny Fawzy, agar musiknya lebih menarik.

“Proses ini memakan waktu sekitar satu minggu, tergantung pada kesibukan setiap anggota (band). Semua rekaman dilakukan di studio pribadi kami, lalu kami serahkan untuk mixing dan mastering di Magemasherlab. Untuk vokal, kami merekamnya di studio Abdul (Hakim), gitaris Kvna,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkap proses kreatifnya.

Metalcore yang menjadi benang merah musik Bleeding Tragedy, di “A Fever In My Bones” dikembangkan menjadi lebih luas, dengan menyuntikkan elemen nu-metal di intro. “Juga lebih banyak unsur chaotic, yang sebelumnya jarang kami eksplorasi. Kami terinspirasi oleh beberapa band seperti Dying Wish, Slipknot, Korn, As I Lay Dying dan Parkway Drive.”

Setelah perilisan “A Fever In My Bones”, Bleeding Tragedy berencana mengeluarkan satu lagu rilisan tunggal lagi, yang sekaligus disertai visualisasi video.

“Sedikit spoiler, lagu berikutnya akan memiliki nuansa yang lebih tenang dan harmonis, dengan tema lagu yang berfokus pada kesedihan mendalam terhadap sesuatu yang telah tiada. Untuk saat ini, kami lebih fokus pada dua single ini dan akan kami jadikan sebagai maxi-single.”

“A Fever In My Bones” sudah bisa dinikmati di kanal YouTube resmi Bleeding Tragedy. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.