SUMMERVEIL Menulis Lagu Baru dalam Satu Malam!

Di lagu barunya, “New Generation”, Summerveil coba lakukan transisi besar dalam musikalitasnya. Buah dari semangat bermusik yang kembali berkobar.
summerveil

Summerveil sebelumnya cenderung berada di ranah pop punk yang energik dengan pilihan nada yang mudah dicerna. Khususnya ketika merilis dua lagu yang bertajuk “Numb” (3 Juli 2023) dan “Gelap Terang Dunia” (8 Mei 2024).

Tapi kali ini, racikan band asal Boja, Kendal (Jawa Tengah) ini sedikit berbeda.

“Kali ini kami menyuntikkan emosi yang lebih intens dengan pendekatan pop punk marah-marah yang dipadukan elemen metalcore,” cetus band ini kepada MUSIKERAS, menegaskan.

“Kami menambahkan riff gitar yang lebih berat, breakdown yang eksplosif, serta vokal scream yang penuh amarah, untuk menciptakan nuansa yang lebih gelap dan agresif. Namun, kami tetap mempertahankan sisi melodi khas pop punk, sehingga hasil akhirnya adalah kombinasi menarik antara emosi mentah dan melodi yang mudah diingat.”

Perubahan konsep musik adalah salah satu efek dari kevakuman yang cukup lama, yang lantas menimbulkan perdebatan diantara vokalis Bagas Aji Nugraha, gitaris Bagus Kartiyono dan bassis Muhammad Viqi Anggi Rozak.

Dalam menjalani proses kreatif “New Generation” yang direkam di Hero Music Studio, ketiganya banyak terinspirasi oleh band-band dunia seperti A Day to Remember dan Falling in Reverse. Mereka mengakui sangat mengagumi bagaimana kedua band tersebut selalu mengeksplorasi potensi musik mereka tanpa terpaku pada satu pakem.

“Hal ini juga yang kami coba terapkan di Summerveil—memadukan elemen pop punk, metalcore, dan bahkan sentuhan modern untuk menciptakan sesuatu yang unik dan relevan. Lagu ini adalah langkah awal kami untuk menunjukkan bahwa musik Summerveil bisa terus berkembang tanpa batasan genre tertentu, sambil tetap mempertahankan identitas kami.”

Tantangan teknis tentu saja mereka temui saat proses peracikan “New Generation”, sebagai dampak dari perubahan konsep. Khususnya, kata mereka, saat menyelaraskan energi vokal dengan instrumen yang cukup intens agar pesan lagunya benar-benar terasa.

“Kami juga mencoba beberapa teknik mixing yang berbeda untuk memastikan setiap elemen terdengar seimbang, terutama bagian riff gitar dan vokal yang menjadi sorotan utama.”

Pergeseran genre memang telah mempengaruhi proses kreatif dalam peracikan lagu terbaru tersebut. Namun saat menjalaninya, di sisi lain justru menjadi hal yang positif karena membangun semangat tiap personel dalam melakukan produksi materi. “Membuat kami semangat untuk mengekspresikan kecocokan antara lirik yang ditulis,” seru Bagas meyakinkan.

Lagu “New Generation” sendiri lantas menjadi hasil dari ledakan inspirasi yang datang tiba-tiba. Lirik lagu itu ditulis Bagas hanya dalam waktu satu malam. “Prosesnya sangat organik—dimulai dari riff gitar yang spontan, kemudian berkembang menjadi komposisi lengkap dengan lirik yang mengekspresikan keresahan terhadap fenomena generasi sekarang.”

Lagu itu mengartikan sebuah sindiran kepada istilah yang diucapkan di khalayak umum dengan menggambarkan “Indonesia Emas 2045”. Sebuah istilah untuk menjadi generasi yang maju namun pada realita generasi ini telah dibebani oleh ekspektasi masyarakat yang tidak sesuai dengan generasi sekarang. 

Bagas melihat bahwa banyak anak muda saat ini terjebak dalam krisis identitas, dimana mereka sulit menemukan jati diri di tengah tekanan sosial yang semakin besar. Kecanduan media sosial yang terus-menerus menciptakan drama dan persaingan, membuat banyak orang berlomba-lomba mencari ketenaran dengan cara apapun, bahkan jika itu berarti mengorbankan nilai-nilai yang seharusnya mereka pegang.

“Realitas ini semakin mengkhawatirkan, karena alih-alih berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, banyak yang justru terperangkap dalam dunia yang penuh ilusi dan ekspektasi kosong.”

Usai melepas “New Generation” (video liriknya bisa disaksikan di tautan ini), Summerveil saat ini tengah mempersiapkan album debut yang bakal diberi judul “Post Modern Anxiety”.

Album itu akan menjadi refleksi dari berbagai isu yang relevan dengan kehidupan modern, seperti krisis identitas, tekanan sosial, mental breakdown, hingga perjuangan untuk menemukan makna di tengah dunia yang semakin kacau. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts