JERUJI: Resmikan “Persistence”, untuk Mendiang Rangga Lawe

‘Pekerjaan rumah’ yang tertunda sejak kepergian sang vokalis, Rangga Lawe pada September 2024, akhirnya berhasil dieksekusi Jeruji.
jeruji

Jeruji akhirnya tuntas menggelar pesta perilisan album mini (EP) “Persistence” pada Sabtu, 22 Februari 2025 lalu, yang berlangsung di Tipsy Panda, Bandung, Jawa Barat. 

Dalam hajatan berkonsep intim tersebut, unit hardcore punk asal Bandung, Jawa Barat ini menggandeng beberapa vokalis tamu untuk membantu mereka mengeksekusi lagu-lagu jagoan mereka. Tak hanya dari album-album lama, namun juga termasuk empat amunisi terbaru pengisi EP “Persistence” yang baru pertama kali dibawakan di panggung. 

Dalam pertunjukannya, Jeruji dibantu oleh Yudi ‘Baruz’ Setiawan (Godless Symptoms), Aldi Ferdiana (Keparat/Power Punk), Moch. Fabian (Hellburger), Lookaas (Tcukimay), Ronald A. Radja Haba (Burgerkill) dan Popo Puji (Demonsdamn/Jasad).

Juga, band Devdan dan Bleach turut ambil bagian dalam acara pesta perilisan tersebut, yang tentu saja turut dirancang oleh label rekaman mereka, Disaster Records dan Maternal Disaster ini.

Untuk pertama kalinya, juga disuguhkan pemutaran dokumentasi EP “Persistence” dan dilanjutkan dengan sesi bincang-bincang (talk show) yang mengulas dalam mengenai proses kreatif pembuatan dan perilisan EP tersebut.

Sebenarnya, EP “Persistence” sudah resmi dirilis dan diedarkan sejak 30 Agustus 2024 lalu. Namun Jeruji terpaksa menahan langkahnya karena kondisi vokalisnya, Rangga ‘Lawe’ Putra saat itu sedang terbaring sakit usai menjalani operasi.

Saat itu, sambil menunggu Rangga membaik, Jeruji bersama timnya melakukan persiapan promosi, pesta perilisan hingga rencana tur dalam dan luar negri. Namun sayangnya, takdir berkehendak lain. Semua rencana tersebut harus dibekukan ketika Rangga meninggal dunia pada 25 September 2024.

Jeruji dihadapkan kenyataan berat dimana untuk kedua kalinya harus kehilangan sosok frontman. Tapi lagi-lagi, semangat yang dibangun untuk EP “Persistence” ‘tidak ada opsi selain bergerak’ kembali menyeruak sebagaimana yang telah disepakati bersama dengan mendiang Rangga sebelum pamit dari dunia fana ini.

Setelah selesai menata kembali perasaan mereka, Jeruji memutuskan untuk menyelesaikan ‘pekerjaan rumah’ yang telah disusun sebelumnya. Band bentukan 30 September 1996 silam ini pun memutuskan untuk melanjutkan rencana yang sebelumnya dibekukan. Mulai mencairkannya dan menjalankannya. 

Tahun baru menjadi semangat baru untuk Jeruji melanjutkan semua rencana yang terbekukan sebelumnya. Mereka memulainya lewat pesta perilisan di Tipsy Panda, yang mengedepankan tema ”Tribute to Rangga ‘Lawe’ Putra”.

jeruji

Serupa Peluru

EP “Persistence” sendiri mencakup tiga lagu rilisan tunggal yang telah diperdengarkan sebelumnya, plus satu lagu baru yang mencerminkan eksplorasi musik yang lebih matang tanpa menghilangkan karakter khas Jeruji.

Jalan menuju EP tersebut diawali lewat lagu “Bernyawa” yang dirilis pada 16 September 2023, menegaskan bahwa Jeruji tidak akan goyah oleh kritik luar. Lagu ini adalah jawaban atas berbagai tuduhan dan cerminan perjalanan hidup mereka.

Rilisan kedua, “Warlock” dilepasliarkan pada 21 Juni 2024, merayakan persaudaraan dan dukungan para penggemar mereka selama hampir 28 tahun. Lagu tersebut didedikasikan untuk para Warlock, sebutan bagi pendukung setia Jeruji.

Lagu yang dijadikan judul EP, “Persistence” menjadi rilisan ketiga pada 17 Agustus 2024, tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79. Kali ini mereka menggambarkan semangat bertahan hidup dan solidaritas yang menjadi inti dari perjalanan Jeruji di liriknya.

Lagu terakhir dalam EP ini adalah “Serupa Peluru” yang menegaskan arah Jeruji yang semakin terfokus dan kuat.

“EP ini melibatkan kontribusi dari banyak musisi, dan didedikasikan untuk para kawan yang telah mendahului, serta mereka yang masih berjuang. Jeruji berharap persaudaraan dan solidaritas ini terus berlanjut. Hail Warlock!”

Fase terbaru yang sedang Jeruji hadapi saat ini, turun naik perjalanan yang dijalani tidak serta merta menyurutkan keyakinan dan langkah. Mereka mengucapkan terima kasih yang teramat besar untuk setiap dukungan yang diberikan kepada band ini.

Sejauh ini, band yang sempat mengibarkan nama Mutant X di awal kariernya ini telah merilis beberapa karya rekaman album sebelum EP “Persistence”, yaitu “Freedom” (1998), “Lawan” (2001), “3rd” (Agustus 2004), “Warlock” (2010), “Stay True” (2016) dan “Satu Barisan” (Oktober 2019).

EP “Persistence” bisa didengarkan secara penuh di berbagai gerai digital sejak 17 Agustus tahun lalu. (MK03) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.