Jeruji tengah menggodok tahapan akhir menuju perilisan album mini (EP) terbarunya. Tapi sebelumnya, sebuah lagu rilisan tunggal kembali dimuntahkan, berjudul “Persistence”. Sebuah komposisi lugas pemicu dansa di arena moshpit.
Memasuki Agustus, lagi-lagi band yang menggeber paham hardcore punk ini menggeliat. Tidak lagi berusia muda, namun unit keras asal Bandung, Jawa Barat ini terus menunjukkan kegigihan serta konsistensinya dalam bermusik.
Dengan lirik yang tajam serta entakan yang berbeda dari setiap lagu Jeruji sebelumnya, membuat lagu “Persistence” ini patut untuk diperdengarkan dan masuk ke dalam playlist dengan takaran volume maksimal. Dengan memberikan sedikit sentuhan thrash hardcore serta ketukan drum and bass, lagu tersebut mengajak para pendengar Jeruji meliar dan berdansa di area moshpit.
Rangga Lawe (vokal), Sani Harjasyah (dram), Henddy Hanafi (bass) dan M. Irsyad Ridlwan (gitar) mengungkapkan, proses penggarapan lagu “Persistence” sebenarnya juga tidak jauh berbeda dibanding lagu-lagu mereka sebelumnya, “Bernyawa” (16 September 2023) dan “Warlock” (21 Juni 2024).
Hanya, ungkap Jeruji kepada MUSIKERAS, penulisan lagunya bisa dibilang agak tricky.
“Alhasil riff-riff yang sudah kami buat selalu berubah-ubah pada saat workshop di studio. Namun pada akhirnya, (kami) menemukan silver line di lagu yang menurut kami cocok untuk kawan-kawan berdansa di moshpit dan sing a long!”
Dari segi musikal, lanjut band itu lagi, saat “Persistence” pertama kali dibuat, temponya tidak terlalu kencang. Namun setelah didengarkan kembali bersama-sama, mereka pun sepakat untuk menaikkan lagi tempo lagunya.
“Jadinya lebih thrash hardcore, tanpa menghilangkan (ciri) musik dari Jeruji itu sendiri, ditambah dengan karakter vokal yang nggak terlalu berat. Di lagu ini, (juga) banyak dipengaruhi dari playlist beberapa personel Jeruji seperti (band) Exodus, Agnostic Front album ‘Cause for Alarm’, dan juga Total Chaos. Yup, mungkin beberapa playlist itu cukup mempengaruhi di lagu ‘Persistence’!”
Saat ini, sejak terbentuk pada 1996 silam, Jeruji terus menyalakan deru mesinnya, tetap menjaga spirit yang dikobarkan sejak awal kemunculannya, melalui karya-karyanya. Dalam geberan musik dan bait-bait lirik yang tajam penjaga kewarasan agar tetap bergerak dalam usia yang segera memasuki tahun ke-28 tahun.
“Persistence” sudah tersedia di berbagai platform digital sejak 17 Agustus 2024 lalu, sementara EP terbaru nanti bakal diedarkan Jeruji via label independen Disaster Records dalam format fisik kaset. (aug/MK02)
Ikan gurame terbesar sedunia di Bandung by Yuan Sudrajat Cijerah II Blok.15 No.03 RT.04 RW.20 Cimahi Selatan