Cloath melampiaskan EP bertajuk “The Fallen God”, dimana mereka melontarkan suara dan bunyi yang keras, cepat, agresif dengan pengaruh hardcore yang kental.
Band yang digerakkan vokalis Fatahillah Reza (Borjong), gitaris Wirya Nugraha (Ngeng) dan Dopan Rehayatsyah, bassis M. Khairul Azmi (Amy) serta dramer Alief Maulana (Bolip) ini memang dikenal melalui karakter musik yang gelap dan intens.
Mereka memadukan gitar bernada rendah yang bergemuruh, riff tajam, atmosfer mencekam, serta dentuman dram yang padat dan menghantam.
Pendekatan ini membentuk identitas sonik Cloath yang agresif, bertenaga dan meninggalkan kesan kuat bagi pendengarnya.
Sementara dari tuturan lirik, band bentukan akhir 2023 lalu ini memadati enam komposisi lagunya yang beringas dengan luapan emosi, kemarahan serta keresahan personal dari sudut sosial.
Seluruh materi disajikan secara jujur, keras dan tanpa kompromi sebagai ruang katarsis bagi pendengar yang berada di frekuensi yang sama.

Mitologi Nordik
Pengerjaan EP “The Fallen God” sendiri diawali dari demo yang digarap Borjong, Ngeng dan Amy. Di tengah proses, Bolip bergabung dan memberi tambahan energi serta penyempurnaan pada keseluruhan materi.
Proses pengerjaan keseluruhan EP menghabiskan waktu sekitar 2–3 bulan.
Sesuai dengan label musik yang disematkan ke band ini, garapan musik Cloath memang menggambarkan konotasi kacau, kalut dan tidak teratur, yang lantas digabungkan dengan tema mitologi Nordik.
Sumber inspirasi serta ide-ide musikal yang dituangkan di EP “The Fallen God” mereka sebut sebagian datang dari END, Thrown, Dealer, Varials serta band-band chaotic hardcore dan metalcore sejenis.
“Keunikannya, meski musik Cloath keras dan penuh amarah, justru bisa diterima oleh berbagai kalangan dan usia,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS mengklaim.
Perjalanan rilisan Cloath dimulai melalui lagu rilisan tunggal debut berjudul “Odin” yang diluncurkan ke berbagai platform digital pada 31 Juli 2024. Lalu menyusul “Hellheim” 24 Juni 2024.
Cloath juga mencatatkan pencapaian penting dengan menjadi salah satu pemenang Hammerclash Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Hammersonic Records.
EP “The Fallen God” dibuka dengan komposisi “Asborn” sebagai intro yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju keseluruhan konsep. Setiap lagu dirangkai sebagai satu kesatuan cerita, bergerak dari fase kelahiran, pengagungan, kehancuran hingga kehampaan yang tersisa.
Kolaborasi dengan Dixie Erlangga dari unit modern metal asal Bandung, Strangers pada lagu “Valhalla” menghadirkan dinamika vokal yang kontras sekaligus memperkuat klimaks emosional dalam keseluruhan narasi EP ini.
Lagu tersebut, disebut Cloath paling menantang secara teknis penggarapan rekamannya. “Karena dikerjakan secara jarak jauh (Aceh–Bandung), sehingga membutuhkan koordinasi ekstra dalam proses rekamannya,” seru mereka beralasan.
Melalui “The Fallen God”, Cloath menegaskan langkah mereka untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta memperluas jaringan di kancah musik keras, tanpa harus meninggalkan karakter mentah yang berakar dari skena ‘bawah tanah’.
Cloath berharap EP pertamanya itu dapat menjadi medium refleksi sekaligus pengalaman mendengarkan yang utuh bagi pendengar lama maupun audiens baru.
“The Fallen God” kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh Digital Streaming Platform (DSP). Tonton juga video musik lagu “Odin” di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)
Susunan lagu:
- Ashborn
- Odin
- Hellheim
- Ragnarok
- Valhalla (feat. Dixie Erlangga)
- Ashes