MORKTHULL: Kebangkitan di “Sunya // Laya”

Dengan vokalis baru, Morkthull memulai agresi barunya dengan meluncurkan maxi-single yang tetap agresif, namun lebih personal dan kontemplatif.
morkthull
MORKTHULL

Morkthull (atau juga ditulis Mørkthull) menandai awal dari perjalanan barunya lewat peluncuran sepasang lagu berformat maxi-single bertajuk “Sunya // Laya”.

Sebuah karya rekaman pertama bersama vokalis baru, sekaligus membuka babak baru dalam eksplorasi dan arah musikal band chaotic metal hardcore asal Surakarta, Jawa Tengah ini.

“Sunya // Laya” bukan sekadar dua lagu yang berdiri sendiri, melainkan dua sisi dari satu narasi yang saling berkaitan.

“Keduanya menggambarkan hubungan antara sebab dan akibat, antara kehancuran, penerimaan hingga kemungkinan untuk bangkit kembali,” tutur pihak Morkthull kepada MUSIKERAS mengungkapkan.

“Sunya” mengajak pendengar memasuki ruang sunyi yang lahir dari kehilangan.

Tentang bagaimana seseorang perlahan kehilangan arah, mengalami kehancuran batin, kelelahan eksistensial hingga berada di titik ketika menyerah terasa menjadi satu-satunya jalan.

Sebuah perjalanan emosional yang mencoba menangkap sisi paling rapuh dari manusia ketika dihadapkan pada rasa hampa yang sulit dijelaskan.

Sementara di sisi lain, “Laya” dihadirkan sebagai kelanjutan dari kisah tersebut. Setelah seluruh luka, kehancuran, dan kelelahan mencapai puncaknya, setiap orang dihadapkan pada sebuah keputusan.

Apakah akan tenggelam dalam keputusasaan dan keterpurukan, atau memilih bertahan, menerima kenyataan, lalu melanjutkan hidup.

“Laya” tidak memberikan jawaban pasti, melainkan menyerahkan pilihan itu kepada setiap pendengar untuk memaknainya sendiri.

Kedua lagu ini menjadi refleksi tentang kehilangan, kehampaan, kelelahan batin, serta pergulatan manusia dalam mencari makna di tengah kekacauan.

Workshop Internal

Hampir seluruh lagu Morkthull tidak lahir dari proses jamming di studio. Termasuk “Sunya // Laya” ini. Proses keseluruhan pengerjaan juga berlangsung relatif singkat karena mereka sudah memiliki konsep yang jelas sejak awal.

“Kami biasanya memulai dengan menentukan tema dan atmosfer lagu terlebih dahulu, kemudian menyusun pattern serta drum track sebagai fondasi.”

“Setelah itu, barulah kami mengembangkan riff gitar, lalu menutup proses kreatif dengan penulisan lirik yang menyesuaikan arah emosional musiknya.”

Secara teknis, proses rekaman kedua lagu tersebut berjalan cukup lancar. Sebelum masuk studio, para personel Morkthull selalu mengadakan workshop internal dan merekam versi demo terlebih dahulu.

“Sehingga setiap personel sudah memahami materi dengan baik saat proses rekaman berlangsung.”

Namun karena kali ini diperkuat vokalis baru, maka sempat muncul sedikit tantangan di proses perekaman isian vokal. Mereka memutuskan untuk mengulang beberapa bagian agar karakter vokal baru benar-benar menyatu dengan konsep lagu.

“Di luar itu, seluruh proses produksi berjalan sesuai rencana.”

Untuk proses produksi kali ini, vokalis Budi Utomo, gitaris Idris Alamsyah Guruh Ramadhan, bassis Arino Anding Kosima dan dramer Nur Cholik Mardiansyah juga bekerja sama dengan Bimo Sufi yang dipercaya menangani teknis rekaman serta pemolesan mixing dan mastering.

morkthull

Intensitas, Dinamika

Walau sejak awal selalu mempertahankan karakter musik yang agresif, gelap dan sarat intensitas, namun kali ini Morkthull mencoba menerapkan pendekatan yang lebih personal dan kontemplatif.

“Kami ingin menghadirkan musik ekstrem yang tetap memiliki kedalaman emosional dan ruang untuk interpretasi,” cetus mereka meyakinkan.

Formula itu lantas diperkuat dengan leburan referensi dari latar belakang setiap personel yang berasal dari band dengan paham musik berbeda.

“Itu membuat referensi musik kami cukup beragam. Secara alami memengaruhi proses penulisan lagu dan memberi warna yang lebih luas dalam aransemen Morkthull.”

Beberapa band mancanegara yang mereka simak selama proses pengerjaan “Sunya // Laya” sebagai sumber inspirasi antara lain datang dari karya-karya milik END, Jesus Piece, Dealer, Boundaries hingga Counterparts.

“Pengaruh mereka memang terasa dalam intensitas dan dinamika lagu, tetapi kami tetap berusaha mengolahnya menjadi karakter yang khas bagi Morkthull.”

Sambil mempromosikan “Sunya // Laya” serta menjalankan beberapa agenda yang sebelumnya sempat tertunda, perlahan Morkthull juga mulai menyiapkan materi untuk perilisan album mini (EP) yang ditargetkan rilis awal tahun mendatang.

“Sejumlah riff, drum pattern dan ide lagu sudah kami kumpulkan, tinggal menunggu waktu untuk menyusun dan menyempurnakannya menjadi satu karya yang utuh.”

Mulai awal Agustus 2026 lalu, “Sunya // Laya” sudah dapat didengarkan melalui laman Bandcamp. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
deeptalks
Read More

DEEPTALKS: Modern Metalcore yang Emosional

Lewat album mini (EP) debutnya, Deeptalks mengurai perjalanan emosional dalam enam babak yang sarat eksplorasi luas dalam konteks modern metalcore.
after halt
Read More

AFTER HALT: Monumen Kebangkitan yang Keras

Pendatang baru di ranah musik keras, dimana seluruh personelnya adalah wanita. Kini After Halt telah melepas lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Kontraktor”.