STEPFORWARD: Visualisasi Hardcore ’90-an

Lahir dari keresahan Stepforward akan kekerasan terhadap perempuan, “Camkan Memarku” menjadi bensin pemantik keliaran video musik pertama mereka.
stepforward
STEPFORWARD (Foto: Agung Hartamurti)

Stepforward mencatat tonggak baru dalam sepak terjangnya selama 30 tahun di ranah musik keras. Untuk pertama kalinya, unit hardcore veteran asal Jakarta ini merilis video musik resminya.

Video tersebut adalah visualisasi dari “Camkan Memarku”, salah satu lagu dari album mini (EP) “Tak Pernah Mati” (baca artikelnya di tautan ini) yang dirilis pada 30 Agustus lalu.

Di balik musiknya yang agresif, “Camkan Memarku” membawa pesan perlawanan terhadap kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan budaya menyalahkan korban (victim blaming).

Lagu ini, di mata vokalis Jennifer Jill van Diest yang juga menulis liriknya, lahir dari keresahannya terhadap perempuan yang masih dipersalahkan ketika mengalami kekerasan, alih-alih mendapat perlindungan dan dukungan.

Jill menulisnya beberapa tahun lalu sebagai bentuk keresahan dan perlawanan terhadap stigma seputar kekerasan seksual. Perempuan masih belum mendapatkan tempat yang aman di lingkungannya.

“Maraknya kasus pelecehan seksual menjadi alasan gue menumpahkan amarah lewat lagu. Bagaimana perempuan masih disalahkan, masih dipertanyakan, tidak sepenuhnya dibela, padahal sudah luka-luka dan lebam. I mean, for real?!”

Ia juga menyoroti bagaimana korban kekerasan seksual dan KDRT kerap dihakimi dengan pertanyaan yang justru membebankan tanggung jawab kepada mereka.

“Perempuan disalahkan karena pakaiannya, gayanya, atau kelakuannya,” lanjutnya.

“Dalam banyak kasus KDRT, korban masih menjadi bulan-bulanan dengan pertanyaan seperti, ‘Kenapa nggak pergi? Kenapa nggak langsung lapor?’ Mengapa akhirnya justru korban yang disalahkan?”

Lagu ini turut menyimpan jejak kolaborasi kreatif Jill dan kawan-kawan bersama mendiang Ricky Siahaan, gitaris yang memberikan kontribusi penting bagi perjalanan Stepforward.

Dalam menjalani proses kreatifnya, Jill dan Ricky banyak bertukar pikiran saat penulisan lagu. Dan Ricky selalu mendukung keresahan yang ingin disampaikan oleh sang vokalis.

“Dengan cara kami sendiri, lagu ini menjadi salah satu bentuk pembelaan terhadap perempuan yang mengalami kekerasan. Sayangnya, situasi itu belum banyak berubah sampai detik ini,” tutur Jill kecewa.

stepforward

Raw Energy

Stepforward menggandeng Ekyno, sutradara sekaligus kawan lama para personel band, untuk menerjemahkan intensitas “Camkan Memarku” ke dalam medium audiovisual.

Sebelumnya, Ekyno pernah menyutradarai video musik lagu “Matraman” (The Upstairs) dan berkolaborasi dengan Cerahati di video “Citra Natural” (Seringai).

Pengambilan gambar berlangsung di Rossi Musik, Jakarta, pada 5 September 2026 dengan terapan konsep yang menggabungkan penampilan empat personel Stepforward (live performance) dan estetika sinematik yang sengaja dibuat kasar, spontan, dan tidak terlalu dipoles.

Ekyno memilih Rossi Musik karena atmosfernya yang terasa dekat dengan kultur underground era ’90-an.

“Kenapa gue pilih Rossi? Karena feel underground ’90-annya dapet banget di sana. Stepforward adalah teman-teman lama gue yang sekarang muncul lagi dengan energi baru. Senang melihat mereka masih sekencang dulu, tapi terasa lebih fresh. Still got that raw energy!”

Ketika MUSIKERAS menanyakan mengapa mengedepankan visual performa panggung – yang mana sudah cukup sering dieksploitasi – dan bukan visualisasi lirik yang justru sangat menarik dan masih sangat relevan dengan banyak kasus hari ini?

Jill memberi jawaban yang cukup diplomatis.

“Mungkin konsep video stage cukup sering dilakukan, tapi ini adalah video musik pertama setelah 30 tahun berkarya, dan kami ingin (itu) menjadi penanda pertama kami. We grew up in stage, after all,” serunya.

“Dan kebetulan, pemahaman kami dengan ide visual sang sutradara juga selaras. Mengenai kedalaman tema, biar lirik yang berbicara,” imbuhnya.

Lalu alasan mengapa memilih lagu “Camkan Memarku” sebagai representasi video musik pertama Stepforward, juga terkait tema kelam di liriknya yang mereka anggap belum menemukan solusi. Bahkan setelah melewati belasan tahun sejak lagu itu dibuat.

“Kasus kekerasan seksual masih banyak terjadi di antara kehidupan wanita modern saat ini. It is a statement, yang belum berubah dari dulu sampai sekarang, kalau kami berdiri bersama korban.”

Di lagu “Camkan Memarku”, Stepforward yang juga dihuni gitaris Roma Sophiaan, bassis Junas Miradiarsyah serta drumer Fajar Arifan ini menghadirkan Arian Arifin atau Arian13 (Seringai) sebagai vokalis tamu.

“Gue mengenal Stepforward dari era ’90-an, jadi ketika mereka merilis rekaman baru, rasanya excited sekali,” seru Arian meyakinkan.

Melalui “Camkan Memarku”, Stepforward menegaskan bahwa hardcore bukan hanya tentang distorsi dan energi panggung.

Musik ini juga menjadi medium untuk menyampaikan kemarahan, menentang ketidakadilan dan menyuarakan solidaritas terhadap mereka yang kerap dibungkam atau dipersalahkan.

Dengarkan EP “Tak Pernah Mati” di laman Bandcamp, serta video musiknya di kanal YouTube. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
ancreath
Read More

ANCREATH: Akhirnya Muntahkan EP Perdana

Usai jalani proses kreatif dan masa produksi selama hampir dua tahun, akhirnya Ancreath meresmikan perilisan album mini (EP) debutnya dalam format fisik (CD).
jamsky
Read More

JAMSKY: Tahun Ini Siapkan Album Debut

Lewat lagu baru, “Taklukkan Dunia”, Jamsky mantap berkiprah secara lebih serius di skena rock Indonesia. Bahkan sisa tahun ini, diniatkan rampungkan album.
burning impact
Read More

BURNING IMPACT: Didihkan EP Debut

Bersama Cute Papa, gitaris barunya yang misterius, Burning Impact mulai panaskan lagu-lagu rekaman terbarunya yang bakal disatukan dalam sebuah album mini (EP).
cyrocist
Read More

CYROCIST: Demo Abstrak nan Beringas

Sambil menyiapkan materi album perdananya, Cyrocist melepas tiga lagu dalam kemasan demo bertajuk “Dossier MMXXVI” yang abstrak, gelap dan beringas.