Repture merayakan sekaligus memanfaatkan momentum 10 tahun perjalanan kariernya di lanskap musik ekstrem tanah air lewat peluncuran album penuh terbaru yang bertajuk “The Conqueror”.
Juga ada 10 amunisi lagu yang menyesaki album tersebut, dan telah dirilis dalam format digital sejak 28 Oktober 2026 lalu melalui AMPS Records.
Lebih dari sekadar album terbaru, rilisan ini merupakan gambaran sebuah perjalanan yang diwarnai berbagai fase kreatif, pengalaman panggung lintas negara serta dinamika yang membentuk identitas Repture hingga hari ini.
“The Conqueror” sendiri merupakan sebuah album yang berangkat dari ketertarikan terhadap sejarah dan berbagai peristiwa yang pernah terjadi di bumi.
Menurut band cadas asal Bekasi, Jawa Barat bentukan 2016 ini, “The Conqueror” terinspirasi dari berbagai kejadian yang pernah berlangsung dalam sejarah, terutama peristiwa-peristiwa dari era terdahulu.
Berbagai sumber tulisan maupun lisan menjadi bahan yang dikumpulkan dan dirangkum untuk kemudian dijadikan fondasi komposisi album.
Pendekatan ini memberikan dimensi tersendiri bagi proses kreatif di album. Sejarah tidak sekadar menjadi latar atau ornamen dalam penulisan materi, tetapi menjadi titik awal untuk membangun gagasan dan narasi musikal.
Dalam proses penulisan lirik, sekitar 90 persen materi ditulis oleh gitaris Riko ‘Richo’ Muhammad.
Yang membuatnya menarik, proses kreatif dilakukan dengan menyelesaikan penulisan lirik terlebih dahulu sebelum kemudian dipertemukan dengan riff gitar yang dibuat secara langsung setelah lirik selesai.
Tertolong Durasi
Metode ini sengaja diterapkan agar setiap lirik dan riff gitar pada masing-masing pattern memiliki ruang tersendiri, sehingga keduanya dapat terdengar dan terbaca dengan lebih jelas.
Repture ingin menghadirkan komposisi yang terasa lebih segar tanpa mengorbankan hubungan antara narasi lirik dan karakter musikalnya.
Dengan menerapkan formula seperti itu mendatangkan tantangan tersendiri dalam menjalani proses kreatifnya. Diakui Repture – yang disampaikan kepada MUSIKERAS – mereka memang mencoba sesuatu yang baru.
Terutama dengan ritme lagu yang lebih cepat dengan beberapa teknik yang menurut mereka mungkin saja sebelumnya belum pernah dimainkan atau pelajari.
“Ditambah dengan dinamika di setiap lagu yang terkadang kami sendiri masih lupa. Misalnya, ‘setelah reff masuk ke mana lagi nih?’ Karena memang kalau dilihat dari beberapa rilisan sebelumnya agak pelan dan terkesan sederhana. Baik dari single atau album kemarin kemarin.”
Contoh komposisi yang menurut mereka paling menantang secara teknis terjadi di eksekusi lagu “Weapon Of Destruction”, yang jika didengar sepintas terkesan biasa saja. Tapi faktanya, pada saat proses rekaman, lagu itu salah satunya yang bikin repot.
“Mungkin karena nggak ada spasi atau jeda untuk istirahat sejenak di pertengahan lagu. Tapi walaupun begitu, kami masih ketolong dengan durasi lagu tersebut yang pendek, yakni 3 menit 19 detik.”

Presentasi Visual
Pertengahan 2025 adalah titik dimulainya proses rekaman “The Conqueror”, yang lantas berlanjut hingga tahap mixing dan mastering. Keseluruhan proses produksi tersebut dikerjakan di Naura Music Studio, Bekasi.
Dalam pengerjaan teknis rekaman, tugas itu dipercayakan kepada bassis Azis Yulistianto. Sementara untuk proses mixing dan mastering ditangani langsung oleh Richo Muhammad.
Salah satu hal menarik dari produksi album ini adalah keterlibatan penuh personel dan tim Repture dalam pengerjaannya. Seluruh materi album dikerjakan secara mandiri, tanpa melibatkan musisi atau seniman eksternal.
Bagi band yang juga diperkuat gitaris Banyu Dimas Dewanto, vokalis Raja Fadil Amadin serta drumer Dede Kusnadi ini, pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses kreatif yang ingin mereka bangun.
Untuk urusan visual, desain sampul “The Conqueror” juga dikerjakan sendiri oleh Richo Muhammad. Berbeda dari album sebelumnya, konsep kali ini menghadirkan pendekatan visual dan detail warna yang sedikit berbeda.
Hal ini menjadi bagian dari upaya Repture untuk memberikan identitas tersendiri bagi album terbarunya, tidak hanya melalui musik tetapi juga melalui presentasi visual.
Di tengah proses pengerjaan album, Repture juga menghadapi perubahan formasi. Vokalis sebelumnya, Muhammad Agus Mulyanto (Iky) memutuskan mengundurkan diri dari band karena kondisi kesehatan yang kurang baik.
Posisinya lantas dilanjutkan oleh Fadil untuk menyelesaikan proses pengerjaan album.
Perubahan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang “The Conqueror”, yang proses produksinya berlangsung selama lebih dari satu tahun sebelum akhirnya dirilis pada Oktober 2026.
Dengarkan keseluruhan materi “The Conqueror” di berbagai gerai musik digital. Termasuk di kanal YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)
Susunan Lagu:
- Dissident
- Pembangkang
- Jerusalem
- The Conqueror
- Impaler
- Barbaros
- Cahaya Dari Timur
- Babylon
- The Fall of The Abbasids
- Weapon of Destruction
