END OF SUMMER: Belum Berakhir

Agresivitas post-hardcore era awal 2000-an kembali dipanaskan End of Summer lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Kilas” yang juga dibaluri elemen post-rock.
end of summer
END OF SUMMER

End of Summer akhirnya menyudahi sekitar empat tahun masa kekosongan rilisan dengan meluncurkan “Kilas”, lagu rilisan tunggal terbaru dari unit post-hardcore lawas asal Solo, Jawa Tengah ini.

Sebelumnya, mereka sempat merilis lagu lepas berjudul “Peri(h)ati” dalam format CD via Alpha Omega Records pada 2022 lalu.

Dengan tetap berada di koridor akar musik post-hardcore era 2000-an awal, band yang digerakkan formasi vokalis Hafid Hanafi, gitaris dan vokalis Moh. Prabangkara (Oik) serta bassis Tamtomo Widiandhono (Dondiet) ini kini menampilkan formula yang agak berbeda.

“Kilas” yang diproduseri oleh gitaris Praditya Eka Putra (Coldskin) juga menampilkan elemen musik lainnya. Menyuntikkan ambient post-rock yang sinematik serta sarat atmosfer emosional ke dalam aransemennya.

Lagu yang direkam di Invasion Studio ini ibarat sebuah perjalanan waktu bagi End of Summer. Secara musikal, mereka tetap mempertahankan intensitas distorsi dan vokal yang emosional khas post-hardcore era awal 2000an yang agresif.

Tetapi di “Kilas”, band bentukan 2004 silam ini mencoba membalutinya dengan beberapa ruang kosong yang atmosferik serta melodi melankolis dari ambient post-rock supaya pendengar bisa merasakan naik turun-nya dinamika emosi di lagu tersebut.

“Bagi kami, secara musikal kami sangat melekat dengan rilisan-rilisan dari post-hardcore era tahun 2000-an,” ujar kubu band kepada MUSIKERAS menegaskan.

Banyak referensi yang mereka dengarkan di rilisan kali ini. Di antaranya seperti Poison the Well, From Autumn to Ashes, Misery Signals hingga Underoath.

Lalu dipadu dengan rilisan-rilisan saat ini, dari band-band kayak Foreign Hands, Boundaries, Lastelle serta menyerap elemen post-rock (ambient) dari Envy, Carved Into the Sun dan This Will Detroy You.

“Secara teknis karakter sound hampir mirip dan mempunyai karakter yang sama.”

“Kami juga mendengarkan rilisan baru dan lama dari band-band lokal sebagai referensi, seperti Modern Guns, Coldskin, Alice, Pitfall sampai Killed By Butterfly dengan tidak menghilangkan benang merah End of Summer itu sendiri.”

end of summer

Merapuh Selamanya

Pada lirik lagu berbahasa Indonesia besutan Hafid Hanafi dan Oik Prabangkara ini, End of Summer banyak berbicara tentang potret keputusasaan yang mendalam serta perjuangan sia-sia dalam melawan roda waktu.

Semisal pada deret lirik ‘di ujung waktu yang jauh, tergores luka yang membeku, ingatan takkan kembali, menghapus cerita selamanya’.

Lirik dan narasinya mengeksplorasi rasa terjebak dalam ruang imajinasi dan luka masa lalu yang membeku. Lirik ‘nestapa yang mengikat, merapuh selamanya’ mempertegas kerapuhan batin yang mengikis kesadaran secara perlahan.

“Pada dasarnya tema lagu ini sih menceritakan perenungan batin dan keputusasaan mendalam akibat memori masa lalu,” urai Hafid Hanafi mengungkapkan.

Rekaman “Kilas” sendiri tidak dilakukan di Solo. Melainkan dieksekusi di Invasion Studio, Depok. Proses rekaman berlangsung di akhir 2024 hingga awal 2025.

Selain dibantu Praditya Eka Putra di kursi produser, produksi “Kilas” juga melibatkan Bima Priantana untuk desain sampul (artwork).

Karya ilustrasi Bima sebelumnya pernah pula dipakai untuk rilisan milik band skramz Envy, LKTDOV, unit mathrock Murphy Radio hingga veteran grindcore Extreme Decay dan Wormrot.

“Kilas” akan mulai tersiar di berbagai gerai digital via Alpha Omega Records pada 11 November 2026 mendatang. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
splatter pit
Read More

SPLATTER PIT #4 Kembali Digulirkan!

Memanfaatkan kedatangan Cerebral Incubation, gelaran rutin Splatter Pit kembali digulirkan. Bakal digelar di Gedung IFI Bandung pada 15 November 2026 mendatang.