Browsing Tag
band surabaya
98 posts
OCEAN: Lebih Liar, Gelap dan Brutal
Narasi konfrontatif terhadap kemunafikan, doktrin dan praktik keagamaan menjadi sorotan OCEAN di karya terbarunya, sambil membawa warna musikal berbeda.
TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi
Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.
FRCTVRE: Ceruk Metalcore di Industri Pop?
Pendatang baru, Frctvre melepas “Too Beautiful”, bauran ambience post-hardcore dengan beratnya ritme djent, serta eksplorasi ‘senjata rahasia’.
NONSTOP: “Terlalu Bosan Jika Hanya Berdistorsi!”
Entitas baru Nonstop membawa misi mengembalikan kejayaan rock dengan sentuhan harmoni yang dalam, yang diantarkan lewat konsep anonymous.
Th3 WAW: Antara Punk, Rock dan Bahasa Jawa
Tiga musisi dengan latar belakang musik berbeda berkolaborasi di formasi Th3 WAW, yang telah diresmikan via karya rilisan perdana yang berbahasa Jawa.
VIOLENCE SOVIA: Post-Hardcore, Grunge atau Metalcore?
Merasa belum dewasa menghadapai setiap kondisi, Violence Sovia memilih vakum selama lebih satu dekade. Kini, mereka bangkit lagi dengan semangat baru.
SACRIFICE FOR LIFE: Antara Agresivitas dan Keintiman
Walau sempat vakum pada 2015 silam, namun unit rock/post-hardcore Sacrifice For Life terus memantik semangat dan menghasilkan rilisan baru.
INSTIGATES: Agresi Baru yang Lebih Teknikal
Lagu baru Instigates, lahir dari keinginan untuk menancapkan evolusi terkini di musiknya. Lebih brutal dan menyemburkan lirik yang sangat relevan.
EVE: Titik Tengah di Ranah Modern Rock/Metal
Beberapa lagu telah diperdengarkan EVE via berbagai platform digital, sebagai bagian dari amunisi album mini (EP), yang akan dirilis akhir tahun.
SHEAVES: Kobarkan Rock Bertema ‘90s is Dead?’
Bagi unit rock alternative, Sheaves, bara rock era 90-an masih hidup. Tidak mati. Mereka pun mengobarkannya di lagu terbarunya, “Keruh”.
FORDITY: Death Metal dengan Distorsi Modern
Lewat lagu rilisan tunggal debutnya, “Simposium Realis”, Fordity menancapkan eksistensi awalnya di skena death metal yang gelap dan tajam.
ONEIROI: 80% Post-Black Metal/Shoegaze, 20% Pop Indonesia
Usai memperkenalkan eksistensinya di lagu lepas debutnya, “Usang” pada 16 Juni 2024 lalu, kini Oneiroi meniupkan kekelaman “Elegi”.
MARTYRS: “Konsep Kami Death Metal yang Megah!”
Judul lagu rilisan tunggal terbaru Martyrs, bertajuk “Al-Kazzab Akbar”, disemburkan dengan penuh amarah, simbolisme, dan narasi apokaliptik.
MESMERIC: Black/ Death Metal dengan Kecepatan Barbar
Sepuluh peluru panas yang berkobar di sekujur album terbaru Mesmeric menerapkan kombinasi black dan death metal yang modern.
C.P.G: “Kami Utamakan Kecepatan dan Intensitas!”
Lewat sebuah album bertajuk “Recycle Brain”, C.P.G melesatkan peluru yang sarat geberan grindcore/punk dan muntahan lirik yang panas.