FRCTVRE: Ceruk Metalcore di Industri Pop?

Pendatang baru, Frctvre melepas “Too Beautiful”, bauran ambience post-hardcore dengan beratnya ritme djent, serta eksplorasi ‘senjata rahasia’.
frctvre
FRCTVRE

Frctvre meracik rilisan debutnya, “Too Beautiful” sebagai kontradiksi yang indah. Mengeksplorasi sisi paling rapuh dari spektrum sound mereka.

Di satu sisi, pendengar akan disuguhi gospel-chops yang presisi dan dentum djent yang solid, namun di sisi lain, hadirnya resonansi saksofon yang menghantui memberikan ruang bagi lirik lagu dan vokal yang melankolis.

Lagu ini bercerita tentang kekaguman yang besar terhadap seseorang, hingga terasa menyakitkan—sebuah perasaan yang hanya bisa dimiliki dalam mimpi oleh seorang ‘pengagum rahasia’ (secret admirer).

Frctvre yang dihuni formasi vokalis Harits Shahab, gitaris Idam Satriya Adiguna serta dramer Dhony Saputro ingin menciptakan soundtrack bagi mereka yang menyimpan perasaan terlalu dalam, tetapi enggan untuk mengutarakannya.

Lirik ‘too bright for hands like mine‘ mencerminkan bagaimana rentannya perasaan seseorang, terrefleksi ke dalam musik dan sound Frctvre: keras di luar, namun sarat kerentanan di dalam.

Gospel-Chops

Kelahiran “Too Beautiful” dimulai dari gagasan Idam, sang gitaris sekaligus pendiri Frctvre, yang ingin meramu jenis musik baru. Musik yang sama sekali berbeda dari musik yang selama 10-15 tahun dia mainkan.

“Musik baru dimana dia bayangkan bisa didengar oleh semua kalangan, tetapi masih memiliki DNA metal, DNA dimana distorsi gitar yang berisik, heavy dan low tune, selalu menjadi core dari musik-musik metal,” urai Frctvre kepada MUSIKERAS.

Lebih jauh, mereka menyebut “Too Beautiful” mencoba membawa metalcore ke arah jalur industri pop, dimana ceruk terbesar pasar musik Indonesia berada.

“Kami sadar, sebagai metalhead, idealisme harus sedikit ‘di-challenge’, supaya menjadi relevan di industri musik Tanah Air,” cetus mereka.

“Sebagaimana kita tahu, penikmat musik pop akan selalu menguasai industri Tanah Air, jika dibandingkan dengan penikmat musik ‘underground’.”

Dalam terapannya, lanjut Frctvre lagi, unsur metalcore diwakili lewat suara artikulasi gitar dan bass yang rhythmically syncopated. Sedangkan unsur pop diwakili lewat permainan dram yang perkusif.

Juga lewat beberapa sentuhan gospel-chop, sound vokal yang berkarakter dan melankolis serta resonansi saksofon yang terkesan ‘menghantui’.

frctvre

“Karena banyak terdengar di beberapa part lagu, dan saksofon menjadi salah satu ‘senjata rahasia’.”

 Dengan formula ini, Frctvre merasa menjadi berbeda dengan terapan penggabungan metalcore dan pop menjadi satu kesatuan yang indah.

“Dengan chorus, dan lead instrumen yang catchy, tapi masih terdengar ‘garang’ dengan sentuhan-sentuhan part metalcore-nya. Dan isian saksofon tidak hanya menjadi ‘kosmetik’, tapi menjadi instrumen utama dari band ini.”

Menghasilkan komposisi semacam itu, mendatangkan tantangan tersendiri bagi band yang dibentuk di Surabaya, Jawa Timur pada 20 Desember 2025 ini.

Dari segi teknis, para personel harus meredam idealisme dan pola pikir ‘metalhead’ agar bisa melebur dengan karakter pop dari saksofon dan vokal.

“Referensi kami (untuk lagu ini) dari band-band (mancanegara) seperti Bilmuri, Dreamwake, Novelists, Polyphia, Periphery, Polaris dan ERRA.”

Proses produksi lagu “Too Beautiful” sendiri menghabiskan waktu sekitar satu bulan, yang diekseskusi di studio rekaman rumahan, kediaman Idam.

Setelahnya, sejauh ini belum ada rencana Frctvre untuk menggarap album mini (EP) maupun album penuh. Namun setelah “Too Beautiful”, mereka telah menyiapkan sebuah lagu tunggal susulan.

“Saat ini kami dalam proses pengerjaan single tersebut. Progres masih sekitar 25%.”

Dengarkan “Too Beautiful” via berbagai gerai digital streaming serta di kanal YouTube Music. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
cloudcry
Read More

CLOUDCRY: Pendekatan Tajam dalam Metalcore

Sebuah ‘surat dari luka yang dalam’ kini disuarakan Cloudcry lewat berondongan metalcore yang lebih padat, tajam, agresif sekaligus emosional.
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.