Martyrs telah meluncurkan lagu yang sekaligus menjadi gerbang menuju peluncuran album debutnya. Direncanakan rilis tahun ini juga. Sebelumnya, unit cadas asal Surabaya, Jawa Timur ini telah memperdengarkan lagu lepas perdana berjudul “Darah Sumbang Provokasi” (2018).
“Al-Kazzab Akbar” adalah sebuah narasi musikal yang lahir dari kegelisahan akan dunia modern yang sarat kepalsuan. Diambil dari bahasa Arab yang berarti ‘pendusta besar’.
Lagu ini menggambarkan kondisi dunia yang perlahan-lahan ambruk oleh kebohongan yang diagungkan, kebenaran yang dipelintir, dan manusia yang dengan sadar menanggalkan nurani demi menyembah ilusi.
Komposisi yang diterapkan di “Al-Kazzab Akbar” merupakan luapan amarah dari era yang semakin menjauh dari nilai kebenaran. Dalam alam pikiran Martyrs, lagu ini adalah pertanda akan datangnya sebuah figur penuh tipu daya: ‘Al-Kazzab Akbar’, simbol dari kehancuran spiritual dan kebangkitan Dajjal, entitas yang dalam banyak ajaran digambarkan sebagai perwujudan kebohongan tertinggi dan pemutarbalik realitas.
“Al-Kazzab Akbar” berdiri sebagai deklarasi: bahwa kita telah memasuki masa dimana yang batil dieluk-elukkan, dan yang hak ditertawakan. Ini adalah peringatan, namun juga cerminan. Sebuah lagu yang mengajak pendengarnya untuk menyelami kehancuran, bukan untuk menyerah, tetapi untuk memahami dan melawan.
Penulisan trek dram untuk menentukan alur musik secara keseluruhan, menjadi urutan pembuka saat Martyrs menjalani proses kreatif penggarapan “Al-Kazzab Akbar”. Setelah itu, dilanjutkan dengan penulisan riff-riff gitar dan bass, serta pengisian instrumen orkestra dan pengisian vokal di tahap terakhir.
Menurut tuturan pihak band kepada MUSIKERAS, keseluruhan proses berlangsung cukup lama. Butuh waktu hampir setahun. “Banyak revisi, hingga kami menentukan dan merasa ‘oke, selesai’, barulah kami merekamnya secara matang di Rambpage Records,” ujar mereka mengungkapkan.

Terapan death metal di “Al-Kazzab Akbar”, termasuk keseluruhan lagu yang termuat di album penuh Martyrs nanti, adalah sebuah formula death metal yang megah.
Lebih jelasnya, vokalis Ernanda Krisna, gitaris Dwi Setiawan, bassis Affan Zihar dan dramer Condro Adi ingin death metal yang mereka mainkan tidak hanya soal intensitas musik yang rapat dan cepat.
“Tapi kami juga ingin mempersembahkan permainan death metal yang fresh dengan eksplorasi style yang lebih luas. Bait-bait orasi, hingga penyampaian doa serta lirik keseluruhan yang kami sajikan dalam single ini juga menjadi salah satu jawaban kalau death metal itu sangat kaya,” urai mereka lagi, menegaskan konsep yang membuat mereka berbeda dibanding band-band sejenis di luar sana.
Tampil berbeda tentunya tidak mudah. Paling tidak, band bentukan 2015 silam asal Surabaya, Jawa Timur ini mengaku banyak sekali belajar, terutama soal teknis. Salah satunya, dalam mengeksplorasi instrumen orkestra ala band death metal Eropa. Contohnya seperti Fleshgod Apocalypse atau Septicflesh.
“Untuk tantangan secara teknis saat rekaman pun juga lumayan banyak, terutama dari pemilihan karakter sound yang kami inginkan. Dan itu adalah hal yang sangat-sangat menyenangkan.”
O ya, selain Fleshgod Apocalypse dan Septicflesh, para personel Martyrs juga banyak menyerap referensi dan inspirasi dari beberapa band mancanegara seperti Thy Art Is Murder, Carnifex, Obscura, Aborted, Whitechapel, Lorna Shore dan Dying Fetus.
Sejauh ini, pengerjaan album diungkapkan Martyrs sudah mencapai 60% dari keseluruhan produksi. Tinggal menyisakan pengisian bagian vokal, isian instrumen orkestra serta sentuhan akhir di tahapan mixing dan mastering.
“Minta doanya ya teman-teman MUSIKERAS agar proses ini bisa mencapai target 100% di bulan Oktober 2025 ini. Untuk perilisannya, kami jadwalkan di penghujung tahun ini, yakni pada bulan Desember 2025. Dan semoga semua berjalan dengan lancar.”
Sejak 25 Mei 2025, lagu “Al-Kazzab Akbar” sudah dapat digeber via berbagai platform digital serta video liriknya di kanal YouTube Martyrs Official. (mdy/MK01)