SHEAVES: Kobarkan Rock Bertema ‘90s is Dead?’

Bagi unit rock alternative, Sheaves, bara rock era 90-an masih hidup. Tidak mati. Mereka pun mengobarkannya di lagu terbarunya, “Keruh”.
sheaves
SHEAVES

Sheaves yang menggeliat dari skena rock Surabaya, Jawa Timur ini meluncurkan lagu rilisan tunggal terbarunya itu pada Jumat, 29 Agustus 2025 lalu.

“Keruh” merupakan sebuah karya yang menggambarkan tentang sebuah luapan amarah dan rasa depresi seseorang dalam menghadapi permasalahan dan tekanan. Seseorang dapat kehilangan kendali atas pikirannya sendiri dan terkadang sesuatu yang terlihat jernih pun dapat berubah menjadi keruh.

Menurut band yang digerakkan formasi vokalis dan gitaris Donny Kiswantoro, gitaris Ganjar Masrul, bassis Janur Eka serta dramer Funky ‘Brandy’ Irawan ini, dalam kondisi tersebut, salah satu hal yang mudah sekali untuk dipersalahkan adalah ‘kehidupan’.

Tetapi lagu ini tidak hanya berisi tentang pikiran negatif dan perasaan pahit saja. Di bagian terakhir penulisan lagu tersebut juga diceritakan bahwa ketika semua perasaan buruk itu sudah berlalu, seseorang akan dipertemukan dengan fase penyadaran.

Adalah Donny Kiswantoro yang menulis “Keruh”, yang lantas menyodorkan konsep yang sudah matang ke personel lainnya. Sehingga, menurut tuturan band ini kepada MUSIKERAS, proses kreatif peracikannya terjadi cukup singkat.

Untuk proses rekaman gitar dan dram di lagu “Keruh” dieksekusi di Natural studio secara analog, demi untuk mengejar sound 90-an dan. Sementara untuk vokal dan bass dikerjakan secara mandiri. Tahap terakhir, yakni mixing dan mastering dipercayakan kepada rekan band, Thomas Glaop.

sheaves

Seattle, Britpop  

Komposisi musik yang diterapan Sheaves di “Keruh” merupakan gabungan antara suara gitar yang berat dan fuzzy seperti album “Siamese Dream” (19 Juli 1993) milik the Smashing Pumpkins dan bunyi-bunyian ‘kotor’ ala Seattle sound era 90-an, plus tambahan nuansa musik yang sangat terpengaruh band-band Britpop pada era tersebut.

“Kami mengusung tema musik rock 90-an dengan tone gitar yang kotor dan fuzzy namun kami tetap menambahkan nuansa manis ala band-band Britpop pada lagu tersebut. Intinya kami ingin memadukan musik 90-an yang keras namun masih terdengar pop. Itu yang membuat kami berbeda,” urai pihak band meyakinkan.

Selain the Smashing Pumpkins, para personel Sheaves juga menyebut band-band seperti Dinosaur Jr. , the Smiths dan Sonic Youth sebagai referensi dan sumber inspirasi.

“Keruh” diproyeksikan sebagai bagian dari rangkaian menuju perilisan album perdana Sheaves, yang rencananya akan dirilis pada pertengahan tahun depan. Namun sebelumnya, mereka akan meluncurkan 3-4 lagu rilisan tunggal terlebih dahulu.

Sebelum memutuskan menerapkan konsep musik yang lebih berdistorsi, band bentukan 2021 silam ini memulai perjalanan kariernya di ranah indie-pop, yang sangat kental terdengar di rilisan perdananya, “Japanese Summer” pada 16 Desember 2022. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
rumah tua
Read More

RUMAH TUA: Bertemu di Black Sabbath

Unit rock asal Jakarta, Rumah Tua meluncurkan album penuh perdana yang mengangkat tema kelahiran, sosial-politik dan perlawanan.
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.